Suasana rumah Gemintara saat ini terlihat begitu hidup dan ramai, dengan indahnya dekorasi dan tamu membuat keheningan yang biasa terjadi menjadi sebuah keramaian yang tidak pernah di bayangkan oleh sang pemilik, Fansa membawa Gemintara memasuki ruangan dengan menuntun jalan secara perlahan membiarkan Gemintara menyesuaikan suasana hatinya.
Mata pria itu menatap setiap sudut ruangan yang penuh dekorasi berwarna pink serta putih sedikit membuat Gemintara marah di antara banyaknya warna mengapa harus pink, namun dia tidak akan marah karena dirinya tahu siapa yang membuat sesuatu seperti ini, lalu matanya menangkap seseorang yang menjadi pelaku utama.
Abintara berjalan padanya dengan membawa sebuah kue ulang tahun berukuran sederhana dengan dekorasi yang mengejutkan, diatas kue tersebut terdapat sebuah rumah di atasnya dalam artian Ia harus ingat untuk pulang pada rumah, karena saat itu Gemintara pernah hilang ingatan sementara, dan saat ini pun kondisinya masih harus terus dalam asahan mengingat agar Gemintara tidak hilang ingatan lagi ketika kelelahan ekstrem. Tapi Gemintara tidak tahu maksud lain dari Abintara.
Semua orang bernyanyi seperti biasanya menyanyikan lagu selamat ulang tahu dalam bahasa Thailand, Abintara tidak ikut serta untuk bernyanyi ia tidak hafal, ia lebih memilih tersenyum manis pada Gemintara untuk membuat kakak nya tambah bahagia, sedangkan Gemintara tidak henti-hentinya menahan tangisan agar tidak menangis di depan banyak orang, bahagia sedih dan beruntung yang tengah ia rasakan, sebab ini pertama kalinya mereka merayakan hari ulang tahun dengan sangat istimewa, tahun-tahun sebelumnya Abintara dan Gemintara hanya akan bersama berdua saling menguatkan dan berdoa pada Tuhan masing-masing agar bisa bersama selamanya dan saling menjaga.
"Kak, sebelum meniup lilin jangan lupa berdoa." Ucap Abintara membuat Gemintara terdiam.
"Maaf Abin... kakak tidak bisa meniup lilin, di agama Kakak melarangnya bisakah kakak mematikan nya dengan lengan?"
"Ah maaf kak Abin lupa, kalau begitu berdoalah." Gemintara pun menganggukkan kepalanya.
Gemintara mengangkat lengan dengan gaya berdoa sesuai agama nya, semua orang terlihat heran sebab budaya mereka di sana banyak beragama Buddha dan Kristen, hanya Sagara yang masih mengikuti agama ibundanya yaitu Islam, sambil mengangkat lengan dan berdoa dalam hatinya ia meneteskan satu air mata yang semakin membuat semuanya khawatir namun mereka hanya mampu membiarkan nya, karena mereka pun tahun seberapa berat menjadi seorang Gemintara.
Selepas itu ia mengusapkan wajah serta mematikan lilin dengan lengan yang di hembus-hembuskan, setelah api mati pun semua nya bersorak memberikan selamat, Gemintara tersenyum dan menundukkan tubuh pada semua orang yang hadir memberikan kata terima kasih karena telah hadir.
Di sisi lain seseorang yang harus menunjukkan dirinya masih terdiam di ujung ruangan bersembunyi membiarkan Abintara mengambil alih terlebih dahulu mengarahkan kebahagiaan untuk Gemintara sebelum dirinya menghancurkan harinya, semua orang terlihat bersenang-senang melihat Gemintara yang menerima begitu banyak hadiah dan bernyanyi serta saling berbincang membahas kebijaksanaan, dan ketangguhan Gemintara yang menjabat sebagai CEO muda di perusahaan industri hiburan, Sagara masih memimpin menjadi MC acara, saat nya untuk potong kue namun hal yang paling lucu adalah ketika giliran Sagara menerima suapan kue ia menghindar, tidak ingin melakukan sesuatu yang romantis dengan sahabatnya.
"Ayolah kak Sagara... hanya satu suapa." Ucap Abintara yang terus mendorong tubuh Gemintara pada Sagara yang memundurkan terus langkahnya.
"Alih alih padaku kau lupa asisten mu, berikan terlebih dahulu padanya setelah itu aku akan setuju menerima suapan mu." Ucapan Sagara pun langsung membuat semuanya mengalihkan pandangan pada Fansa yang sedari tadi tersenyum di belakang Gemintara, dan Fansa yang terasa terpanggil pun membulatkan mata terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abintara&Universe
Teen FictionAku berkata... semesta harus mengetahui Rupa, dan raga yang begitu indah di hadapanku, Bahkan jika kuadukan indahnya matahari, pelangi, kerlipan ribuan bintang, sinar bulan di malam hari, matahari yang tenggelam, atau semua keindahan alam semesta...
