Bab 3 SINAR BULAN: hadiah kehidupan

15 7 0
                                        




Abintara POV

Sejak malam itu, malam yang di penuhi bintang serta sejuknya Chiang Mai menjadi malam yang tidak akan bisa terlupakan, bersama dengannya selalu membuat kesan dan cerita yang membuatku bertambah bahagia karena sudah bertahan sejauh ini untuk hidup, seandainya nya waktu dapat terulang aku ingin bertemu dengan wanita ini lebih awal, rasanya pasti jauh lebih menyenangkan bisa mengenalnya lebih lama.

Saat sore hari telah tiba kami memutuskan untuk pergi ke pusat keramaian, malam itu sea berkata bahwa saat kami melewati perjalanan dia menemukan pasar yang cukup terkenal dan ramai namun karena kemarin sudah terlalu larut kami memutuskan di sore hari ini akan pergi mendatangi tempat tersebut, aku sendiri tahu tempat itu hanya saja aku tidak begitu tertarik untuk mendatanginya, pasar nya sangat ramai meskipun terlihat menarik tetap saja hal itu memuakkan, tapi demi sea aku akan melakukan nya.

Sea sudah berpakaian dengan rapi dan santai terlihat wanita itu berpenampilan menyesuaikan tempat, dia selalu tahu cara berpakaian dengan baik, dia melilitkan sebuah rok bermotif bunga berwarna biru dan pink pada pinggang nya yang ramping dan kecil dan atasan nya hanya menggunakan baju kaos putih sederhana tidak berlengan aku cukup terlihat khawatir bila ia kedinginan, namun belum aku membicarakan nya ia dengan pintar membawa jaket di lengan satunya untuk menggantung jacket dan satu lengan lain nya membawa kamera serta dompet. Sangat terlihat jelas kemandirian yang berada di dalam dirinya.

Aku sendiri tidak terlalu mencolok kali ini, karena kami pergi di sore hari dan matahari akan turun aku memilih baju yang bebas dan santai, cukup menggunakan celana pendek hitam dan kaos putih serta kemeja biru laut yang sengaja ku cari-cari di lemari kak Sagara agar bisa menyesuaikan dengan pakaian yang sea pakai, kami saat ini terlihat begitu serasi.

Sea memperhatikanku dengan tersenyum.

"Kau cukup bagus dengan pakaian formal."

"Benarkah? Apa kau menyukainya?"

"Tentu."

"Terima kasih sea, Ah ya... semalam aku lupa memberitahumu sesuatu, aku berencana untuk membawa mu ke pantai, tapi di malam hari apa kau keberatan?"

"Keberatan, Chiang Mai tidak memiliki pantai bukan?"

"Hahaha aku tahu, maksud ku perjalanan selanjutnya apa kau ingin pergi ke pantai?"

"Aku ingin tapi kita bisa lakukan di bulan berikutnya atau nanti setelah senggang, kami harus segera pulang Abin, ulang tahun kak Sagara akan segera datang dan juga kami masih banyak pekerjaan." Ucapan sea sedikit membuatku sedih karena tidak ada perjalanan lagi setelah night market hari ini padahal aku ingin banyak menghabiskan waktu dengan nya.

Karena aku terlihat begitu bersedih dan menemukan wajahku sea datang mengelus bahuku "Abin aku tidak akan ke mana-mana dan akan selalu ada waktu untukmu." Mendengar ucapan nya pun membuatku kembali mengembangkan senyum dan mengangguk mengerti padanya, lalu aku membuka tangan meminta agar sea meletakan lengan nya di atasku.

"Ayo." Ucapku, dan dia pun meletakan nya tanpa berlama-lama aku pun menarik dia untuk keluar dari rumah dan pergi untuk berjalan kaki menuju night market nya Chiang Mai.

Aku memilih untuk berjalan agar waktu terasa begitu lama dan malam mendatang karena bagiku malam adalah tempatku di mana aku bersinar lebih terang dari sang matahari, sea tidak banyak mengeluh ia selalu menuruti apapun yang ku ucapkan gadis itu terlalu baik bagiku hingga aku selalu merasa bermimpi setiap berada di dekatnya. Sepanjang berjalan aku tidak banyak bicara yang membawa percakapan selama keluar rumah hingga di tengah jalan saat ini adalah sea, ia banyak bertanya  namun yang ku jawab hanya sedikit karena aku tidak tahu banyak tentang Chiang Mai, jika membahas Beijing maka aku akan hafal karena aku lama hidup di sana di bandingkan di Chiang Mai.

Abintara&UniverseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang