Bab 2 JINGGA TUA: last twillight

26 9 1
                                        

Pada senja terakhir di kota ini, Aku memohon tenggelamkan lah segala hal buruk kami
jadikan esok hari baru yang baik.
-Albifansa

Margaret bertemu dengan teman nya bernama Jayvier tersebut setelah sekian lama tak bertemu, Bahkan mereka tak memiliki waktu satu sama lain hanya untuk sekedar bertukar kirim pesan, di kesempatan ini jayvier ingin sekali meminta bantuan pada Margaret, Dan mereka pun saat ini tengah berjalan menuju kantor untuk berbicara lebih banyak.

"Aku pikir banyak sekali hal yang perlu kita bahas ya, Hahaha... kau ingin memulainya dari mana?"

"Ku pikir kita perlu berbicara dari hal yang sangat penting, mengenai temanmu Gemintara apakah dia orangnya? Yang selalu kau tanyakan padaku bagaimana solusi penyembuhan nya?"

"Eum... Kau benar Gemintara sudah tidak bisa di berikan kata-kata, ia terpuruk terlalu dalam, dan mentalnya sudah rusak tak bisa memikirkan dirinya bagaimana lagi, yang ada di kepalanya hanyalah urusan orang lain, Abintara, Sagara dan Fansa kau tau sendiri bukan ketika dirinya terbangun kau bisa melihat bagaimana ia bertindak?"

Jayvier mengangguk paham teringat kembali ketika Gemintara terbangun dari pingsan nya.

"Kau tau Fansa siapa? Dan apa hubungan mereka?"

"Hanya sekedar rekan kerja dan sekretaris pribadi, Oh ya kudengar hanya Fansa yang lebih dekat dengan Gemintara ketimbang Sagara teman rumahnya, Hanya itu yang ku tau, mengapa kau menanyakan nya?"

"Dia memanggil nama itu untuk pertama kali dia terbangun."

"Mengapa?" Tanya Margaret dengan wajah bingung.

"Aku sempat bertanya menggunakan bahasa Inggris karena aku pikir dia orang barat, lalu dia berbicara biasa seperti bahasamu, aku teringat mu dan segera menanyakan namanya, Lalu apa kah kau tau hal mengejutkan apa yang dia katakan selanjutnya?"

"Apa?"

"Dia terdiam selama 10 detik dan menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa dia teringat nama orang lain di saat dia lupa akan namanya sendiri, dia mengalami amnesia sementara."

Margaret terdiam mendengarnya, mengapa nama fansa berada di ingatannya untuk pertama kali dan bukan abintara, lalu Margaret pun membuka ponsel dirinya rasa penasaran nya harus terpecahkan saat ini juga.

Dia akan menelepon Sagara.

S:hallo, bagaimana keadaan Gemintara setelah bertemu Fansa? Apakah membaik? aku harap ia, jika tidak aku yang harus menemui nya."

M: Mengapa harus Fansa? Ini bukan kali pertama Gemintara mengalami hal ini kan? Katakan yang sebenarnya Sagara! Gemintara sering kehilangan kesadaran seperti ini?"

Di jauh sana Sagara terdiam menganggukkan kepalanya meskipun Margaret tidak akan melihat, jika sebelum adanya Fansa, dahulu Sagara lah yang harus berada di hadapannya sebagai pengingat kehidupan sebelum otaknya kehilangan ingatan semuanya, Sagara akan menjelaskan dengan detail kehidupan menyakitkan nya Gemintara, ini semua Sagara lakukan untuk membuat Abintara tak terlupakan oleh Gemintara, tidak bermaksud membuat Gemintara berlarut dalam penderitaan nya, karena bagi Gemintara Abintara segalanya, tak peduli hal menyakitkan apa yang ia tanggung.

M:"Kaka jawab!"

S:"nanti ku ceritakan lengkapnya, saat ini kumohon beritahu Fansa akan semua yang terjadi, tanyakan satu persatu siapa yang ia miliki di kehidupannya, Lalu kau jangan katakan pada Fansa mengapa harus Fansa biarkan keduanya yang menyelesaikan sendiri, beritahu aku terus tentang dirinya jika perlu jangan bawa Gemintara pulang sebelum Abintara membaik, aku akan terus berbincang denganmu."

Abintara&UniverseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang