19

1.9K 294 5
                                        

Shani berdiri disebuah dermaga, menikmati pemandangan yang indah. 15 tahun shani sempat berdiri di dermaga yang sama..

Dulu shani berdiri bersama Christy dalam kandungannya, tapi kini Christy berdiri disampingnya dan menggenggam erat tangannya..

"Christy! Kamu lihat lautan luas itu?" Shani menunjuk kearah hamparan lautan luas

"Iya mami.."

"Lautan itu seperti lensa camera, dia bisa mengaplikasikan apa yang terlihat di depannya tapi tampa orang tau banyak kisah, banyak misteri di dalamnya"ucap shani

Christy melihat shani "mami.."

Shani melihat putri kecilnya "mami memang tidak ada bersamamu sejak kamu lahir.. tapi diri mami selalu ada bersamamu"

Shani tersenyum memegang dagu putrinya "bukan mami membandingkan anak-anak mami tapi dari kedua anak mami.. hanya kamu yang mencerminkan wajah, kepribadian mami.. azizi itu keras dan abisius sama seperti papimu tapi mami tidak melihat itu ada padamu.."

"Banyak yang bilang begitu mami.. tapi toya gak pernah percaya.. papi tidak memberitahu apa pun tentang mami"

Shani memeluk putrinya "maafkan mami sayang.. kamu melalui hari-hari yang begitu berat tampa mami"

Tinggal 3 hari dirumah gracio, tentu membuat mereka terbiasa sehingga ketika shani pulang Christy adalah anak yang paling sedih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tinggal 3 hari dirumah gracio, tentu membuat mereka terbiasa sehingga ketika shani pulang Christy adalah anak yang paling sedih..

"Noooo mami..." Christy memeluk erat tubuh shani

Gracio menarik nafas dan menarik anaknya "Christy sudah ya.. mami harus pulang.. "

Christy melihat shani "mami hiks hiks.."

"Ayok shan.."ajak hendri

"Zee mami titip adik kamu ya.. kalau ada apa-apa hubungi mami " shani menitipkan Christy pada azizi

"Iya mami"

Dengan berat hati shani pun pergi meninggalkan rumah untuk menuju mobil kakaknya..

"Mamiiii jangan pergi mamiiii "teriak Christy

Jujur shani tidak tega melihatnya tapi tangannya terus di tarik hendri "ayok shani.."

"Mamiiiii.. lepas papi hiks toya mau ikut mami aja hiks hika"Christy berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan gracio

"Shaniii"gracio melepaskan tangan Christy lalu berjalan menuju shani

Tangan hendri terlepas lalu berdiri menghalangi adik "mau apa kamu?"

"Saya ingin bicara dengan ibu dari anak saya.. jangan halangi!" Gracio dan hendri memang tidak pernah berdamai dengan keadaan ini

"Ko.."

Hendri mengalah dia memilih pergi ke mobilnya langsung..

"Aku tau kamu membenci aku.. terlalu banyak luka yang aku berikan tapi tolong lihat mereka.. "

"Maksudmu apa?"shani bingung

Gracio gemetar melihat shani dengan tatapan matanya yang sendu "aku minta maaf.. aku mohon tolong pertimbangkan ini.. aku tidak bisa melepas mereka karna hanya mereka alasanku hidup.. jadi.."

"Elah lama banget ngajak balikan juga"celetukan azizi membuat Christy shani terkejut

Sebenarnya semalam gracio datang ke kamar azizi dan dia bercerita banyak, dia juga memberikan alasan kenapa masalah ini menjadi besar..

Setelah tau alasan dibaliknya azizi memang marah karna itu konyol.. tapi azizi juga tidak bisa menghujat papinya karna mencintai seorang diri memang tidak enak ..

Gracio berlutut di hadapan shani dan entah dari mana gracio mengeluarkan kotak cicin berlian "maukah kamu menjadi istriku lagi"

Shani diam, dia juga bingung bagaimana dia harus bertindak saat ini.. shani tau gracio akan segera menikah dengan anin dan dia tidak mau jadi duri dihubungan mantan suaminya..

"Gracio!!!"anin tiba-tiba saja datang

Semua orang disana tentu terkejut, anin mendekati shani dan menamparnya "heh wanita jalang.. kamu beraninya merebut calon suamiku hah!!!"

Melihat itu gracio tidak terima dia menarik anin"jangan pernah kamu sentuh shani sejengkal pun dengan tanganmu"

Christy dan azizi mendekati shani yang pipinya merah karna tamparan, hendri keluar mobil "Ada apa ini?"

"Sayang.. ini masalah papi mu.. mami tidak bisa ikut campur nanti kita bahas lagi ya.. mami harus pulang "

Keduanya memeluk shani "nanti main ya mami"

"Iya sayang" shani mengecup kening anaknya bergantian

Shani pergi tampa berkata lagi, karna gracio sedang sibuk berdebat dengan anin..

Setelah shani pergi, azizi dan christy masuk ke dalam rumahnya. Mereka malas melihat drama queen merengek.. Hal itu sudah biasa jika keduanya bertengkar..

Bersambung

Lensa Camera Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang