BAB 15

314 34 3
                                        

Semenjak kedatangan sasori dua hari lalu, sasuke tak bisa bertemu lagi dengan sakura.

Setiap dirinya akan pergi menuju apartemen sakura, selalu saja sasori menghalangi sasuke bahkan tatapan tajam itu tak pernah lepas saat melihat keberadaanya.

Jujur dirinya sudah sangat merindukan sakura, bahkan ia ingin sekali melihat sosok wanita itu.

Di dalam ruangan rapat pun terlihat penuh dengan aura menegangkan dimana sasuke yang hanya terdiam menatap lurus ke depan, tidak satu orang pun dalam ruangan rapat itu, dapat menarik perhatian sasuke.

Semua mata kru mulai menatap ke arah naruto, meminta pertolongannya mengingat mereka sudah berada dalam ruang rapat itu lebih dari tiga jam dengan sikap sasuke yang tetap diam sambil melamun.

Naruto yang menatap setiap mata para kru tersebut hanya bisa menghela nafasnya dan mulai menepuk pelan bahu sahabatnya itu.

Sasuke sedikit tersentak dengan tepukan naruto pada pundaknya, sehingga tatapan itu seketika di layangkan ke arah naruto dengan kening yang berkerut.

"apa keputusanmu pak sutradara, sejak tadi mereka menunggu keputusanmu untuk film baru ini"

Naruto menunjuk ke arah para kru yang tampak lelah dengan rapat mereka yang cukup lama, membuat sasuke merasa sedikit bersalah akan hal itu.

Sebenarnya mereka sedang membicarakan tentang sebuah film layar lebar bertemakan action romance.

"aku percayakan kepada kalian untuk urusan pemerannya" 

Sasuke mulai meninggalkan ruang rapat tersebut, terdengar helaan nafas lega dari para kru film di sana.

Naruto hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sasuke.

"cinta dapat membuatnya menjadi kacau"gumam Naruto berjalan meninggalkan tempat tersebut.

Sakura hari ini tampak sangat kesal oleh kakaknya sendiri, apartemen yang berantakan bahkan pakaian kotor sasori mulai berserakan dimana-mana.

"akan ku hajar dia kalo berani pulang ke sini" dengan nada penuh kekesalannya, Sakura dengan bringas membuang pakaian Sasori ke dalam mesin cuci miliknya.

Selama dua minggu ini dirinya seperti seorang pembantu di apartemennya sendiri, Kakak sepupunya  itu sangat tidak tahu malu dengan membuat dirinya kesal hampir setiap hari.

Setelah Sakura memasukan baju kakaknya, matanya tak sengaja melihat sebuah kain putih yang tampak terlihat keluar dari koper milik Sasori. 

dengan penasaran tingkat dewa, Sakura membuka koper itu dan menemukan sebuah kayu yang berbentuk seperti orang dengan kain putih panjang dan sebuah kepala yang terbuat dari tempurung kepala.

Sakura mengkerutkan keningnya saat membaca nama benda itu yang terletak di atas tempurung kelapa ini.

"jailangkung" 

"benda apa ini, tampak sangat aneh" Sakura mengangkat tinggi-tinggi benda itu sambil memeriksa sekelilingnya.

Benda itu tampak sangat aneh menurut Sakura, entah di dalam pikirannya tiba-tiba terbesit sesuatu sehingga dengan berlari kecil dirinya keluar dari apartemennya.

2 jam berlalu

Sasori baru saja pulang dari urusannya, hari ini moodnya tampak sangat baik akibat beberapa hal yang di lakukannya berjalan seturut kemauannya.

Siulan bernada mulai terdengar, sasori dengan langkah riangnya, berjalan sambil melompat menuju ke arah apartemen sakura.

Sesampainya di sana, matanya tak sengaja melihat sesuatu yang membuatnya berteriak dengan sangat kuat, membuat sakura yang berada di dalam apartemennya segera keluar dengan spatula dan pancing di kedua tangannya.

Ayam Dan JidatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang