"Sakura, apa penampilan bibi sekarang sudah seperti artis? " Tsunade tampak sangat antusias dengan penampilannya sekarang, lihatlah kaca mata hitam mahal milik kaguya yang telah di pakainya, tampak begitu indah terpajang di wajah awet muda miliknya.
Sakura hanya bisa tertawa kecil menatap geli penampilan Tsunade yang tampak sangat anggun hari ini, lihat saja dress merah maron yang di pakai bibinya itu, sungguh membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa bahwa Tsunade adalah salah satu artis senior.
Kaguya dan Ino yang melihat tingakah Tsunade hanya bisa memutar kedua bola mata mereka bosan, merasa bahwa Tsunade mulai menunjukan sifat sombongnya. Mata Ino tak sengaja menatap Gara yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan senyum menawannya.
"Sakura, pangeranmu sudah datang" bisik Ino ke arah Sakura sambil menunjuk ke arah Gara. Sakura langsung mengarahkan pandangannya ke sana, senyum menawan itu terlihat jelas di wajah tampan pria berambut merah tersebut.
Ketika Sakura akan menyampa Gara, sebuah tangan seketika menutup kedua mata Sakura, membuatnya sedikit tersentak kaget.
Tapi aroma maskulin seketika masuk ke dalam indra penciuman Sakura, membuat mengetahui siapa orang yang dengan beraninya menutup kedua mata miliknya.
"Sasuke-kun lepaskan" ucap Sakura dengan nada di buat seolah-olah dirinya kesal.
Semua mata menatap interaksi keduanya, bahkan tawa Sasuke bagaikan melody merdu merasuk ke dalam pendengaran telinga ketiga wanita di sana, membuat mereka seketika memerah melihatnya.
Entah apa yang merasuki anak bungsu keluarga Uchiha itu, senyum mahalnya bisa mereka lihat dengan sangat jelas, di tambah dengan tingkah bibir mengerucut milik Sakura, menambah sisi gemas bagi yang melihatnya.
"tolong bangunkan aku dari mimpi ini nenek" Ino langsung memalingkan wajahnya menatap ke arah kaguya dengan keadaan masih terdiam, terpesona melihat senyum menawan itu.
Ino dengan sekuat tenaga menggoyangkan bahu kaguya, untuk menyadarkannya, jujur walau dulu ia sering melihat senyum Sasuke saat bersama dengan Sakura, namun entah karna raut wajah yang semakin tegas itu. Menambahkan sebuah percikan karisma menawan di sana. Warna merah di pipi ino membuatnya seperti orang yang sedang jatuh cinta.
"sial, ingat Sai.... Ino walau dia pucat seperti mayat dan senyumnya aneh, tapi dia kekasihmu" Ino dengan kuat memukul keningnya dengan tas selempang di tangannya.
Sedangkan kaguya yang mulai sadar dari keterpesonaanya, akhirnya berjalan keluar dari tenda tempat mereka berada, sambil membawa Tsunade pergi menjauh, sebelum mereka akan menjadi seorang tante-tante girang yang menyukai ayam muda seperti Sasuke.
Gara hanya bisa menatap datar keduanya dan berlalu dari sana tampa di sadari oleh keduanya.
Tak lama keduanya akhirnya sadar kembali ke dunia nyata dan menyadari bahwa tinggal mereka berdua sendiri di sana.
Sakura dan Sasuke hanya saling menatap dan mengangkat bahu mereka acuh sambil akhirnya berbicara membahas beberapa hal soal syuting nanti.
Hari sudah mulai siang dan matahari semakin tinggi di atas kepala mereka, membuat semuanya tampak seperti terbakar oleh panas teriknya matahari. Salahkan syuting yang di lakukan saat memasuki musim panas.
Adegan kali ini, di mulai dengan pertempuran antara Sakura dan beberapa orang yang berperan sebagai penjahat. Bersyukur saat dia tinggal di apartemen miliknya, kakek madara sering mengajari ia beberapa gerakan bela diri.
Sehingga sekarang Sakura bisa dengan pede melakukan aksinya, menghajar para penjahat tersebut. Adegan peetarungan itu semakin seru bahkan para kru tampak tegang melihat setiap aksi yang Sakura lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ayam Dan Jidat
RandomPutus karena kesalapahaman antara keduanya, membuat hubungan lima tahun berakhir dengan begitu saja. Sakura dan sasuke di nobatkan sebagai pasangan paling romnatis yang pernah teman-temannya kenal. Tapi keduanya malah putus di hari kelulusan tanpa d...
