Jangan lupa Vote & komen 💜💚
.
.
.
Typo bertebaran 🙏🏻🙏🏻
.
.
.
Pagi datang dengan cepat seolah memaksa jungkook untuk tebangun segera, matanya masih mengantuk karena kurang tidur, semalam dia tak bisa tidur pikirannya begitu berisik di tambah dirinya yang entah mengapa sangat ingin di peluk.
Sudah 2 hari ini taehyung benar-benar cuek padanya dan bersikap seperti dulu, dingin dan peofesional tidak ada senyuman ataupun sapaan ramah untuknya. Hal ini membuat jungkook tak enak untuk meminta sesuatu dia hanya bisa bersikap seperti biasa ya seperti yg dia inginkan seharusnya. Namun entah mengapa justru membuatnya kesal dan sedih sendiri. Kadang dia ingin marah, dan berteriak bahkan ingin menangis namun sekali lagi dia hanya bisa pasrah.
Jungkook berjalan lesu menuju dapur untuk sarapan, bagaimanapun juga dia sudah sepakat menjaga bayi di perutnya. Pikirannya kembali melayang pada ucapan mingyu 2 hari lalu. Nama itu benar akhir-akhir ini dia merasa jika dia mulai menyukai bayi itu, bahkan sekesal dan semarah apapun dia pada taehyung jungkook tetap menjaganya. Dia bahkan rela tidak mabuk atau pergi ke club seperti sebelumnya untuk melepas stress.
Jungkook menyendok sarapannya dengan malas dan berusaha mengucahnya perutnya lebih sering lapar jadi dia tak pernah lagi melewatkan sarapan. Sebuah notif masuk di ponselnya membuatnya menghentikan sarapannya sejenak untuk melihatnya. Sebuah notifikasi bank yang memberitahu uang masuk. Jungkook tampak sedikit terkejut melihat nominal gajinya yang begitu banyak.
"Wow dia benar-benar memberiku 100 juta" ucap jungkook kaget. Awalnya dia iseng meminta 100 jt untuk gajinya tiap bulan selama menjaga bayi di perutnya namun sepertinya bosnya lebih gila darinya.
"Kamu kangen ayah kamu? Maafin aku ya ayah kamu sepertinya sedang marah" ucap jungkook mengelus perutnya. Sejak kemarin dia sangat ingin di peluk dan bermanja pada taehyung namun melihat kondisi taehyung yang tampaknya tengah tak ingin di ganggu membuanya enggan meminta.
Dengan perasaan tak karuan jungkook akhirnya berangkat, sejak dirinya hamil jungkook tak lagi menjemput taehyung bahkan sebaliknya taehyung yang lebih sering menjemputnya. Taehyung begitu baik dan pengertian selama ini dan itu baru jungkook sadari. Dia hanya bisa mengeluh kesah saat ini.
Seperti biasa di selalu sampai lebih awal bahkan kantor masih tampak sepi saat ini, dengan langkah santai menuju ruangannya yang nyaman itu. Jungkook menatap ruangan di sebelahnya tampak masih kosong, tentu taehyung belum datang. Dia menghela nafas lalu masuk ke dalam ruangannya dan mulai bekerja .
Jungkook sedikit gelisah tangannya tak henti mengetuk meja, dia tak bisa fokus sama sekai matanya terus menerus menatap pintu lift berharap seorang yang sedari tadi dia tunggu akan keluar dari sana.
Tak lama pintu terbuka jungkook dengan senang segera berdiri namun bukan taehyung yang keluar melainkan yoongi yang seketika membuatnya lemas dan kembali duduk.
"Kook ini laporan keuangan dari cabang busan, dimana taehyung?" Tanya yoongi saat menoleh ke arah ruangan taehyung yang masih kosong.
"Aku tak tau hyung dia belum datang" jawab jungkook lemas
"Belum datang? Dia tak berangkat bersamamu?" Tanya yoongi heran
"Tidak hyung sudah 2 hari dia tak menjemputku, dan aku bahkan sudah menghubunginya namun belum ada balasan" jawab jungkook masih sedih
"Ada apa denganmu? Kau tampak tak bersemangat apa ada sesuatu yang kau inginkan?" Tanya yoongi mengamati namja di depannya. Dia jadi teringan pada suaminya jimin saat hamil kadang dia terlihat lemas jika tengah menginginkan sesuatu namun belum dia dapatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine
FanfictionGa tau mau nulis apa . Tapi baca aja ya💜💚 Intinya dunia tentang Alpha, Beta , Omega
