Chapter 26

618 104 8
                                        

Jangan lupa vote & komen 💜💚

.
.
.

Typo bertebaran 🙏🏻🙏🏻

.
.
.

"Bapak tidak culik saya kan? Kenapa bapak diam jawab? Mengapa saya ada di kamar bapak dan tidur sama bapak? Bapak jangan ambil kesempatan ya mentang-mentang saya lagi hamil anak bapak. Bapak mah selalu deh nyebelinn. Iihhhhh " crocos jungkook panjang lebar seolah tengah protes pada sosok di hadapannya yang justru hanya bisa berdiri kebingungan.

"Hahh" taehyung bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Dia tak mengerti mengapa jungkook tiba-tiba lupa dengan alasan mengapa dirinya ada di kamar miliknya.

"Kamu kenapa jung? Duduk dulu tenangkan dirimu" ucap taehyung berusaha setenang mungkin dan mencoba membuat jungkook tenang. Dia tak ingin hal ini membuat namja tersebut jadi stress karenanya.

Jungkook menarik nafas panjang dan mencoba menstabilkan, mengikuti perkataan taehyung dan duduk lalu minum air yang taehyung berikan.

Setelah menunggu dan melihat jungkook cukup tenang, akhirnya taehyung mendekat tangannya meraih tangan yang lebih muda meskipun ada sedikit penolakan namun akhirnya jungkook menerimanya.

Taehyung menggengam erat tangan jungkook mengelusnya memberikan kenyamanan disana sebelum mulai menjelaskan dan menceritakan bagaimana asistennya itu ada di kamarnya.

Jungkook terdiam matanya terbelalak membulat sempurna kala mendengar semua cerita dari taehyung. Dia sedikit menggeleng tak percaya dengan apa yang dia dengar. Otaknya terus berfikir bagaimana bisa dia bersikap menggelikan seperti yang taehyung ceritakan.

"Kamu sungguh tidak ingat?" Tanya taehyung dan sebuah gelengan kecil dia dapatkan.

"Saya tidak mungkin memaksa kamu tinggal di sini jika kamu tidak mau. Dan kamu bukan orang yang mudah di paksa atau di manipulasi"

Jungkook terdiam lagi, kata-kata taehyung adalah benar dia bukan sosok yang mudah tertipu atau termanipulasi. Taehyung memang menyebalkan namun tak pernah memaksanya jika dia sudah menolak. Semua barang miliknya tampaknya sudah ada di apartemen milik taehyung dan itu tandanya dia dengan sadar diri dan sukarela melakukan itu tanpa paksaan. Namun hal yang aneh dia hampir tak mengingat apapun.

"Sudah jangan terlalu di pikirkan, kata dokter tidak baik terlalu berfikir keras yang bisa menyebabkan stress. Dengan kamu tinggal di sini saya bisa menjaga kamu sepenuhnya. Jadi jika kamu butuh apapun kamu bisa langsung minta sama saya" ucap taehyung .

Jungkook akhirnya menyerah dan mengangguk, sepertinya ide tersebut cukup baik mengingat akhir-akhir ini dia sering nyidam ingin di manja oleh ayah dari anak di perutnya itu. Kadang rasa kesal sering datang mengingat mengapa anaknya selalu membuatnya mempermalukan diri di depan bosnya itu. Keinginan yang aneh dan sangat tidak memihak padanya membuatnya harus menahan ego dan gengsinya itu.

Dengan tinggal bersama namja tampan itu membuat sosok itu ikut andil dan bertanggung jawab penuh tak hanya dirinya. Meskipun taehyung sudah membanyarnya namun ada banyak hal yang jungkook tak bisa lakukan sendiri.

"Saya lapar" ucap jungkook membuat taehyung tersenyum. Dia senang karena akhirnya dialah pemenangnya dan berhasil membuat asisten manisnya itu mengalah.

"Kamu ingin makan apa hemm?" Tanya taehyung lembut

"Saya ingin makan masakan bapak" jawab jungkook

"Kamu yakin? Kamu tau saya tidak bisa memasak " jawab taehyung ragu karena memang dia tak bisa memasak. Bahkan dia hampir meledakan dapur hanya dengan memasak telur ceplok. Sejak saat itu seokjin tak pernah membiarkan dirinya dan juga namjoon untuk mendekati dapur. Karena entah mengapa selalu saja ada hal mengerikan yang terjadi, hal itu kadang membuat taehyung heran padahal dirinya sudah melakukan apapun dan sesuai dengan step yang pernah dia liat sebelumnya.

Be MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang