chapter 27

234 24 6
                                    

Typo bertebaran..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di Gushu Lan lebih tepatnya di Hanxi.
Jiang Cheng menenangkan Meilin yang menangis,tidak sengaja mendengar kedua orang tuanya mau berpisah.

Sedangkan Lan Xichen duduk dimeja kerjanya bersama Jiang Ziwu tidak jauh dari Jiang Cheng dan Lan Meilin ditempat tidur.

Jiang Ziwu "kenapa ayah dan ibu tiba-tiba ingin berpisah? Apa ayah sudah tidak menyayangi kami lagi?."

Lan Xichen "ayah sangat menyayangi kalian semua, ayah juga tidak ingin berpisah dengan ibu kalian. Tapi ibu kalian yang memaksa untuk berpisah. Tapi sampai kapanpun ayah tidak akan berpisah dengan ibumu."

Jiang Ziwu "jika ayah tidak ingin berpisah dengan ibu, lalu kenapa ibu bersikeras meminta pisah dengan ayah? Pasti ada sebabnyakan?"

Lan Xichen "Ziwu... "

Tok.. Tok.. Tok

Ucapan Lan Xichen terpotong karna ketukan pintu. Seorang murid Lan masuk.

"Lan ZhongZhu, diluar ada lianfang-jun ingin minta bertemu dengan anda. Beliau menunggu anda diruang tamu."

Lan Xichen "baiklah aku akan.... A'yin, tunggu."

Lan Xichen langsung mengejar Jiang Cheng yang keluar dari Hanxi tiba-tiba, diikuti Meilin dan Ziwu.

Diruang tamu.
Saat Jiang Cheng tiba, Jiang Cheng langsung mencekik leher Jin Guangyao. Netra violet nya berubah merah darah.

Jiang Cheng "KAU, MASIH BISA BERANI DATANG KEMARI SETELAH APA YANG KAU PERBUAT BERSAMA WEN ROUHAN ITU... " teriak Jiang Cheng didepan wajah Jin Guangyao.

Jin Guangyao "aku..... Datang..... Hanya..... Ingin..... Minta..... Maaf."

Jiang Cheng "MAAF? SEMUDAH ITU KAU MINTA MAAF SETELAH APA YANG TERJADI? WALAU AKU TIDAK MEMASANG TUBUHKU UNTUK WANG YUE, ANAKKU TETAP TIDAK SELAMAT KARNA ULAHMU. KAU BAHKAN BERANINYA MEMBAWA SHIXIONGKU YANG SEDANG TERLUKA KEHADAPAN WEN ROUHAN YANG SERAKAH ITU. AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU, JIN GUANGYAO."

Jiang Cheng semakin kuat mencekik leher Jin Guangyao. Hingga Lan Xichen datang dan berusaha melepas tangan Jiang Cheng dari leher Jin Guangyao. Setelah terlepas, Jin Guangyao langsung jatuh duduk menarik nafas sebanyak-banyaknya. Sedangkan Jiang Cheng masih memberontak dipelukan Lan Xichen dan meraih Jin Guangyao kembali.

Jiang Cheng "lepas Huan, lepaskan aku. Biarkan aku membunuhnya.. Biar ku kirim dia menemui ayahnya dineraka. Lepas Huan, LEPAS."

Lan Xichen "A'yin, tenanglah. Kumohon kendalikan dirimu." Ucap Lan Xichen menenangkan Jiang Cheng didalam dekapannya dan menyatukan kening mereka dan mengalirkan energi berharap Jiang Cheng kembali tenang.

Dan usaha itu berhasil. Jiang Cheng tak lagi memberontak tapi nafasnya masih memburu. Jiang Cheng bergerak membalas pelukan Lan Xichen, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Lan Xichen. Dapat Lan Xichen rasakan kalau Jiang Cheng sedang menangis dalam diam.

Lan Xichen mengerti, Jiang Cheng sudah menahan diri untuk meledakan amarahnya selama ini. Tapi akhirnya amarah itu meledak dan di lampiaskan pada salah satu orang yang terlibat dengan kekacauan yang terjadi.

Jin Guangyao yang melihat Jiang Cheng sudah tenang didalam pelukan Lan Xichen. Setelah nafasnya kembali normal, dia berusaha berdiri.

Jin Guangyao "erge, Jiang zhongzu, maaf. Aku memang bersalah dan terlibat dalam rencana Wen Rouhan. Tapi percayalah, aku tidak punya pilihan lain. Jika aku tidak menuruti kemauannya, Wen Rouhan akan mengancam keselamatan putraku."

Jiang Cheng "tapi bukan berarti kau mengorbankan yang lainnya. Bagaimana jika Wang Yue datang terlambat? Apa Wen Rouhan masih bisa dihentikan setelah yin hufu ada ditangannya?"

2 KULTIVATOR IBLIS(tanpa Revisi)(selesai) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang