chapter 18

242 19 10
                                    

Typo bertebaran
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lan Xichen membaringkan Jiang Cheng ditempat tidur yang langsung diperiksa oleh Wen Qing. Kerutan di kening Wen Qing terlihat, semakin menambah kekhawatiran bagi Xichen, Yanli dan Wuxian.

Wei Wuxian "Wen Qing, Jiang Cheng baik² sajakan? Tidak ada hal serius yang terjadi padanya kan? Wen Qing, kenapa hanya diam?JAWAB WEN QING"

Wen Qing tetap diam mematung walau Wei Wuxian meneriaki nya.

Lan Xichen "nona Wen, istriku baik² sajakan, dia hanya pingsan kan?" Lan Xichen menatap khawatir kearah Jiang Cheng.

Wen Qing "aku,,, aku merasakan denyut nadi pemimpin Jiang melemah." Mengarahkan tangannya ke hidung Jiang Cheng."bahkan aku hanya bisa merasakan hembusan nafas pemimpin Jiang terasa samar."lanjutnya.

Wei Wuxian "Wen Qing, jangan bercanda Jiang Cheng tidak mungkin..."

Wen Qing "aku tidak mengatakan dia sudah tiada Wei Wuxian." Menatap Wei Wuxian tajam karna salah mengartikan ucapannya."aku hanya merasakan samar nadinya dan juga hembusan nafasnya. Semenjak kau membawa Jiang Cheng malam itu, ketahanan tubuhnya melemah. Dan semenjak kau pergi dan Zewu-jun pulang ke gushu, Jiang Cheng selalu bersikap aneh. Tubuhnya sering memar, bahkan pelayan yang bertugas mengantar sarapan hampir menemukan Jiang Cheng dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setiap aku memeriksanya Jiang Cheng selalu dalam keadaan lelah. Dan itu mengingatkan ku dengan masalalu. Dimana aku harus merawat Jiang Cheng saat dia masih menjadi... "Wen Qing tidak melanjutkan ucapannya.

Lan Xichen yang sudah mendengar laporan kesehatan istrinya sebelumnya, tau apa yang dimaksud Wen Qing. Begitupun Jiang Yanli dan Wei Wuxian, mereka berdua mengerti maksud Wen Qing mendengar kata masalalu.

Hening beberapa saat hingga perkataan Lan Xichen mengundang keterkejutan orang yang mendengarnya.

Lan Xichen "adik Wei, antar aku menemui sosok itu di Yilling."

Wei Wuxian "Zewu-jun, apa maksud dari perkataanmu meminta ku untuk mengantar ke Yilling. Keadaan Jiang Cheng tidak ada hubungannya dengan sosok itu."

Lan Xichen "bukankah kita sudah merasakannya adik wei? Bahkan aku melihat wajahnya. Jika saja A'yin tidak dalam kondisi sedang mengandung dan aku tidak bisa membedakan warna netranya, mungkin aku sudah akan mengira dia adalah Jiang wanyin. Jin Furen juga belum menjawab pertanyaan aku tadi, apa A'yin punya saudara kembar?"

Jiang Yanli "ya, Jiang Cheng memiliki saudara kembar, dia bernama Jiang Yue. Tapi mereka berpisah sejak bayi, Jiang Yue menghilang entah kemana. Ayah dan ibu sudah mencarinya tapi nihil, tidak ada jejak sama sekali seolah Jiang Yue tidak pernah terlahir."

Wei Wuxian "jadi, apa mungkin sosok yang menyerang dikota peti mati saat itu adalah Jiang Yue yang menghilang. Tapi apa tujuan dia menyakiti Jiang Cheng dan menginginkan Zewu-jun?"

Wen Qing "Jiang Yue menyukai Zewu-jun dan ingin memilikinya. Yang ditakutkan sekarang adalah Jiang Yue berkerja sama dengan Jin Guang shan yang berjiwa Wen Rouhan, bukan kah Jiang Yue ingin kau membawa Zewu-jun sebagai pertukaran informasi untuk melenyapkan jiwa Wen Rouhan?. Dia pasti juga yang membuat Wen Rouhan bangkit di dalam tubuh Jin Guang shan."

Jiang Yanli "dan yang membuat A'Cheng tidak sadar dan kelelahan setiap malam pasti Wen Rouhan. Bukankah saat itu dia terlalu terobsesi dengan A'Cheng?"

Wei Wuxian "mereka berkerja sama, Jiang Yue yang akan mendapatkan Lan Xichen dan Wen Rouhan mendapatkan Jiang Cheng berserta serpihan Yin Hufu."

Hening kembali menyelimuti ruangan tersebut hingga tiba-tiba...

Booooommm

Braaakk..

"MEILIN" teriak Wen Qing, Wei Wuxian, Jiang Yanli dan Lan Xichen.

Suara ledakan dan tubuh Meilin yang menabrak pintu dengan kondisi memuntahkan berteguk-teguk darah dan sekujur tubuh yang penuh luka.

Lan Xichen "Meilin, apa yang sudah terjadi."

Lan Meilin "a,,,yah,,, i,, bu,,, da,,, lam,, ba,, ha,, ya" Dengan terbata dan bersusah payah berucap dan jatuh tak sadarkan diri dalam dekapan Lan Xichen.

Lan Xichen "Meilin" Panggilnya panik.

Wen Qing "baringkan disamping Jiang Cheng"

Lan Xichen mengendong Meilin ala pengantin. Saat mereka berbalik mereka terkejut saat tidak mendapati Jiang Cheng diatas tempat tidurnya lagi.

Lan Xichen "A'yin."

Wei Wuxian "brengsek, Ini pengalihan."

Lan Xichen "nona Wen, tolong obati Meilin, aku akan mencari A'yin."

Lan Xichen membaringkan Meilin ditempat tidur yang sama dengan Jiang Cheng sebelumnya dan meninggalkan kamar diikuti Wei Wuxian untuk mencari Jiang Cheng.

Kemarahan sudah mendominasi didalam diri Lan Xichen, pertama istrinya sekarang putrinya ikut dalam bahaya. Lan Xichen pergi dengan Shuyue dan Liebing dikedua tangannya. Wei Wuxian juga kemarahan didalam dirinya menggenggam erat Cheng Qing ditangannya.

Mereka berdua pergi meninggalkan Yumeng dan menuju goa dibukit Luang Zhang.

~~~

Disuatu tempat.. Seorang pria membaringkan Jiang Cheng didalam peti kaca. Setelah itu peti kaca tersebut tertutup dengan rapat menyisahka  lubang di keempat sisi untuk keluar masuk udara.

Sosok lain didalan ruangan duduk dengan tenang menikmati minumannya.

... "Wen Rouhan, setelah ini apa yang akan kau lakukan?"

Wen Rouhan "aku ingin segara memiliki Yin Hufu didalam tubuhnya."

...."sepertinya akan susah, Wei Wuxian sudah merubah serpihan Yin Hufu menjadi inti hitam dan tertanam dalam jantung Jiang Cheng. Sebab itu Jiang Cheng sangat mudah mengendalikan energi iblis. Tapi jika kau menarik inti hitam itu bisa saja nyawa ikut terancam."

Wen Rouhan "Wang Yue, kau pasti tau caranya. Kau sudah terlahir sebagai kultivator iblis. Inti hitam sudah kau miliki sejak lahir. Kedua orang tua yang merawatmu adalah raja iblis dan kaisar langit. Pasti kau tau caranya"

Wang Yue"aku tidak tau ayah tidak pernah memberitahuku tentang itu. Lagipula cara yang bagaimana yang bisa menarik inti hitam yang bersemayam dijantung tanpa membahayakan nyawanya? Tidak ada Wen Rouhan. Mungkin lebih baik kau urungkan niatan itu. Lebih baik kau cara untuk mengalahkan Wei Wuxian dan merebut Yin Hufu yang tersisa ditangannya. Dan aku akan mencari cara untuk menaklukkan Lan Xichen supaya dia menjadi milikku."

Wen Rouhan "tapi bagaimana cara memulihkan dia?"

Wang Yue "biarkan dia dalam sana. Peti kaca itu akan mengobati Jiang Cheng dengan sendiri. Tapi peti kaca itu tidak akan membuat dia sadar jika tidak dibuka." Bangun dari duduknya dan menatap Jiang Cheng dengan tatapan datar."aku akan pergi, kita lihat apa yang dilakukan suami dan saudara tercintamu itu lakukan di luang Zhang saat tidak menemukan dirimu disana."

Wang Yue langsung menghilang meninggalkan Wen Rouhan dengan Jiang Cheng.

~~~

Tbc
Gaje banget ceritanya ya. Kayak maksa banget😌😌🤣🤣

2 KULTIVATOR IBLIS(tanpa Revisi)(selesai) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang