chapter 23

214 21 4
                                    

Typo bertebaran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Para anggota gushu baru kembali setelah pemakaman keturunan Gushulan. Lan Xichen berjlan kearah Hanxi, tidak ada senyuman diwajah nya seperti biasa.

Lan Xichen membuka pintu Hanxi, dan netra emasnya menatap sosok yang berharga untuknya tengah berbaring diatas tempat tidur.

Lan Xichen menutup pintu Hanxi berjalan perlahan kearah tempat tidur menatap wajah sang istri yang terlelap Dan kedua putranya yng ikut meringkuk memeluk Jiang Cheng yang berada ditengah.

Bisa Lan Xichen lihat walau putrinya sedang tertidur tapi mata sang putri terlihat bengkak karna terlalu banyak menangis saat tau kalau sang ibu hampir saja meregang nyawa. Tapi kesedihan akan kehilangan tidak bisa dihindari, bayi yang selama ini dinantikan kelahirannya harus tiada bhkan belum sempat dilahirkan.

Ya, Lan Xichen baru kembali setelah memakamkan bayinya dan Jiang Cheng. Setelah kejadian di kuil malam itu, Jiang Cheng berhasil bertahan hidup walau harus membayar dengan nyawa sang anak. Bayinya tidak bisa bertahan didalam kandungan Jiang Cheng hingga tabib terpaksa membedah perut Jiang Cheng untuk mengeluarkan bayi tak bernyawa tersebut.

Putrinya Lan Meilin sempat menangis karna kehilangan adik yang sangat dia nantikan sejak lama, tapi kesedihannya tidak bertahan lama karna setidaknya sang ibu tetap selamat. Itu yang Lan Meilin pikirkan.

Lan Xichen masih terdiam sambil menatap istri dan anak-anak nya. Hingga sebuah suara mengembalikan kesadarannya.

Jiang Cheng "Huan, kau sudah kembali? " Dengan nada lemah.

Lan Xichen "iya, baru saja aku kembali."

Jiang Cheng "maaf, aku tidak bisa mempertahankan putra kita." Ada nada kesedihan dan kecewa pada dirinya sendiri.

Lan Xichen "tidak masalah, yang terpenting kau tetap hidup dan ada disampingku. Lagipula kita masih punya Lan Meilin dan Jiang Ziwu. Mereka berdua sudah cukup bagi kita." Menggenggam tangan Jiang Cheng yang masih sedikit dingin.

Lan Xichen "A'yin, maaf aku tidak bisa menemanimu untuk berapa hari, aku akan berada di goa dingin untuk mengambil hukumanku." Sambung Lan Xichen

Jiang Cheng "mengambil hukuman? " Dahi Jiang Cheng mengkerut bingung. "Hukuman untuk apa Huan, memangnya kau melakukan kesalahan apa?" Sambungnya.

Lan Xichen "aku... " Terdiam ragu untuk mengutarakan kebeneran tentang kesalahan yang diperbuat. "Aku melakukan kesalahan karna tidur dengan Wang Yue."

Tubuh Jiang Cheng menegang, tanpa sadar Jiang Cheng menarik tangannya yang digenggam Lan Xichen. Membuang wajah kearah manapun asal tidak bersitatap dengan Lan Xichen.

Lan Xichen narik nafas pasrah akan reaksi sang istri. Dia sudah tau bahwa ini akan terjadi. Tapi Lan Xichen tidak mempermasalahkan reaksi Jiang Cheng dan hanya bisa berharap saat dia kembali dari menyelesaikan hukuman, sang istri sudah mau memaafkannya.

Lan Xichen "A'yin aku pergi sekarang. Jika terjadi sesuatu kau bisa memberitahuku."

Jiang Cheng hanya diam dan masih enggan menatap Lan Xichen. Lan Xichen berjalan keluar dari hanxi dan menemui pamannya.

Saat pintu tertutup air mata mengalir di pelipis Jiang Cheng. Ya, Jiang Cheng menangis dalam diam. Agar tidak membangunkan kedua anaknya yang terlelap dikanan kirinya.

~~~

Beberapa minggu berlalu, Lan Xichen masih belum kembali dari masa hukumannya. Sedangkan Jiang Cheng masih memilih diam diHanxi.

Bukan karakter Jiang Cheng sekali, yang biasa meledak-ledak, Tiba-tiba menjadi pendiam. Tapi semua mengira diamnya Jiang Cheng karna masih berduka atas gugurnya kandungannya.

Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya dikamar tamu. Wen Qing masih merawat Wei Wuxian dengan baik. Untuk nya Wei Wuxian sudah saudara 1 minggu yang lalu, setelah 1 minggu tidak sadarkan diri.

Wei Wuxian sempat mengamuk setelah mendengar cerita Wen Qing atas apa yang terjadi selama tidak sadarkan diri. Tapi Wen Qing berhasil meredam emosi Wei Wuxian.

walau sekarang Wei Wuxian tidak memiliki yin Hufu tetap saja, Wei Wuxian seorang kultivator iblis dia punya ChengQing sebagai senjatanya yang lain. Wen Qing tidak ingin Wei Wuxian terluka lebih dalam lagi.

Seperti sekarang Wen Qing memberikan ramuan untuk memulihkan kondisi Wei Wuxian. Hingga pertanyaan Wen Qing membuat Wei Wuxian terdiam.

Wen Qing "Wuxian, siapa ayah dari janin yang kau kandung?"

Wei Wuxian ".... "

Wen Qing "apa itu anak Hangguang-jun? Aku bisa merasakan energi Hangguang-jun didalam dirimu."

Wei Wuxian "iya dia anak Lan Zhan. Apa semua orang sudah tau tentang janin ini? "

Wen Qing menggeleng "masih tidak ada yang tau tentang kehamilanmu."

Wei Wuxian "baguslah. Jangan sampai ada yang tau tentang kehamilan ku."

Wen Qing "sampai kapan?, kandungan mu akan terlihat beberapa bulan lagi. Jika kau masih berkeliaran disekita 4 sekte besar, mereka akan tau tentang kehamilanmu."

Wei Wuxian "setelah keadaan Jiang Cheng membaik, aku memutuskan mengngembara, setidaknya sampai anak ini lahir dan aku punya alasan saat nanti aku membawanya pulang ke Yumeng. "

Wen Qing "apa kau tidak ingin Hangguang-jun bertanggung jawab atas bayi janinmu?"

Wei Wuxian menggeleng "hal itu hanya akan merusak nama baiknya. Aku bisa menjaga dan merawat bayi ini sendiri nanti."

Wen Qing "tapi namamu akan didengar semakin buruk Wei Wuxian. Apa kata mereka nanti saat kau pulang malah membawa bayi?."

Wei Wuxian "aku tidak peduli kata mereka. Dan aku masih sanggup untuk melawan mereka jika mereka berani melukai anakku."

Wen Qing "Wei Wuxian jika keputusanmu sudah bulat, aku tidak bisa mencegahnya. Tapi biarkan aku ikut denganmu kemanapun kau pergi."

Wei Wuxian "Wen Qing.... "

Wen Qing "ayo kita menikah, kita rawat anak itu bersama nanti. Dan kita buat anak itu seolah memang milik kita. Semua akan mengira akulah yang mengandung anak itu. Aku mohon, mungkin dengan ini aku bisa membalas semua kebaikanmu padaku dan adikku?Dan mungkin dengan cara ini aku bisa mendapat balasan dari cintaku selama ini." tentu saja kata²terakhir hanya bisa terucap didalam hati.

Wei Wuxian "baiklah. kita akan menemui Jiang Cheng dan mengatakan kalau kita akan mengembara setelah menikah."

Wen Qing mengangguk dan tersenyum kecil.

~~~

Sedangkan diHanxi. Jiang Cheng mendapat tamu yang diundang. Jiang menatap tamu didepannya, dengan intens.

Wang Yue "kenapa kau menatapku seperti itu?

Jiang Cheng " Kenapa kau tiba-tiba datang kemari setelah berminggu-minggu menghilang?"

Wang Yue "Cheng cheng, apa kau sudah tau kalau aku dan Xichen... " Tidak melanjutka  perkataannya.

Jiang Cheng "iya aku sudah tau, sebab itu sampai sekarang xichen belum kembali setelah mengambil hukumannya. Apa kau datang untuk meminta pertanggung jawaban Lan Xichen atas kehamilanmu? " Wang Yue terdiam"diammu kuanggap iya. Setelah Xichen kembali, aku akan meminta berpisah dengannya, dan meminta dia untuk bertanggung jawab atas kehamilammu."

Wang Yue "tidak perlu, aku tidak ingin Lan Xichen bertanggung jawab atas kehamilanku dengan cara menikahiku dan meninggalkanmu. Cukup Lan Xichen mengingat anak yang ku kandung setelah itu aku akan membesarkannya sendiri."

Jiang Cheng "kenapa, bukan kah kau menginginkan Lan Xichen? Kenapa kau menolak saat aku ingin menyerahkannya padamu? Apa karna kau merasa berhutang nyawa padaku..? "

Wang Yue "aku... "

~~~

Tbc

2 KULTIVATOR IBLIS(tanpa Revisi)(selesai) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang