chapter 17

244 27 3
                                    

Typo bertebaran..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Wei Wuxian dan Lan Wangji menyusuri kota nie hingga masuk kedalam hutan. Tapi tidak ada yang mencurigakan. Hingga mereka berdua melanjutkan perjalan hingga tiba di sebuah kota yang penuh dengan kabut. Wei Wuxian membaca papan nama diatas gapura yang bertuliskan, 'kota peti mati'.

Wei Wuxian dan Lan Wangji memasuki kota penuh kabut itu. Sepi, kata itu cocok menggambarkan kota tersebut, Tidak terlihat seorangpun penghuni didalamnya. Tapi, Wei Wuxian dan Lan Wangji dapat merasakan energi gelap yang besar ada ditempat itu.

Lan Wangji bersiap dengan bichen dan wei Wuxian dengan Cheng Qing saat energi gelap itu semakin dekat. Dan benar, secara tiba-tiba gerombolan mayat hidup menyerang dari segala arah. Lan Wangji bertarung melibas mayat hidup dengan brutal. Wei Wuxian bersiul dan tibalah Wenning yang bertarung dengan mayat hidup itu bersama Wangji.

Hingga netra merah Wei Wuxian menangkap sosok berjubah hitam dan tudung yang menyembunyikan wajahnya, berdiri di salah satu atap rumah, dikedua tangannya dikelilingi kepulan asap hitam keunguan yang menandakan dialah yang mengendalikan semua mayat yang menyerang mereka.

Wei Wuxian melompat keatas atas berdiri atas atap rumah, berjarak satu rumah dengan sosok berjubah hitam itu.

Wei Wuxian dapat melihat sudut bibir orang itu terangkat, menunjukan senyum liciknya.

Wei Wuxian "siapa kau? Apa mau? Apa kau yang bersekongkol dengan roh Wen Rouhan didalam tubuh Jin Guang shan? Katakan jangan hanya diam."

.... "Aku akan memberitahu mu cara menghancurkan roh Wen Rouhan. Tapi, dengan syarat, serahkan Lan Xichen padaku."

Wei Wuxian terkejut mendengar suara sosok berjubah hitam tersebut. Terlebih lagi orang itu menginginkan Lan Xichen suami shidinya.

Wei Wuxian "kau, kenapa suaramu mirip dengan.... Tidak mungkin. Siapa kau sebenernya, untuk apa kau menginginkan Lan Xichen.?"

Lagi² sosok itu hanya diam dan tersenyum kecil, sangat kecil. Saat Wei Wuxian akan mendekat sosok itu langsung menghilang menjadi gumpalan asap hitam keunguan. Dan saat Wei Wuxian menoleh kebawah mayat hidup langsung menghilang entah kemana. Hingga sebuah suara masuk kegendang telinga sebelah kirinya.

...... "Jika kau setuju dengan syarat ku, datanglah kegoa yilling. Dan yang pasti kau datang dengan membawa Lan Xichen padaku."

Wei Wuxian menoleh kearah kiri, tidak ada seorangpun disebelahnya, lalu bagaimana pesan suara itu sampai padanya sedangkan sosok tersebut telah pergi.

Wei Wuxian turun kebawah, Lan Wangji dan Wen ning mendekati Wei Wuxian dengan raut wajahnya yang datar tapi di dalam hatinya dia khawatir terhadap Wei Wuxian.

Lan Wangji "Wei ying."

Wei Wuxian "Lan zhan, sosok itu menginginkan Xichen ge sebagai pertukaran. Diakan memberitau cara melenyapkan roh Wen Rouhan, tapi sebagai ganti informasi kita harus menyerahkan Xichen ge padanya."

Lan Wangji "...." Lan Wangji terdiam masih mencerna perkataan Wei Wuxian. "Kita, harus membicarakan ini pada xiaozhang dan kakak ipar beserta para tetua."

Wei Wuxian "baiklah, kita pulang dan membicarakan ini pada mereka."

Mereka berdua dan Wen ning keluar dari kota berjalan pulang ke Yumeng Jiang besok karna hari sudah mulai malam. Mereka mencari sebuah penginapan dan bermalam disana.

~~~

Tengah malam di Yumeng Jiang.
Dikamar, Jiang Cheng terlelap seorang diri dikamar tersebut. Hingga kumpulan asap hitam menyelinap masuk dari cela jendela, berkumpul diatas Jiang Cheng.

2 KULTIVATOR IBLIS(tanpa Revisi)(selesai) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang