Aisley tidak melangkah menuju kelasnya setelah semua yang terjadi barusan. Karena jika ia kembali ke kelas, sudah pasti ia akan diikuti oleh para sahabat Darka yang sempat berpapasan dengannya di depan pintu kantin.
Tidak mungkin mereka tidak melihat kelakuannya!
Dan tidak mungkin juga mereka diam begitu saja setelah sahabatnya ia rendahkan seperti tadi!
Mereka pasti akan balas dendam, kalau tidak dilarang oleh Darka.
Langkahnya terhenti disebuah taman indah di sekolahnya tapi sepi karena rumor tak jelas.
Ia berencana untuk duduk disana dan merenungkan semua yang terjadi akhir-akhir ini tapi tiba-tiba saja ia mendapati sosok Raden yang sudah lebih dulu menduduki kursi taman yang ingin ia duduki.
Karena ini adalah kesempatan yang tak bisa dilewatkan, Aisley melangkah mendekati Raden dengan terus mengumpulkan keberaniannya.
Walau ia takut Raden akan membencinya karena kejahatan yang telah dilakukan oleh Mack, tapi Aisley perlu bicara empat mata dengan laki-laki yang sudah ia anggap seperti Abang sendiri.
"Abang!" panggil Aisley pada Raden.
Hebatnya, walau Mack yang merupakan ayah kandungnya telah membunuh kedua orang tua Raden tapi Raden tak mengusirnya.
Raden justru mempersilahkan dirinya untuk ikut duduk di kursi taman itu.
"Kenapa kesini, Ais?" tanya Raden hati-hati.
"Abang nggak benci sama aku?" Aisley yang ditanya malah balik bertanya.
Gelengan kepala kuat dari Raden membuat secercah kebahagiaan itu muncul secara tak terduga di hati Aisley. "Beneran'kan, Bang?"
"Jadi kamu udah tau siapa penyebab kematian Bapak dan Ibu, ya?" tebak Raden setelah menilai dari ketidak percayaan Aisley dan juga ke antusiasan gadis itu yang sangat nampak.
Aisley mengangguk lalu berkata, "Lebih tepatnya aku tau kalau Tuan Mack adalah dalang dibalik semua ini."
Disaat Raden berkutat dengan pikirannya yang cukup rumit, tanpa terduga gadis bermata kucing yang tubuhnya bukan merupakan miliknya sendiri itu memeluk Raden dengan sangat erat.
Raden tentu kaget dan ingin segera melepaskan pelukan itu karena mereka berdua masih di area sekolah. Dan ia juga takut kalau sampai si Darka melihat ini semua!
Ia takut alurnya akan semakin kacau kalau keduanya semakin menjauh!
Tapi suara Aisley lagi-lagi mampu meluluhkannya.
"Abang, izinin aku peluk tubuh Abang bentar aja ya! Aku capek banget sama dunia ini," pinta Aisley yang mengandung makna cukup dalam.
Faktanya, Aisley memang secapek itu. Dan ia butuh pelukan dari seseorang yang dekat dengannya.
Andai bisa, Aisley ingin mengakhiri ini semua. Ia tak ingin melanjutkan hidup sebagai orang lain. Tapi, untuk bunuh diri ia tak sanggup. Ia tak tega menyakiti tubuh yang bahkan bukan miliknya.
Aisley takut, Aisley asli akan kecewa padanya jika sampai ia bunuh diri.
Dan ia sangat yakin, pasti tidak tanpa alasan juga tujuan hingga jiwanya berakhir ditubuh ini.
Alasan dan tujuan itu pasti ada!
Setelah cukup lama berpelukan, keduanya pun mengakhiri acara pelukan itu dengan senyuman yang terukir di wajah masing-masing.
Pelukan yang terjadi cukup lama dan tanpa mengeluarkan banyak kata yang barusan itu cukup bermakna bagi keduanya yang sama-sama baru kehilangan.
"Abang pasti ngerasa sendiri ya dirumah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
new journey!! [END]
Romance-Typo bertebaran -Belum revisi [Transmigrasi story] Anggita Magnolia kini hidup di tubuh orang lain. Lebih tepatnya ia sudah meninggal dan jiwanya masuk ke dalam sebuah novel online yang sempat ia kritik sebelum tidur. Ia masuk ke tubuh si figuran...
![new journey!! [END]](https://img.wattpad.com/cover/359766642-64-k110986.jpg)