NJ-53

13.5K 432 20
                                        

"Nak Aisley, mari kita pulang ke rumah Om! Tante kamu udah nungguin kedatangan kita," ucap Om Isamu sesaat setelah Darka dimasukkan kedalam ruang UGD. "Dan soal anak laki-laki tadi, biar dia dijaga sama orang suruhan Om."

Aisley yang mendengarnya menatap tak percaya kearah Om Isamu, "Bisa-bisanya Om ngomong gitu?! Temenku lagi kritis, Om! Aku nggak bisa ninggalin dia sendiri disini." Setidaknya tungguin sampe keluarganya datang.

"Dia bukan teman kamu, Nak Aisley. Nggak usah ditutupi, Om tahu dia mantan pacar kamu. Tante Ruby udah cerita tentang kelakuan dia pas kalian masih pacaran dan Om sama sekali nggak bisa mentoleransi kelakuan dia. Menurut Om, sekalipun dia udah nyelamatin kamu tadi, kamu nggak perlu repot-repot sampe temenin dia disini.

Dengan Om bawa dia ke rumah sakit ini untuk mendapat pertolongan pertama itu udah lebih dari cukup. Kamu nggak perlu merasa berhutang budi padanya, atau jangan-jangan kamu sedang mengkhawatirkan kondisinya?" balas Om Isamu yang ternyata mengetahui segala tentangnya lebih dari dirinya sendiri.

Aku khawatir ke dia? Iya sih aku takut dia kenapa-kenapa tapi apa rasa khawatir ini nggak wajar? Ah-- pasti ini ulah si takdir mutlak itu! Aisley berperang dengan batin dan otaknya.

Belum sempat Aisley menyanggah perkataan Om Isamu tiba-tiba saja ada seorang laki-laki bertubuh tinggi kekar dan sepertinya seumuran dengan Mack yang datang lalu mendahuluinya untuk menyanggah perkataan Om Isamu.

Apa mungkin dia ayahnya Darka ya? pikir Aisley saat melihat pakaian Brata yang serba baju loreng hitam dan hijau.

"Setahu saya, anda bukanlah orang tua Aisley tapi mengapa anda seperti terlalu mengaturnya? Dan kenapa anda sedikit ikut campur dalam urusan percintaan Aisley dengan putra saya? Putra saya memang melakukan kesalahan dengan mendekati gadis lain sebelum memutuskan hubungannya dengan Aisley, tapi dia tidak sampai berselingkuh. Dan walau telat, dia sudah menyadari kesalahannya.

Kini dia pun rela terbaring di UGD demi mendapat maaf dari gadis yang katanya sangat dia cintai itu. Saya tidak memaksa Aisley untuk kembali menerima putra saya, tapi saya sangat mengapresiasinya karena tidak meninggalkan Darka sebelum keluarganya datang. Entah Aisley memang khawatir pada putra saya atau apapun itu, tapi yang jelas Aisley adalah gadis yang baik, berhati besar dan sangat respek pada orang lain. Pantas saja kalau putra saya ingin memilikinya kembali. Dan tolong urusan hati biar menjadi urusan keduanya. Kita sebagai orangtua hanya bisa mengarahkan," sanggah Brata, ayah Darka.

Om Isamu menggeram tapi ia masih berusaha untuk menahannya. Bapak-bapak didepannya ini terkesan sangat memanjakan putranya walaupun dia adalah seorang Tentara.

"Tapi kenapa saya malah merasa anda--" Belum sempat Om Isamu mengutarakan keseluruhan isi hatinya, Aisley lebih dulu memotongnya.

Aisley tahu ini tak sopan, tapi entah mengapa ia merasa Om Isamu yang merupakan ayah kandungnya itu akan mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakiti hati lawan bicaranya, jadi ia memutuskan untuk memotong ucapan Om Isamu.

"Ah-- maaf, Jadi Om ini adalah ayahnya Darka ya?" potong Aisley.

Brata mengangguk, lalu mulai mengenalkan dirinya. "Benar, kenalkan nama saya Brata dan saya adalah ayahnya Ayon."

"Ayon?" Bingung Aisley.

"Ayon dan Darka adalah satu orang yang sama. Ayon itu nama panggilan orang rumah untuk Darka, Nak Aisley."

Nama panggilan yang lucu, eh-- nggak nggak! Nggak jadi!

"Oh begitu, salam kenal ya Om. Aku nggak perlu kenalin namaku kan? Soalnya Om Brata udah tau sebelum aku ngenalin diri."

"Iya tidak usah. Ayon cukup sering curhat tentang kamu akhir-akhir ini."di

Keakraban kedua orang itu membuat Om Isamu jengah, lalu ia memilih pergi sebentar ke kantin rumah sakit untuk membeli kopi. Ia pergi tanpa pamit dengan harapan nanti saat ia kembali kesini lagi, keduanya sudah tak lagi mengobrol.

new journey!! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang