Aisley yang datang lebih lambat dibanding lainnya kaget karena ia tak hanya mendapati polisi saja disana tapi juga ada Om Isamu sebagai pelapor.
Ia juga menangkap senyum tipis Om Isamu yang seperti bermaksud semuanya akan baik-baik saja. Tapi Aisley memilih tak menanggapi senyuman itu.
"Benarkah ini dengan Tuan Mack De Hayes langsung?" tanya Polisi¹.
"Ya saya sendiri. Ada apa ini sebenernya? Dan kenapa ada orang menjijikan yang datang bersama kelompok anda?" jawab Mack sambil menatap tajam Isamu.
"Baiklah, tidak perlu berbasa-basi. Kami akan menangkap anda selaku tersangka dalang atau otak dibalik kecelakaan maut yang menimpa pasangan Pak Ali dan Bu Leha. Pelapor, Bapak Isamu sudah memberikan bukti-bukti yang kuat, jadi silahkan ikut kami ke kantor polisi sekarang juga!" tegas Polisi² yang langsung memborgol kedua tangan Mack.
Beda dengan Mack yang tenang dan seolah tak masalah tangannya yang diborgol, kini Sapphire sudah mulai menggila.
Mack tenang tentu karena ia berpikir bahwa ia bisa mengandalkan Max sebagai putra pertamanya untuk bisa membebaskannya setelah ini.
Tapi Sapphire yang pada dasarnya sangat mencintai Mack dari awal tidak bisa untuk tidak merasa kehilangan. Ia benar-benar tidak rela cintanya, laki-lakinya, kesayangannya harus mendekam dibalik jeruji besi.
"PAK POLISI, SUAMI SAYA NGGAK BERSALAH!"
"DIA NGGAK BUNUH SIAPAPUN!"
"LEPASIN SUAMI SAYA!"
"PAK, LEPASIN SUAMI SAYA!"
"KASIHAN TANGANNYA KALAU DIBORGOL!" teriak Sapphire terus menerus.
Tapi teriakannya tentu tak dihiraukan oleh para polisi itu. Mereka malah segera pergi menggunakan mobil dinas. Tentu dengan Mack yang menjadi tawanan merek kali ini.
Kalau saja Zeven tidak menahan tubuh ibunya, mungkin kini Sapphire sudah menjambak atau menampar para petugas polisi yang tengah membawa Mack ke penjara.
"Mom, tenang dulu!" rayu Zeven tak tega dengan kondisi ibunya.
Tapi, tenang sedari awal bukanlah teman baik Sapphire. Dan kini Sapphire tengah memberontak dari tahanan putra keduanya.
"Arghh..., lepasin! Lepasin Mom, Zeven! Mom mau nyusulin Dad Mack!" pekik Sapphire keras.
"Kasihan Dad kalau dipenjara! Dia nggak salah! Mom nggak tega Dad masuk penjara dan bahkan tinggal dipenjara bertahun-tahun, nggak! Nggak boleh!
Karena tak segera dilepaskan, Sapphire langsung menggigit tangan Zeven yang menahannya.
Zeven yang berusaha menguatkan diri langsung meng-kode kakaknya untuk segera menyusul ayah mereka.
"Lo urus Dad, biar gue sama Aisley yang jagain Mom." Max mengangguk, lalu ia berlalu pergi dari sana.
Sebelum pergi, Max menyempatkan diri untuk melirik kearah Aisley. Hanya sebentar saja karena ia langsung pergi untuk menyelesaikan masalah yang mengekang Mack.
Ia juga sempat melirik tajam ke paman sialannya, Om Isamu.
Entah kenapa tapi Aisley merasa Max tahu kalau ini ada campur tangannya.
Kalau emang iya, kenapa dia bisa tahu?! batin Aisley yang takut jika kelakuannya terkuak dan Zeven juga Sapphire akan menggila padanya.
Ia tak mau hal itu terjadi! Ia takkan kuat kalau keduanya kembali menggila.
Dan ia lebih tak mau lagi kalau ia sampai diusir dari rumah ini oleh Sapphire.
Memang benar ia mungkin akan diberi tempat tinggal oleh Om Isamu, tapi setelah semua yang terjadi kini rasanya ia sangat canggung jika berdekatan dengan orangtua kandungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
new journey!! [END]
Romansa-Typo bertebaran -Belum revisi [Transmigrasi story] Anggita Magnolia kini hidup di tubuh orang lain. Lebih tepatnya ia sudah meninggal dan jiwanya masuk ke dalam sebuah novel online yang sempat ia kritik sebelum tidur. Ia masuk ke tubuh si figuran...
![new journey!! [END]](https://img.wattpad.com/cover/359766642-64-k110986.jpg)