"KALIAN GILA?! BAGAIMANA BISA KALIAN KEHILANGAN JEJAK LIA KU?!" pekik Darka tepat setelah dikabari oleh bawahan ayahnya kalau mereka kehilangan jejak taksi yang Aisley kendarai melalui sambungan telepon.
"Ampuni kami, Tuan muda!"
"KEMBALI KE MARKAS DAN SEGERA MINTA HUKUMAN KALIAN MASING-MASING KE KAPTEN!" Darka yang kalut mengatakan hal itu tanpa berpikir panjang.
"Siap laksanakan, Tuan muda. Tapi tidakkah sebaiknya kita mencari titik lokasi Nona Aisley terlebih dahulu?"
"Benar juga, baiklah kalau begitu kalian segera berpencar. Lacak juga GPS di ponsel Aisley, seingat ku saat kami masih pacaran dulu aku pernah menyambungkan GPS ponsel Aisley lewat laptop markas yang A.
Kau akan mencari Aisley bersama denganku jadi langsung sharelock lokasimu sekarang. Urusanku sudah selesai dan aku akan langsung ke tempatmu!"
"Siap laksanakan, Tuan muda. Akan saya kirim titik lokasi saya sekarang juga."
Setelah sambungan telfon itu terputus Darka segera meraih jaketnya, kemudian mengenakannya.
Lalu Darka melangkah pergi dari salon yang sebelumnya ia kunjungi untuk mengganti warna rambutnya sambil menyugar rambutnya yang kini sudah hitam kembali.
"Sialan! Bagaimana kalau Dex sudah melancarkan aksinya? Aku harus berjaga-jaga dengan menghubungi ayah sekarang juga," monolog Darka yang setelah itu mengirim pesan ke Brata.
To: Ayah
Keadaan genting, persiapan siaga 55
***
Di sebuah ruangan yang penuh dengan kemewahan karena warna gold yang terlalu mendominasi perabotan didalamnya, terdapat seorang gadis yang ditidurkan di atas ranjang ruangan tersebut.
Tidak hanya ditidurkan biasa, tangan dan kaki gadis itu diborgol ke tiap-tiap penjuru tiang ranjang.
Gadis yang tengah pingsan itu juga tidak sendirian disana.
Ada beberapa penjaga yang berjaga ditepian kamar dan ada juga seorang laki-laki yang tengah menunggu ia terbangun.
Gadis itu tak lain adalah Aisley dan laki-laki itu adalah mantan bodyguard nya dulu, Dexion.
Dexion menatap penuh binar kearah wajah Aisley yang matanya terpejam tenang dan bibirnya terkatup rapat.
Tanpa takut jika Aisley terganggu atau terbangun dari pingsannya, Dexion mengelus pelas anggota tubuh Aisley dimulai dari puncak rambutnya.
Tentu sebelum itu ia sudah menyuruh para penjaga yang ada didalam kamar ini untuk pergi dan berpindah menjaga dari luar kamar saja.
"Rambut yang lembut dan wangi ini adalah rambut impian semua wanita. Dulunya tumbuh dengan panjang dan terus terjaga lembutnya. Sayang sekali kau memotongnya jadi pendek, tapi tak apa kita bisa membuatnya kembali panjang nantinya.
Saya bisa berjanji untuk membiayai rambut ini agar kembali memanjang, Nona muda Aisley," ucap Dexion yang sedang membawa beberapa helai rambut Aisley ke indra penciumannya.
"Hmm..., saya selalu menyukai rambut anda, Nona."
Perlu beberapa saat untuk bisa melepaskan candunya pada rambut Aisley hingga kini Dexion beralih fokus pada pahatan yang terlalu sempurna di wajah Aisley. Ia mulai mengelus dahi Aisley yang tak terlalu lebar itu.
Dexion kemudian beralih mengelus alis tipis milik Aisley, lalu tangannya berhenti cukup lama disana.
Ia kembali fokus pada keseluruhan wajah Aisley.
KAMU SEDANG MEMBACA
new journey!! [END]
Romance-Typo bertebaran -Belum revisi [Transmigrasi story] Anggita Magnolia kini hidup di tubuh orang lain. Lebih tepatnya ia sudah meninggal dan jiwanya masuk ke dalam sebuah novel online yang sempat ia kritik sebelum tidur. Ia masuk ke tubuh si figuran...
![new journey!! [END]](https://img.wattpad.com/cover/359766642-64-k110986.jpg)