NJ-52

13.1K 474 34
                                        

Dengan persiapan yang matang meskipun cukup dadakan, Darka lompat dan terjun dari helikopter milik keluarganya yang kini sudah berada diatas Mansion yang Dexion gunakan untuk menyekap Aisley.

Setelah mendarat di atap Mansion Dexion dengan aman, Darka segera berjalan merayap untuk bisa sampai ke balkon kamar yang ada dilantai teratas.

Jika sesuai dengan apa yang sudah bawahan ayahnya katakan, seharusnya Aisley diletakkan dikamar teratas dilantai paling atas. Dan dilantai teratas hanya ada satu kamar dengan dilengkapi balkon juga, jadi sudah pasti balkon kamar yang kini ia tuju adalah kamar yang Aisley tempati.

Darka terus melanjutkan aksi merayapnya dengan menuruni dinding tinggi dan sesekali melihat kearah halaman mansion Dexion yang sepi karena para penjaganya sudah ditangani oleh bawahan ayahnya menggunakan gas beracun yang diledakkan tanpa mengeluarkan suara. Para penjaga itu mati dan sudah dibereskan oleh para bawahan ayahnya.

Ah, sebenarnya pun kini Brata dan sekelompok orang kepercayaan ayahnya sudah menyelesaikan misi membunuh seluruh keluarga Dexion hingga hanya tersisa Dexion saja.

Well, Dexion adalah jatah Darka jadi mari kita habisi laki-laki yang berani menculik gadisnya setelah ini.

Darka segera melompat, lalu mendarat ke lantai balkon kala ia sudah dekat dengan balkon.

Tanpa aba-aba ia langsung mendobrak pintu balkon yang untungnya tidak dikunci.

Brak!

Pintu balkon terbuka dan Darka langsung mendapati Dexion yang kini sedang menatap tajam kearahnya.

Tapi yang menjadi fokusnya kini bukan tatapan Dexion, melainkan tindakan laki-laki gila itu!

Bagaimana bisa orang yang katanya terobsesi dengan Aisley itu malah mengarahkan sebuah pistol ke arah Aisley yang sedang tak sadarkan diri.

"Jauhin pistol itu dari Lia!" titah Darka yang tentu saja tak membuat Dexion tunduk seketika.

Karena perintahnya tak segera dikerjakan Darka langsung hendak melangkah mendekati Aisley tapi langkahnya terhenti seketika kala ia melihat Dexion malah bersiap-siap menekan pelatuk pistol yang digenggamnya.

"Kalau anda semakin mendekat ke Nona muda Aisley, maka saya tak kan segan-segan menekan pelatuk ini!" Dexion mulai mengancamnya.

Dasar bedebah gila! rutuk Darka yang kesal.

"Sebenarnya apa mau lo, Dexion gila?!" seru Darka tak sabaran.

Dexion menggeram marah. Ia tak suka olokan yang Darka lontarkan. Dan ia masih 100% waras. Ya, mungkin hanya kelebihan obsesi pada Aisley, tapi itu sedikit. Kalau pun ia benar gila, Dexion yakin, Darka lebih gila dibandingkan dirinya.

Karena buktinya laki-laki yang katanya masih anak SMA itu berani membantai seluruh keluarganya hanya demi Aisley.

Sialan, saya ingin sekali membunuhnya dibanding harus kehilangan Nona muda Aisley. Saya tak peduli jika hidup tanpa keluarga sekalipun, toh mereka tidak asik. Menghabiskan hidup bersama Nona muda Aisley berdua saja pasti juga akan sangat menyenangkan! batin Dexion.

"Saya hanya menginginkan Nona muda Aisley. Tidak ada yang lainnya. Lalu apa tadi? Anda memanggil saya gila?! Sepertinya sebutan itu lebih cocok untuk anda yang tega membantai habis keluarga saya. Dan jika kedatangan anda kesini adalah untuk mengambil Nona muda Aisley dari saya, maka lebih baik saya bunuh saja Nona muda Aisley agar tidak ada yang bisa memilikinya diantara kita. Bukankah itu adil?" jawab Dexion tanpa mengalihkan arah pistol yang diarahkan ke jantung Aisley.

Darka mengangkat sebelah alisnya, lalu ia menunjuk kearah Dexion menggunakan jari telunjuknya.

"Lo marah karena keluarga lo dibantai atau marah karena gue bisa tau tempat lo?! Segila-gilanya gue, gue nggak pernah ada keinginan buat ambil Lia dari keluarganya kayak yang lo lakuin sekarang!

new journey!! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang