Aisley tidak langsung mencari bukti yang ia butuhkan ke laci-laci yang ada di ruang kerja Mack. Ia justru membuka satu persatu tumpukan dokumen yang ada diatas meja.
Siapa tahukan ada sesuatu yang bisa dijadikan bukti?
Lagipula pembunuhan yang menimpa Pak Ali dan Bu Leha masih belum lama ini terjadi. Jadi mungkin saja saking sibuknya Mack tidak sengaja meletakkan sesuatu yang bisa dijadikan bukti diatas meja bersama para dokumen lainnya.
Waktu berjalan begitu cepat. Sudah terhitung 20 menit lamanya sejak Aisley memulai pencarian bukti yang bisa memberatkan Mack, namun ia tidak bisa menemukan apapun. Tumpukan dokumen yang ada di atas meja itu benar-benar berisi dokumen perkejaan saja.
Aisley hendak menyerah dan beralih ingin mencari ke dalam laci-laci, tapi masih ada 5 dokumen yang belum ia periksa. Akan tetapi ia masih memiliki secercah harapan dan dengan terpaksa pun ia membuka dokumen yang tersisa itu.
And gotcha!
Dari 5 dokumen yang tersisa, ternyata salah satu diantaranya ada yang berisi data diri beberapa laki-laki.
Aisley membaca dokumen yang berisi data diri beberapa laki-laki itu dengan seksama.
Tak butuh waktu lama Aisley langsung bisa menyimpulkan bahwa keempat orang yang data dirinya terpampang didalam dokumen itu adalah orang-orang suruhan Mack yang melaksanakan rencana pembunuhan itu.
Membawa dokumen itu saat ini tentu akan berpotensi besar menimbulkan kecurigaan jika suatu saat Mack mencarinya, jadi Aisley hanya bisa memotretnya saja kali ini. Nanti kalau ada waktu ia akan membawanya pergi untuk di fotocopy, setelah itu ia akan mengembalikan dokumen itu ke tempatnya semula.
Aisley yang tak ingin menyia-nyiakan waktu dan membuang kesempatan ini langsung segera bergegas mencari bukti lain di laci-laci yang ada diruangan tersebut.
"Sial, hidupku sekarang rasanya kayak lagi dikejar anjing," gerutu Aisley sambil terus mencari bukti-bukti yang bisa memberatkan Mack. "Ibaratnya kalau nggak lari sekarang aku bakal kena gigit anjing, dan kalau aku nggak segera jeblosin Tuan Mack ke penjara aku bakal dibuat susah terus sama dia."
Tak seperti tadi yang memerlukan waktu yang cukup lama, kini sepertinya dewi keberuntungan tengah berpihak pada Aisley. Buktinya baru mencari di 2 laci meja kerja Mack, Aisley langsung menemukan sebuah ponsel yang diperlihatkannya mencurigakan.
Bagaimana tidak mencurigakan kalau ponsel itu hampir setipe dengan ponselnya dulu saat ia menjadi Gita?!
"Mentang-mentang orang kaya, dia bisa punya hp lebih dari satu. Eh-- tapi yang dibawa ke kantor pasti ponsel yang paling penting kan? Tapi kalau ngelakuin hal jahat nggak mungkin pake ponsel utama karena pasti akan ada resiko! Jadi ada kemungkinan kalau Tuan Mack menghubungi orang-orang suruhannya pake hp ini kan?" Setelah bermonolog Aisley segera menghidupkan ponsel yang sayangnya tidak di password itu.
Tujuan utama tentu langsung aplikasi WhatsApp.
Tapi ia tidak menemukan apapun.
Aisley kini beralih ke aplikasi lainnya yakni Instagram. Tapi lagi-lagi ia tak menemukan pesan yang mencurigakan. Tak langsung menyerah begitu saja Aisley kembali beralih ke aplikasi yang berpotensi bisa untuk bertukar pesan.
Nihil, setelah membuka satu-satu aplikasi yang terpasang di ponsel itu ia tidak menemukan apapun di aplikasi lainnya.
Saat hendak meletakkan ponsel itu kembali ke laci tiba-tiba saja ada notifikasi pesan masuk dari seseorang yang nomornya bahkan tidak disimpan oleh Mack.
Notifikasi Masuk 📥
👤WhatsApp (1)
Unknown: Tuan, anda baru memberi kami 75% dari nominal seharusnya anda berikan untuk jasa yang sudah kamu kerjakan untuk anda. Kurang dari 24 jam kami ingin anda segera membayar secara lunas.
KAMU SEDANG MEMBACA
new journey!! [END]
Romantik-Typo bertebaran -Belum revisi [Transmigrasi story] Anggita Magnolia kini hidup di tubuh orang lain. Lebih tepatnya ia sudah meninggal dan jiwanya masuk ke dalam sebuah novel online yang sempat ia kritik sebelum tidur. Ia masuk ke tubuh si figuran...
![new journey!! [END]](https://img.wattpad.com/cover/359766642-64-k110986.jpg)