"Hari ini kamu dirumah dulu ya, Ais. Soalnya, Mom mau habisin waktu bareng kamu seharian ini," pinta Sapphire kala Aisley baru saja terbangun di pagi hari.
Aisley tentu saja kaget mendengarnya.
Bagaimana tidak kaget kalau ia yang baru membuka matanya, tiba-tiba saja di beri permintaan aneh oleh Sapphire. Masalahnya ini ia baru mendapatkan kesadaran, lho!
Ibu kandung Aisley asli itu sebenarnya kenapa sih?
Tapi, tunggu. Mungkinkah ini waktu yang tepat untuk melaksanakan misinya?
Misi untuk mencari bukti perencanaan pembunuhan keluarga Raden di ruang kerja Mack.
Ah, benar juga!
Ide ini sangat bagus karena saat ini Mack juga pasti sedang tidak ada di rumah.
"Oke, boleh. Tapi aku udah diizinin ke wali kelasku kan, Mom?" ucap Aisley seraya menyisiri rambutnya menggunakan jari-jari tangannya.
"Udah dong, tadi Dad yang izinin kamu sekalian berangkat ke kantor!" Sapphire menyahuti dengan antusias.
Aisley mengangguk, lalu berkata, "Syukur deh. Ngomong-ngomong hari ini mau quality time dimana, Mom?"
"Dirumah aja gapapa kan sayang?" tanya Sapphire hati-hati. "Tenang aja, Mom udah manggil Chef dari Korea buat masakin makanan Korea sama pesan pelayanan spa khusus dari Salon ternama buat pijatin kita. Jadi, meskipun quality time kita cuma di rumah aja tapi bakal tetap seru kayak diluar rumah!"
Apa itu nggak berlebihan ya? Ah tapikan orang kaya dan kuasanya emang beda lagi urusannya, batin Aisley pasrah.
Padahal menurut Aisley room tour sudah lebih dari cukup untuk qtime hari ini dan nanti diakhiri dengan minum teh bersama. Tapi sepertinya kalau adu ide dengan orang kaya memang agak susah.
"Wah kayaknya itu seru banget!" timpal Aisley yang berusaha menanggapi dengan rasa antusias.
"Eh-- Mom! Kalau misalnya aku minta ditemani keliling dulu di beberapa ruangan yang nggak aku ketahui di rumah ini, sebelum kita nikmatin pijatan dari Mbak-mbak Salon ataupun cobain masakan Chef yang kata Mom dari Korea, boleh nggak?"
Tanpa merasa curiga Sapphire langsung mengangguk bermaksud mengiyakan. Ia sepertinya malah merasa bahagia karena akhirnya sang putri bungsu mau meminta sesuatu padanya. "Boleh dong!"
"Oke, kalau gitu aku pergi mandi dulu." Aisley pamit pada Sapphire seraya turun dari tempat tidur, lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Sapphire yang ditinggalkan sendirian segera pergi kamar Aisley. Meski ia berniat ingin menyiapkan pakaian santai yang sesuai untuk Aisley tapi sepertinya ia tidak bisa. Nanti ia akan menyuruh Lila saja supaya menggantikan tugasnya.
Berada didekat seseorang yang pernah dibenci terlalu lama ternyata sesusah itu. Disisi lain Sapphire juga tidak bisa sendirian di suatu ruangan karena itu bisa membuat hatinya merasa bahwa ia tidak memiliki siapapun disisinya. Ia tidak mau merasakan kesepian dan kehilangan lagi.
Karena dari kecil ia sudah sering mendapatkan rasa kesepian itu dari orangtuanya dan Kakaknya, Ruby selalu membuatnya merasa kehilangan karena benda kesukaannya selalu direbut oleh Ruby. Bukan hanya benda, kasih sayang orang tua yang harusnya dibagi adil juga direbut semua oleh Ruby.
Kalau dibilang ia kini sudah bisa menerima Aisley dalam hidupnya, itu sebenarnya adalah sebuah kebohongan semata. Dan soal kasih sayangnya pada Aisley, itu bukan suatu kebohongan lainnya. Lebih tepatnya ia masih belum bisa memastikan apakah itu rasa sayang dari seorang ibu untuk putrinya atau bukan.
Sekarang semuanya begitu abu-abu.
Tapi,
yang terpenting baginya sekarang adalah ia tidak ingin ada salah satu dari apa yang sudah merupakan miliknya direbut kembali oleh orang lain, entah itu oleh keluarga Pak Ali yang merupakan orang asing ataupun oleh Ruby yang merupakan musuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
new journey!! [END]
Romance-Typo bertebaran -Belum revisi [Transmigrasi story] Anggita Magnolia kini hidup di tubuh orang lain. Lebih tepatnya ia sudah meninggal dan jiwanya masuk ke dalam sebuah novel online yang sempat ia kritik sebelum tidur. Ia masuk ke tubuh si figuran...
![new journey!! [END]](https://img.wattpad.com/cover/359766642-64-k110986.jpg)