"Darka, tolong turunin aku disini aja," pinta Aisley sembari menatap lekat ke arah Darka.
Dahi Darka mengerut heran, lalu ia bertanya, "Kalau turun disini, berarti kamu nggak jadi sekolah Lia? Kamu mau pulang ke rumah ya? Aku anter aja kalau emang iya."
Ia memang sempat melihat Aisley yang terlalu serius bertukar pesan dengan seseorang tapi ia tak bisa melihat siapa nama seseorang itu. Dan setelah melihat raut wajah Aisley yang berubah beberapa kali dari ke penasaran, lalu tiba-tiba bingung, dan kini sedikit sendu, kenapa Aisley justru ingin turun disini?
"Bukan gitu. Aku..., Aku bukan mau balik ke rumah, Darka. Tapi aku ada urusan lain," aku Aisley tanpa menutupi apapun.
"Oke, jadi kamu ternyata ada urusan lain. Aku hargai itu tapi tolong bolehin aku antar kamu ke tempat dimana urusan yang kamu bilang itu berada ya?" Darka berusaha memahami tapi ia tidak ingin kehilangan jejak Lia-nya. Jadi, ia berusaha melakukan semacam negoisasi?
Tapi sepertinya, negoisasi yang ia lakukan gagal, karena Aisley menolak permintaannya dengan cepat. Sangat cepat hingga tak membutuhkan waktu lama untuk sekedar Aisley jadikan pertimbangan terlebih dahulu.
"NGGAK USAH! Kamu turunin aku disini aja, aku udah pesen taksi kok. Kamu lanjut ke sekolah gih! Nanti kamu bisa telat kalau pake acara nganterin aku segala!" sahut Aisley cepat.
"Jadi, kamu khawatir sama aku, Lia?" ucap Darka dengan raut wajah yang penuh kemenangan. Dan dengan senyum lebar yang telah terukir di wajah bahagia itu.
Aisley sontak langsung melototkan matanya. "Pede gila! Siapa juga yang lagi khawatir sama kamu!"
"Emangnya yang barusan itu bukan termasuk khawatirin aku ya?" Darka dan tingkat kepercayaan diri yang tinggi itu benar-benar sangat menyusahkan Aisley yang sama sekali tidak bermaksud seperti itu.
Padahal aslinya, Aisley hanya ingin Darka sadar akan pentingnya sekolah jadi ia akan segera diturunkan oleh Darka, lalu Darka tak lagi memaksanya untuk ia jadikan sopir, atau mungkin lebih tepatnya penjaganya selama seharian penuh ini? Dan Darka bisa langsung pergi ke sekolah.
Berbeda dengan pemikirannya Aisley, Darka memiliki pemikiran yang lain lagi.
Meski ia memang senang Aisley seperti kembali mengkhawatirkannya lagi, tapi ia takkan terkecoh dengan taktik Aisley.
Lagipula sejak setelah ia memutuskan untuk kembali mengejar Aisley lagi, sejak saat itu juga ia sudah mengesampingkan semua hal termasuk sekolahnya. Kini yang menjadi prioritas utamanya benar-benar Aisley saja, jadi mana mungkin ia mementingkan sekolah sedangkan Lia-nya mungkin nanti menghadapi kesulitan saat berada jauh darinya?
"Bukan! Ih, kamu tuh beneran tambah nyebelin ya setelah kita putus!" seru Aisley yang sudah greget dengan mantan pacarnya.
Darka yang tengil langsung menyahuti balik Aisley. "Ya, makanya ayo balikan! Tapi jangan langsung mau pas aku ajak balikan, biarin aku perjuangin kamu dulu. Baru setelah perjuangan aku banyak, kamu boleh terima aku dengan versi terbaikku."
"Ogah! Siapa juga yang mau balikan sama kamu?! Dan bisa-bisanya kamu punya pikiran ngajak aku balikan setelah perlakuan kamu yang nyakitin ke aku?!
Oh, jadi ini alasan kenapa kamu ganggu kehidupanku terus! Mana sampe bela-belain deket sama keluargaku lagi! Ngaku gak kamu?! Kamu kasih jampi-jampi apa ke keluargaku kok mereka sampe mau nerima kamu?!" sewot Aisley yang sudah tak habis pikir dengan Darka.
"Emangnya kamu mau ngapain aku kalau udah tau jampi-jampi apa yang aku pake buat keluarga kamu? Mau jampi-jampi aku balik biar aku lupain kamu?" Ucapan Darka yang makin lama makin nyeleneh membuat Aisley ingin segera keluar saja dari mobil ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
new journey!! [END]
Romansa-Typo bertebaran -Belum revisi [Transmigrasi story] Anggita Magnolia kini hidup di tubuh orang lain. Lebih tepatnya ia sudah meninggal dan jiwanya masuk ke dalam sebuah novel online yang sempat ia kritik sebelum tidur. Ia masuk ke tubuh si figuran...
![new journey!! [END]](https://img.wattpad.com/cover/359766642-64-k110986.jpg)