NJ-55

17.3K 536 6
                                        

Setelah hari dimana Aisley dibawa pergi oleh Darka, Aisley jadi terpaksa tinggal bersama Darka dan keluarganya. Kalau sekarang sih bukan terpaksa lagi tapi sudah terlanjur nyaman karena buktinya tak terasa kini 1 Minggu sudah Aisley lewati bersama mereka.

Tidak, dengan Aisley yang tinggal satu atap bersama Darka dan keluarganya tak lekas membuat hubungannya dengan Darka jadi membaik.

Mereka tetap seperti sebelumnya karena Aisley yang membangun tembok tinggi tak kasat mata diantara keduanya.

Bahkan kini Darka menatap iri kearah Aisley yang sedang berinteraksi dengan kedua orangtuanya.

Tidak, Darka tidak iri karena kini perhatian kedua orangtuanya hanya tertuju sepenuhnya pada Aisley saja.

Melainkan ia iri karena mengapa Aisley bisa seakrab itu dengan orangtuanya, sedangkan padanya Aisley terlihat ogah-ogahan.

Padahal'kan yang membawa Aisley kemari adalah dirinya. Tapi kenapa Aisley malah akrab dengan orangtuanya?!

"Ayo makan yang banyak dong, Aisley!" seru Arunika pada Aisley seraya menambahkan lauk kedalam piring Aisley.

Bibir Aisley cemberut dibuatnya. "Mama, ini kebanyakan tau!"

"Heh! Kamu itu masih dalam pertumbuhan, jadi sarapannya harus banyak!" timpal Arunika tak terima penolakan.

"Ayah! Bilangin istrinya dong!" Tak menyerah Aisley kini mengadu pada Brata.

Saking akrabnya mereka, Brata dan Arunika sampai meminta Aisley untuk memanggil keduanya dengan panggilan 'ayah dan mama' sejak empat hari yang lalu. Awalnya Aisley tak enak, tapi sejak kemarin ia terbiasa menggunakan panggilan itu untuk memanggil Brata dan Arunika.

Brata yang Aisley kenali selama semingguan ini adalah tipikal suami yang berbeda jika dibandingkan dengan Om Isamu dan Mack.

Jika Om Isamu dan Mack cintanya lebih besar ke istrinya, maka Brata beda lagi. Brata lebih adil dalam memberikan cinta pada keluarganya. Ya, walaupun sedikit kelebihan pada anak ketimbang istri sih!

Makanya ia tak ragu mengadu seperti itu pada Brata. Karena selama ia tinggal dirumah ini, Brata selalu menomorsatukan kenyamanan untuknya. Dan Brata selalu melindunginya dari Darka yang sering mengganggu waktunya. Tak jarang sebelum berangkat sekolah ia diajak Brata berolahraga tiap paginya.

Bapak-bapak yang satu ini emang beda!

Bukan berarti Brata tak mencintai Arunika ya, bapak-bapak itu juga sangat mencintai istrinya. Tapi sifat posesif Brata hanya muncul saat ada Darka yang merebut perhatian istrinya. Atau Darka yang mencium tiba-tiba pipi istrinya.

Tak hanya Brata, Arunika juga memperlakukannya dengan baik selama ia tinggal dirumah ini. Bahkan wanita itu rela tidak tidur bareng suaminya demi menjaganya dikamar tamu saat ia terkena demam dan juga panik yang luar biasa selama semalaman dihari pertama ia tinggal dirumah ini. Hal itu mungkin terjadi karena reaksi tubuhnya yang kontras dengan jiwanya saat menghadapi masalah-masalah yang akhir-akhir itu berdatangan.

Bahkan sepertinya Arunika lebih memperhatikannya dibanding Darka yang anaknya sendiri.

Ia merasa seperti sedang bersama Bu Leha versi modern saat menghabiskan waktu berdua dengan Arunika. Tidak, mereka tidak se-persis itu karena ya memang berbeda orang. Tapi rasa nyaman yang ia rasakan saat bersama Arunika sama persis seperti saat ia bersama Bu Leha.

Mari kita kembali pada Aisley dan tokoh lainnya!

Aisley salah dugaan kali ini, karena Brata tak lagi membelanya.

"Nggak bisa, Aisley. Kali ini ayah setuju sama mama kalian, bagaimana pun juga apa yang mama katakan itu ada benarnya. Kamu masih dalam masa pertumbuhan. Oh ya, ayah tadi juga ada buatin kamu susu! Diminum ya! Susu itu penting buat perkembangan tinggi kamu!" balas Brata santai.

new journey!! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang