Happy Reading
Dean Devandra
Repto memutuskan masuk ke dalam kamar Dean. Dilihatnya Dean hanya duduk di atas ranjang kamarnya dengan arah pandang menatap luar jendela. "Dean," panggil Repto yang membuat Dean menoleh.
"Om, ada apa?" Tanya Dean yang melihat Repto masuk ke dalam kamarnya.
"Om tahu kamu dihukum Darren, apa perlu om obati Dean?" Kata Repto, Dean segera menggeleng sebagai jawaban.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau diobati? Kasihan nanti kalau Bunda kamu tahu, sudah nakal sekarang saat mau diobati tidak mau," ujar Repto.
"Nakal? Nakal apa yang om maksud? Dean dihukum bukan karena Dean nakal, tapi ini karena om. Dean tahu yang sudah mengotori ruang tamu dengan sampah snack itu om!" Tukas Dean yang langsung berdiri menghadap Repto.
"O om? Apa maksud kamu Dean, om tidak melakukan itu semua. Kenapa kamu menuduh om?" Drama Repto.
"Om ga usah berdrama, Dean tahu ini ulah om, setelah Dean pulang sekolah tadi Dean lihat om di ruang tamu dengan beberapa snack di sebelah om. Jadi sudah jelas kan ini ulah om!" Kesal Dean yang velum sadar bahwa di balik pintu kamarnya yang terbuka itu ada Darren. Mungkin karena terlalu tersulut emosi dirinya tidak mengetahui itu semua.
Mata Dean terus saja menatap Repto yang berdiri di depannya. "Om tidak mungkin melakukan itu Dean, lagipula sebelum om pergi keluar dan sempat lewat di depan kamar kamu om sempet denger kamu berbicara sendiri," jawab Repto mengarang. Dean mengerutkan alisnya sebelah, apa maksudnya?
Dean hanya diam tidak menjawab atau pun pergi dirinya ingin mendengar karangan apa yang akan dibuat oleh Repto. "Om denger kamu bilang capek sama hidup ini, om denger kamu bilang benci Darren dan akan balas dendam sedikit demi sedikit," kata Repto yang membuat Darren membulatkan matanya sempurna.
"Apa yang om bilang? Dean g___" ucapannya terpotong saat Darren tiba-tiba masuk dan menamparnya.
Plak.
"Manusi sialan yang ga tau diri!" Sentak Darren pada Dean, napas Darren memburu dengan mata yang merah. Dean tahu sekarang kenapa Repto berdrama.
Repto tersenyum senang dengan hal ini. Kenapa dia bisa tahu ada Darren di balik pintu itu? Karena dirinya melihat Derren dari pantulan bingkai foto Wina. Beruntung lah jadi Darren tidak tahu sifat busuk Repto.
"B bang, Dean ga gitu, om Repto bohong. Demi Tuhan Dean ga ngelakuin itu semua bang, Dean mohon," ucap Dean memohon pada Darren, ia takut sekarang, ia takut akan mendapatkan pukulan kembali. Luka tadi saja belum diobati, ia tidak mau luka baru kembali di dapatkan.
"Lo ga usah bawa-bawa Tuhan dengan ucapan penuh kebohongan lo itu Dean!" Teriak Darren, Repto hanya diam menyaksikan. Ini adalah tontonan seru.
"Bang, tapi Dean ga bohong," kata Dean dengan suara yang bergetar. "Tolong percaya sama Dean bang, Dean mohon."
"Percaya sama lo? Gue lebih milih lo mati ketimbang gue percaya sama lo sialan!" Teriak Darren dan membalik badannya dan pergi dari kamar Dean. Entahlah apakah Dean harus senang karena tidak mendapatkan pukulan kembali atau sebaliknya. Semuanya mengerikan, hidup di dunia ini sangat menyeramkan. Bukan dunia yang menyeramkan melainkan manusia.
Repto tersenyum puas. "Selamat menikmati kesedihan yang tidak ada ujungnya,"ucap Repto dan ikut menyusul Darren.
Gimana perasaannya habis lihat tingkah Repto???🙅🏻♀️👎🏻
Votee!!
Comment!!
See you next chapter!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
Teen FictionTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
