Happy Reading all
Dean Devandra
Arsha benar-benar keluar dari rumah itu meski Dean meneriakinya agar tidak pergi Arsha masih tidak peduli apalagi saat melihat Dean ditahan oleh Raksa agar tidak mengejar dirinya, rasanya sangat menyebalkan. Apakah sekarang yang dibenci dirinya bukan Dean lagi?.
"Dikira gue ga bisa hidup apa tanpa mereka? Cuih najis!" Kesal Arsha keluar dari rumah itu.
Jika kalian berpikir bahwa Arsha akan kebingungan mencari tempat pulang, nyatanya semua itu salah, salah besar, karena nyatanya anak itu tidak perlu memikirkan hal itu karena ia sedang berada di rumah sang Ayah. Yap kalian tidak salah kira, Arsha memang benar-benar ada di rumah sang Ayah, Reno.
Bukankah Ayahnya pergi, kenapa bisa memiliki rumah dan kenapa Arsha bisa tau? Kejadiannya sudah dari sebulan lalu dan ia juga sudah sering bertemu dengan Reno untuk meminta uang atau apapun yang ia mau. Arsha sadar dengan hal ini semenjak sang Ayah sering datang ke sekolahnya lebih tepatnya ke depan sekolahnya.
Flashback
Jam istirahat sudah datang Arsha seperti biasa akab duduk di taman sekolahnya memikirkan cara berikutnya untuk bolos, namun matanya tidak sengaja saat melihat laki-laki dewasa yang sedang menatapnya. "Siapa tu orang?" Tanya Arsha pada dirinya, orang itu segera bersembunyi saat menyadari bahwa Arsha ikut menatapnya.
"Ck, aku harus kembali pulang, tapi aku belum melihat Dean." Orang itu terus berucap dan terus memikirkan cara agar bisa untuk sekedar melihat Dean.
"Aneh tu orang jangan-jangan mau berbuat jahat," ucap Arsha yang masih menatap ke luar sekolah. Tanpa pikir panjang Arsha segara keluar dari sekolahnya, bolos. Tanpa memikirkan tasnya ia tetap keluar dari sekolahnya.
"Siapa lo anjing!" Teriak Arsha saat sudah berada di belakang orang itu. Orang itu yang menyadari adanya Arsha tidak membalik badannya agar Arsha tidak tau siapa dia. Orang itu segera berlari meninggalkan Arsha, namun bukan Arsha namanya jika menyerah ia segara berlari mengejar orang itu.
Tak berselang lama akhirnya Arsha berhasil menangkap orang itu. "Hahaha ketangkep lo, sini lo biar gue liat siapa sebenarnya lo!" Tukas Arsha sejujur Arsha juga sudah melihat orang ini dari lima hari yang lalu, namun ia berpikir dia hanya orang gila.
Greb.
Arsha segera membalik badan orang itu sekaligus masker yang ia gunakan. Matanya membulat sempurna, detak jantungnya menjadi lebih cepat saat mengetahui siapa orang yang di depannya. "A-ayah."
Flashback end.
Semenjak hari itulah Arsha tau keberadaan Reno, dan semenjak hari itu Arsha yang biasa bolos untuk bermain kini sering bolos untuk ke rumah sang Ayah meski sering mendapatkan omelan. Seperti sekarang Arsha sedang mendengar seribu satu omelan dari Reno.
"Kamu ini kenapa sebenarnya Arsha? Kenapa kamu bisa di usir?" Tanya Reno.
"Bukan salah Arsha, Ayah. Bang Darren aja pelit," tukas Arsha menjawab.
"Ayah ga mau tau kamu harus baikan sama mereka, kamu ga mungkin tinggal disini, Arsha," tutur Reno berusaha sabar.
"Ayah kok kaya gitu? Ayah ga mau urus Arsha?" Tukas Arsha salah paham.
"Bukan itu maksud Ayah, Arsha. Astaga," frustasi Reno.
"Cih, semuanya sama! Kenapa sekarang Arsha ngerasa pada belain Dean, Ayah juga!" Ucapan yang baru dilontarkan oleh Arsha berhasil membuat Reno menatapnya bingung. Kenapa sekarang jadi Dean?
"Kenapa jadi Dean? Ayah ga ada bahas soal Dean, Ayah cuma mau tau alasan kamu di usir, bukan tentang Dean," ucap Reno.
"Arsha tau! Kalian udah maafin si pembunuh itu, Dean!" Reno yang menyadari arah pembicaraan Arsha hanya menghela nafas, putranya masih percaya bahwa Dean adalah pembunuh istrinya.
Reno menghela nafas panjang. "Sudah jangan dibahas kamu boleh tinggal sama Ayah." Final Reno agar semuanya selesai.
"Raksa, Ayah berharap semuanya akan segera selesai," batin Reno menatap Arsha.
Janlup vote and comment
See you next chapter
Sorry for typo
Papapapyyyyy!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
Fiksi RemajaTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
