Happy Reading
Dean Devandra
"Bunda ga suka rumah kotor!"
"Bunda ga suka liat rumahnya berantakan!"
"Dan lo? ngelakuin hal itu dengan seenak jidat! Apa karna Bunda udah ga ada lo berani kayak gini, hah?!"
"Dasar sialan!"
Bguh.
Bguh.
Bguh.
Dean meringis merakan tubuhnya yang terasa remuk usai mendapatkan pukulan dari Darren anak itu masih meringkuk tubuhnya di dalam gudang yang penuh debu, kepalanya terus menggeleng bahwa bukan ia pelakunya. "Bunda, bukan Dean pelakunya," lirih Dean.
Repto baru saja sampai di rumahnya, bibirnya tersenyum saat mendapati Darren terduduk di ruang tamu, terlihat ruang tamu itu sudah bersih hal itu membuat Repto tersenyum puas, merasa dirinya adalah pemilik rumah ini. "Hahah bodoh, bodoh," ucap Repto dengan kepala yang terus menggeleng.
"Ekhmm," dehem Repto saat sudah berada di sebelah Darren. "Lho kamu sudah pulang Darren? bukannya harusnya sore ya?" tanya Repto basa-basi.
"Emang sudah pulang," jawab Darren seadanya.
"Bilang saja kamu tidak pergi bekerja," ketus Repto asal.
"Maksud om apa?" tanya Darren kini dengan wajah serius.
"Om hanya bercanda, ada apa denganmu? aneh!" sinis Repto dan langsung naik ke atas. Darren yang mendengar itu sangat kesal rasanya, Dean yang sudah membuat ulah dan sekarang Repto malah membuatnya kesal.
Berbeda dengan Raksa anak itu sedang berada di taman, tidak sendiri karena ada laki-laki yang ia sebut Ayah. " Arsha ada dirumah Ayah," ucap Reno pada Raksa yang ada di sebelahnya. Raksa menaikkan satu alisnya.
"Di rumah Ayah?" ucap Raksa tidak percaya. Reno mengangguk pertanda itu benar.
"Kenapa bisa? seharusnya Arsha ga tau keberadaan Ayah, dan sejak kapan Ayah bertemu Arsha?" kaget Raksa pasalnya seharusnya hanya dirinya yang tau keberadaan sang Ayah.
"Ini sudah lama Raksa, Ayah tidak sempat memberitahu mu....." ucap Reno yang langsung menceritakan semuanya pada Raksa.
Raksa mengangguk saja saat sang Ayah menceritakan semuanya. "Tenang saja Ayah sudah menyuruh Arsha untuk tidak memberitahukan keberadaan Ayah pada Darren maupun Dean," jelas Reno.
"Ayah percaya sama Arsha?" tanya Raksa karena ia merasa tidak yakin pada adiknya itu, takut-takut ia bercerita pada Darren, ya kalau pada Dean itu tidak mungkin, tau kan kenapa?
"Kenapa? Ayah selalu percaya pada putra-putra Ayah," ucap Reno tersenyum, Raksa kembali mengangguk.
"Di rumah ada om Repto," ucapan Raksa membuat Reno terkejut.
"Repto? sejak kapan bukankah kita tidak pernah tau kabarnya semenjak Bunda mu masih ada?" kaget Reno, Raksa lagi-lagi mengangguk.
"Iya, Raksa tau itu dan itu sangat aneh, apalagi sekarang di tinggal di rumah," kata Raksa, lagi dan lagi Reno terkejut. Raksa yang menyadari reaksi Reno itu tidak heran lagi. "Raksa juga sama terkejutnya dengan Ayah, tapi ini bukan mimpi."
Setiap ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Raksa masih dicerna oleh Reno. Ini benar-benar mengganjal menurut Reno.
Kenapa tiba-tiba? Batin Reno.
JANLUP VOTE AND COMMENT YAAA!!
SORRY FOR TYPO.
SEE YOU NEXT CHAPTER.
THANK YOU ALL.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
Teen FictionTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
