Chapter 30

616 29 0
                                        

Happy Reading
Dean Devandra






Saat ini Arsha masih berjalan pelan, tujuannya bukan lagi rumah Darren. Ia sekarang tidak tahu mau kemana, entah kenapa pikirannya menyuruhnya untuk menemui Raksa, namun setelah Repto tadi menyebut nama Raksa, ia semakin yakin ada suatu hal sedang di sembunyikan. Jika ia bertanya pada Raksa itu sangat mustahil untuk diberitahukan.

"Sebenarnya mereka rahasia'in apa dari gue? Apa ini ada sangkut pautnya sama bunda," ucap Arsha saat dirinya ingat bahwa tadi sang Ayah sempat menyebut nama sang Bunda.

"Tapi kenapa cuma bang Raksa yang tau? Kenapa bang Darren ga tau? Dan ya, kenapa waktu itu Ayah nyuruh ngerahasiain keberadaan nya?" Kata Arsha setelah ia memikirkan semuanya. Janggal.

Arsha terdiam sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang kembali.




Repto saat ini sedang duduk di balkon rumahnya lebih tepatnya rumah Reno yang dihuni oleh putra-putranya, bibirnya sedaritadi tersenyum dengan  secangkir kopi di tangannya. "Lihat putramu Reno, mempermainkan mereka yang bodoh sangat menyenangkan," kekeh Repto dengan meneguk kopi yang ada di tangannya.

"Satu persatu putramu akan tiada menyusul Wina, aku sudah mengaturnya. Nantinya akan menjadi sebuah pertunjukan yang sangat menyenangkan," kata Repto yang tidak lepas dari senyum jahatnya.

"Aku akan memulainya dari anak mu yang terlihat lebih pintar dari anak-anak mu yang lain, hahahah. Tidak sabar," ucap Repto dengan membayangkan setiap rincian kejadian yang akan terjadi.

"Sangat menyenangkan dan tidak sabar untuk menunggunya."

Shit rencana baru?

🐻🐻




Dean kembali duduk di dalam kamarnya setelah kejadian tadi membuatnya hanya bisa diam, Dean sempat kembali mengejar Darren namun yang ia dapatkan cacian berulang kali yang membuatnya merasa sesak. "Maaf, tapi ini semua jebakan bang."

"Dean ga tau apa yang akan om Repto lakuin tapi Dean berharap bukan kejahatan yang lebih parah dari ini yang akan dilakukan oleh om Repto," ucap Dean pada dirinya sendiri.

"Asal abang tau semua yang diucapkan oleh om Repto itu hanya karangan, Dean ga pernah ngomong hal itu sama sekali, Dean ga pernah buat berpikir untuk benci abang," kata Dean dengan mengusap kelopak matanya yang hendak mengeluarkan butiran air matanya.

Semuanya hancur. Keluarganya hancur. Jika nanti Dean tiada ia berharap keluarga ini akan utuh kembali, Dean percaya bahwa sang Ayah hanya pergi tidak tiada. Ia percaya bahwa sang Ayah akan kembali, tidak sekarang tapi suatu hari nanti pasti akan kembali.

"Ayah Dean berharap Ayah kembali, kita semua butuh Ayah, Dean berharap Ayah pulang, kita bisa nyari kasus kematian Bunda yang terkubur bareng-bareng."

"Supaya mereka ga nuduh Dean lagi Ayah, Dean kangen kasih sayang kalian semua sedari masih ada Bunda," lirih Dean.







votee!!
comment!!

see you next chapter
thank you!!

Dean Devandra (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang