Happy Reading
Dean Devandra
🌷🌷
Semuanya mematung bahkan air mata Darren sudah jatuh dengan derasnya.
Bruk
Betapa terkejutnya mereka saat melihat orang yang ambruk adalah Adam dengan Samsul dan Repto yang sudah mengangga tidak percaya melihat siapa orang yang berdiri di depan pintu utama rumahnya.
"R Reno," ucap Repto tidak percaya. Ya! awalnya Reno hanya ingin menemui Repto dengan membawa beberapa bukti kejahatan Repto, namun sayang saat ia sampai disana betapa terkejutnya melihat keadaan rumah dengan keadaan putra-putranya yang sudah tidak berdaya, dan yang tertembak tadi adalah Adam bukan Dean, dan tentu saja pelakunya adalah Reno.
"A ayah," ucap Dean tidak percaya saat melihat Reno yang ada di ambang pintu. Semuanya terkejut kecuali Arsha. Arsha tersenyum lega saat melihat sang Ayah datang dengan tepat, bahkan ia menangis senang karena Dean baik-baik saja.
"Beraninya kalian melukai putra-putra saya!" teriak Reno dengan menembak kaki Samsul, bahkan ia tidak segan-segan menembak keduanya hingga tidak mampu berdiri.
"Arkhhhh Arghhhhhh!!" teriak Samsul dan Adam dengan keras, Repto saat ini sudah kalang kabut, namun ia berusaha mengubah suasana.
"Reno, Reno syukur kamu kembali saya tidak tau harus berbuat apa," ucap Repto menghampiri Reno, Reno hanya menatap Repto dengan tatapan datang, setelahnya Repto berjalan mendekat pada Dean.
"Dean untung saja kamu baik-baik saja," kata Repto dan hendak menegang Dean yang masih tertidur di atas lantai itu, namun belum sempat Repto menyentuk Dean, Reno kembali meluncurkan pelurunya.
Dor.
Repto terduduk saat kakinya di tembak oleh Reno. "Jangan kau sentuh putraku dengan tangan kotor mu Repto!" tegas Reno mendekat pada Repto.
"A apa yang kamu lakukan Reno? kenapa kamu menembak kakak mu sendiri?" tangis Repto dengan penuh tipu muslihat.
"Aku tidak memiliki kakak yang hendak membunuh keponakannya sendiri! Aku tidak memiliki kakak yang pembunuh seperti mu!" teriak Reno, Darren sekarang sudah terduduk berkat bantuan Arsha.
"Ayah, apa maksud Ayah?" tanya Darren pelan jujur ia masih syok dengan kehadiran Reno, namun ia lebih terkejut saat Reno mengatakan bahwa Repto adalah pembunuh.
"Darren, Darren anak Ayah, anak hebat Ayah," ucap Reno dengan memeluk Darren dan memberikan satu kecupan di kepala Darren, Darren memegang tangan Reno dan menyuruh Reno menghadapnya.
"Ayah jelaskan apa yang Ayah maksud tadi," ucap Darren.
"Dia adalah manusia yang tidak tau diri, dia telah membunuh," ucap Reno penuh amarah.
"A apa yang Ayah maksud om Repto adalah pembunuh Bunda, Ayah?" tanya Arsha dengan suara serak. Dean dan Darren terkejut mendengar ucapan Arsha.
"Ayah...," panggil Dean dengan berusaha berdiri, Arsha yang melihat itu segera menghampiri Dean dan membantunya. Reno tersenyum melihat keduanya.
"Ayah apa yang membunuh Bunda itu om Repto? apa selama ini penjahat itu adalah om Repto?" tangis Dean.
Reno menggeleng. "Bukan, dia tidak membunuh Bunda tapi dia membunuh istrinya sendiri!"
"Dia manusia yang tidak tau malu! setelah istrinya membunuh Bunda kalian dia membunuh istrinya sendiri!" teriak Reno.
"ITU SEMUA AKAR MASALAHNYA KARENA KAMU RENO! ISTRI SAYA MENCINTAIMU DAN MEMBUNUH WINA BERHARAP BISA MEMILIKIMU SEUTUHNYA!" teriak Repto yang susah payah berdiri.
"Jika istri saya tidak mencintai mu maka saya tidak akan balas dendam seperti ini!" teriak Repto murka.
Bagaimana Reno bisa tau bahwa pembunuh nya Repto berserta istrinya? itu karena vidio cctv saat Wina tertabrak memperlihatkan flat mobil dimana mobil itu milik Repto. Reno berbulan-bulan mencari bukti ini hingga terkumpul seperti ini.
Repto kembali terduduk tepat di sebelah Dean. "Bahkan saya akan membunuh putra tepat di depan matamu Reno!" ucap Repto dengan mengarahkan pisau yang ia dapatkan di sebelah Raksa ke arah leher Dean.
"Jangan macam-macam kamu Repto! lepaskan putra saya dia sudah banyak menanggung banyak luka karena ulah mu!" teriak Reno yang langsung menodongkan pistolnya.
"Tembak saja saya Reno, tapi saya pastikan putramu juga akan ikut bersama ku!" ucap Repto dengan tawaan.
Reno sudah siap untuk menembak Repto. "Ayah jangan! Ayah Arsha mohon jangan, Dean bisa terluka Ayah!" teriak Arsha, namun Reno menulikan pendengarannya.
Dor
Srett.
votee and comment!!
see you!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
Teen FictionTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
