Chapter 33

580 39 1
                                        

Happy Reading
Dean Devandra

Keduanya baru saja sampai di area rumahnya. Beberapa kali Raksa mengetuk pintu itu karena ia mengira pintu itu di kunci dari dalam.

"Bang ga di kunci," ucap Arsha saat menyadari semua itu, Raksa hanya menggaruk tengkuknya malu.

"Ya udah mas—," ucapannya terpotong saat ia mendengar teriakan dari dalam rumahnya.

"BERHENTI SIALAN!" teriak Repto yang membuat keduanya terdiam, namun sedetik kemudian Raksa berlari ke dalam yang diikuti oleh Arsha.

Betapa terkejutnya Raksa saat ini melihat rumah dengan keadaan berantakan seperti kapal pecah dan ada dua orang yang berbadan besar. Raksa menatap sekeliling dengan Dean diikat menggunakan tali, mulutnya di tutup menggunakan kain kotor, begitupula dengan Darren ia bernasib sama dengan Dean, sedangkan Repto? ia hanya diingat itupun hanya kakinya saja.

Arsha meringis melihat Darren yang terdapat ribuan luka di tubuhnya dengan Dean yang juga sudah babak belur.

"Anaknya datang," bisik Adam pada Samsul. Keduanya tersenyum puas dan mulai mendekati Raksa dan Arsha.

"BERHENTI SIALAN JANGAN DEKATI RAKSA!!" teriak Repto dengan memberontak. Arsha menyadari suatu hal saat ini, kenapa Repto hanya menyebut nama Raksa sedangkan disini yang di dekati adalah keduanya.

Raksa mulai sedikit mundur dan melindungi Arsha yang hanya diam di belakangnya bahkan penjahat itu sudah menodongkan pisau pada Raksa. " J jang an s ssakiti adi k saya," ucap Darren susah payah saat penutup mulutnya berhasil terlepas.

Darren memberontak ingin melepaskan diri saat melihat adik-adiknya di todongkan pisau.

Srett, Prang!

Adam dengan segera mengambil pas bunga dan pelemparan nya pada Darren saat ia merasa bahwa Darren mengganggu. "Sialan!"

Bguh

Tanpa pikir panjang Raksa segera memukul keduanya dengan Arsha yang berlari melepaskan Darren, Dean dan Repto. Saat ia melepaskan tali yang mengikat tangan Repto ia semakin yakin dalang dari semua ini.

Bugh

Bguhhh.

Bguhh

Pukulan demi pukulan Raksa berikan untuk keduanya hingga akhirnya dirinya kalah saat Adan berhasil memukul kepalanya menggunakan balok layu.

Tittttttttt

Rasanya telinganya berdenyut saat balok kayu itu mengenai kepala Raksa. "Abang!" teriak Arsha dan dengan cepat berlari menghampiri Raksa. "Abang, bang bangun bang," panggil Arsha saat Raksa hendak menutup matanya.

"MINGGIR SIALAN!" teriak Adam dengan menodongkan pisaunya pada Raksa siap untuk menusuk perut anak itu.

Bagu, sangat menyenangkan, batin Repto menyaksikan keduanya.

Jleb

"Arghhhhh," teriak Adam saat beling berhasil menancap di kakinya, dan pelakunya adalah Dean yang merangkak untuk berhasil sampai pada kaki Adam.

"Anak kurang ajar!"

Bguh

Adam memukul pipi Dean berulang kali sebelum akhirnya Darren menendang Samsul hingga melepaskan Arsha yang sedaritadi di tahan oleh Samsul. Arsha segera berlari mendekat pada Adam dan Dean.

Arsha mengambil kayu yang tadi sempat di gunakan oleh Adam untuk memukul Raksa.

Bguhh

Pukulan kayu itu berhasil mengenai kepala Adam dan berhenti memukul Dean, "dasar manusia sialan!" teriak Arsha dan langsung memukul Adam.

Bguh

Bguh

Darren sudah kalah dari Samsul karena tenaganya memang sudah lemah bahkan Darren terjatuh tepat di sebelah Raksa menatap wajah sang adik yang penuh darah. "R raksa," lirih Darren.

Samsul segera menghampiri Adam yang sudah lemah karena beberapa pukulan dan kakinya yang terluka karena Dean dan Arsha. "Kemari kamu! kemari!" teriak Samsul dan menarik Arsha dengan kasar.

Awalnya mereka ingin menghabisi stau orang saja, namun saat melihat semuanya sok jagoan jadi mereka akan membunuh satu-satu yang di dahului oleh Dean yang tepat berada di bawah kaki Adam dengan keadaan yang lemah bahkan untuk berdiri saja ia tidak bisa.

Adam menodongkan pistol tepat bada kepala Dean, Darren masih berusaha mengentikan hal itu meski dengan suara yang susah di keluarkan. "J jangan, Jang an l luk ai a adik s saya," ucap Darren susah payah bahkan air matanya kini sudah jatuh.

Dean hanya mampu menutup matanya, ia sudah tidak sanggup lagi, setidaknya jika ia memang mati saat ini, ia sudah mendengar bahwa Darren menganggapnya sebagai bagian dari adiknya.

"DIAM! SUARAMU TIDAK PENTING DISINI!" tukas Adam dan kembali menodongkan pistol itu dengan suara-suara Darren yang memohon, bahkan Arsha sudah menutup matanya dengan detak jantung yang berdetak cepat.

Dor.

"D Dean," ucap Arsha dengan kaki yang lemas bahkan ia jatuh terduduk.









Vote!!
Comment!!

See you next chapter
thank you!!

Dean Devandra (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang