Happy Reading
Dean Devandra
Pagi ini sudah tiba, seperti permintaan Repto tadi malam ia benar-benar menginap disana lebih tepatnya tinggal. Dean bahkan terkejut dengan adanya Repto, bagaimana tidak? dia baru saja bangun sudah dikagetkan oleh Repto. Dean tidak ambil pusing, ia tidak peduli toh di dalam rumah ini sepi bukan?.
"Kamu malas banget Raksa, jam segini baru bangun!" pekik Repto saat melihat Raksa menuruni anak tangga, sekarang saja sudah menyebalkan apalagi hari-hari berikutnya.
"Gapapa, hari ini juga kuliah siang," ujar Raksa, Repto yang mendengar itu memutar bola matanya malas.
"Dasar malas," ketus Repto dan mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu dengan teh ditangannya tidak lupa dengan kaki yang diangkat. Raksa yang mendengarnya hanya diam, namun langkah kakinya ia lanjutkan untuk pergi ke dapur.
"RAKSA AMBILIN OM CEMILAN YANG ADA DI ATAS MEJA!!" teriak Repto pada Raksa yang berada di dapur. Raksa memutara bola matanya malas, inilah penyebabnya Raksa sudah was-was saat Repto datang kemarin.
"RAKSA KAMU DENGER OM GA?!" Teriak Repto kembali saat Raksa hanya diam.
"Iyaaaa!" Jawab Raksa sedikit malas. Raksa membawa cemilan itu pada Repto yang masih saja duduk dengan kaki diatas meja, sangat tidak sopan.
"Om ga lihat Arsha dari kemarin, kemana dia?" Tanya Repto saat sudah menerima cemilan yang ia minta tadi. Raksa hanya diam tidak menjawab apa-apa, hal itu membuat Repto menatapnya tajam. "Kamu budek?" Ketus Repto, Raksa kembali menatap Repto.
"Arsha, emmm Arsha," gugup Raksa ia bingung harus menjawab apa.
"Arsha emm Arsha, kamu ini kenapa? Om nanya bener-bener, jangan-jangan kamu usir Arsha?" Pertanyaan dari Repto membuat Raksa membulatkan matanya sempurna. "Cih dari tingkah mu saja sudah mencurigakan! Bener ucapan om?" Sentak Repto.
Raksa hanya mengangguk kikuk. "Iya," gugup Raksa menjawab.
"Kenapa kamu usir? Kamu mau Arsha mati di luar sana seperti Bunda mu?" Ketus Repto tidak ada syok-syoknya, lagi-lagi Raksa hanya diam, Repto mengalihkan pandangannya.
"Ck kamu kebanyakan diam, pergi sana," tukas Repto menyuruh Raksa pergi, Raksa ingin sekali rasanya mengusir Repto, belum genap 2 hari Repto tinggal disini tapi sudah menguras banyak kesabaran, apalagi selamanya bisa-bisa Raksa ikut gila.
Raksa memutar bolas matanya kesal dan berlalu dari sana, Repto yang melihat itu tersenyum puas. "Hahaha lihat putramu Reno, sedikit demi sedikit akan memiliki nasib seperti istrimu," batin Repto dengan menatap punggung Raksa yang mulai menghilang.
JANLUP VOTEE AND COMMENT
SORRY FOR TYPO
SEE YOU NEXT CHAPTER
THANK YOUU!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
Teen FictionTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
