Chapter 22

532 30 0
                                        

Happy Reading
Dean Devandra









Kini Darren sudah berada di bawah bersama Repto berbeda dengan Raksa anak itu berdiri di dalam dapur meski hanya dapat mendengarkan semua ucapan mereka samar-samar tidak membuat Raksa mendekat. Jika Raksa saja terkejut dengan kedatangan Repto, apalagi Darren? Anak itu terkejut bukan main.

"Om tidak mau pulang? Ini sudah sekitar jam 11 malam," ujar Darren jujur saja Darren sudah mengantuk mendengar obrolan dari Repto yang ia tidak ingin dengarkan sama sekali, belum lagi ia sedang memikirkan Arsha dan besok? Ia harus bekerja.

"Kamu tidak lihat koper yang om bawa?" Tanya Repto menunjuk koper yang ada di sebelah Darren dengan dagunya, jujur saja Darren menyadari hal itu, namun ia berharap Repto tidak akan tinggal disini.

"Oh ya? Apa Bunda dan Ayahmu belum pulang juga Darren?" Tanya Repto saat menyadari tidak ada keduanya, sebenarnya tentang kematian Wina dan kepergian sang Reno tidak diberitahukan oleh siapapun kepada Repto, karena memang Repto yang hilang kabar.

Darren menggeleng untuk menjawab pertanyaan itu. "Tidak, Bunda udah ga ada, om," jujur Darren menjawab ucapan Repto, Repto segara membulatkan matanya sempurna.

"Apa? Bagimana dengan Reno? Ayah mu?" Tanya Repto dengan nada syoknya.

"Ayah juga sudah pergi, semenjak Bunda ga ada Ayah jadi milih pergi," ujar Darren. Darren merasa akan banyak pertanyaan yang akan diberikan oleh Repto jadi ia memilih untuk berhenti. "Om jadi gimana? Om mau pulang?"

Repto yang tersadar bahwa Darren mengalihkan arah pembicaraannya dan kembali ke awal sempat terdiam sebentar sebelum akhirnya kembali tersenyum, senyum yang membuat Darren tidak nyaman sedaritadi namun ia berusaha berfikir positif. "Om akan tinggal disini sebelum akhirnya om dapat rumah." Ucapan yang dilontarkan oleh Repto berhasil membuat bulu kuduk Darren terangkat.

Ia tau bagaimana sifat Repto, dulu juga Repto sering datang kesini saat masih ada sang Ayah, sungguh Repto terkadang bersifat seperti orang gila yang suka tertawa sendiri bahkan berbicara dan menari sendiri adalah hal yang paling sering Darren lihat dulu.

Darren meneguk ludahnya sebelum kembali berbicara. "Om, om serius?" Tanya Darren dengan nada tidak percaya.

"Serius? Memang kenapa? Apa kamu tidak suka?" Sinis Repto dengan wajah datar dan hal itu berhasil membuat jantung Darren berdetak lebih cepat.

"Engga, Darren s suka," gugup Darren, sedangkan Repto memutar bola matanya malas dan akhirnya kembali tersenyum.

"Hahaha kenapa wajahmu tegang seperti itu Darren? Om hanya bercanda," ujar Repto yang langsung berdiri. Darren ikut tersenyum meski hatinya berjerit takut.

"Om bisa tidur dimana? Hmm?" Tanya Repto yang membuat Darren tersadar dari lamunannya.

"Emmm om bisa tidur di kamar khusus untuk tamu," ujar Darren yang membuat Repto menatapnya tidak terima.

"Ruang tamu?" Tanya Repto memastikan, Darren hanya mengangguk sebagai jawaban. "Tidak! Om akan tidur di kamar Ayah dan Bundamu dulu!" Tukas Repto.

Darren ingin sekali melarang, namun tidak ada keberanian jadi ia mengiyakan saja.











Sorry for typo
Janlup vote and comment
See you next chapter
Thank you!!!!
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹💚

Dean Devandra (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang