Happy Reading
Dean Devandra
Kilauan burung di pagi hari terdengar nyaring di telinga Raksa saat ini, pagi ini sangat menyebalkan menurutnya karena ia harus kuliah pagi. Kemarin malam ia menyesal karena tidur larut malam. Kelopak matanya ia paksa buka. "Sial kenapa gue kemarin tidur larut malam sih!" tukas Raksa kesal dengan segera berjalan menuju kamar mandi.
Di meja makan hanya ada Repto dan Dean awalnya Raksa terkejut tumben sekali Darren membiarkan Dean makan bersama. Namun saat matanya tidak menemukan Darren sama sekali ia mengerti kenapa Dean makan disana.
Raksa mulai melanjutkan menuruni anak tangga. "Tumben kamu bangun pagi-pagi gini, ga kesambet Bundamu kan Raksa?" sindir Repto dengan menyuapkan sesuap nasi goreng ke mulutnya, Raksa mengerutkan keningnya.
Pengen gue tendang rasanya!- batin Raksa menatap Repto.
"Kenapa kamu natap om kayak gitu? ada masalah apa kamu dengan om? mau om colok kamu pake garpu ini?" tukas Repto yang menyadari bahwa Raksa menatapnya.
"Seperti raja saja," ucap Raksa pelan dengan mulai mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi yang ada di sebelah meja makan itu.
"Apa Raksa? apa yang kamu katakan?" tanya Repto yang seperti mendengar suara namun ia tidak yakin.
"Bukan apa," sahut Raksa. Dean menatap keduanya secara bergantian. Raksa yang menyadari itu ikut menatap Dean, namun sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya.
"Dean selesai, Dean duluan," kata Dean dan berdiri, Raksa menyadari bahwa Dean sangat aneh bahkan ditangannya ada luka lebam yang terlihat belum di obati sama sekali.
Kelewatan apa gue kemarin?- batin Raksa.
Raksa segera berdiri dengan di akhiri dengan satu tegukan air, saat hendak pergi ucapan Repto membuatnya diam. "Persiapkan diri kamu Raksa," ucap Repto dengan senyuman. Senyuman yang dilihat Raksa terakhir kali saat Repto datang ke rumahnya setelah hilang kabar.
"Maksud om?" tanya Raksa bingung, namun bukannya jawaban yang ia dapatkan melainkan gelengan dengan senyuman mengembang dan berlalu pegi meninggalkan Raksa yang masih terperangkap dalam rasa bingung.
Awalnya Raksa ingin mengejar Dean, namun ucapan Repto masih tertata jelas di ingatkan nya.
"Persiapkan diri kamu Raksa."
Ucapan Repto tadi masih tertata rapi di ingatan Raksa saat ini. "Persiapkan apa?" ucap Raksa yang masih bingung.
🐻🖤
Arsha sedaritadi diam di dalam kamarnya tidak ada niatan untuk berangkat sekolah saat ini. Reno juga sudah sedaritadi berangkat, Arsha tidak tahu apa sang Ayah benar-benar berangkat kerja atau ada hal lainnya yang akan ia lakukan.
Ucapan Repto kemarin yang menyebut nama Raksa masih terus Arsha pikirkan, ia tidak tau mengapa Repto menyebut nama Raksa dan sejak kapan Repto kembali?.
"Ck! kenapa gue ga tau kalau om Repto udah balik? dan Ayah? kenapa dia setiap kali gue tanya tentang om Repto selalu ngelamun sih!" kesal Arsha, ya! memang benar sedari kemarin Arsha sudah lebih dari sepuluh kali bertanya pada Reno perihal Repto pasti di dapatkan hanya diam dengan melamun atau mengalihkan topik.
"Gue harus cari tau tentang rumah om Repto," final Arsha, Arsha memang belum tau kalau Repto tinggal di rumah Darren.
Gue ga mungkin sendiri, apa minta bantuan sama bang Raksa?- batin Arsha.
Uhuyyy semangatt kalian baca cerita yg ga nyambungg ini, sisa lagi 4/5 episode aja udahh end.
janlup
vote!!
comment!!
see you next chapter!
thank you!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
ספרות נוערTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
