Happy Reading
Dean Devandra
Masih di tempat yang sama yaitu taman. Reno menatap Raksa lekat. "Ga pa-pa, itu artinya bagus karena Repto kembali, nanti Ayah mau ketemu sama dia, mau nanyain kabarnya," ujar Reno, namun Raksa merasa kalau itu pilihan yang tidak tepat.
"Ayah serius?" Tanya Raksa memastikan, Reno yang ditanya segera mengangguk.
"Ayah serius, kenapa memangnya?" Tanya Reno balik.
"Raksa ga setuju, gimana kalau nanti om Repto bilang sama Dean dan bang Darren kalau pernah ketemu Ayah? Ini aja Raksa diem-diem ketemu Ayah," kata Raksa.
Reno memikirkan semua ucapan Raksa dan itu semua memang benar, tapi ia juga ingin menanyakan kemana perginya Repto saat itu? Sedangkan setelah kepergiannya beberapa hari setelahnya sang istri tiada. Ini benar-benar membuat ganjal.
"Ayah dengerin Raksa kan?" Tanya Raksa saat tidak ada reaksi yang ditunjukkan oleh sang Ayah.
Reno seakan tersadar dari lamunannya, ia akhirnya menatap Raksa yang juga ikut menatapnya. "Aahh iya Ayah dengar, benar yang kamu bilang Raksa, tapi Ayah ingin tau kemana perginya Repto saat itu?"
"Itu ga penting Ayah, yang terpenting sekarang adalah kasus Bunda, Ayah udah tau siapa pelakunya?" Tanya Raksa. Reno menggeleng pertanda belum sama sekali.
"Ayah ga tau siapa, buktinya benar-benar terkubur, Ayah rasa itu emang kecelakaan," ujar Reno yang membuat Raksa mengerutkan dahinya.
"Ayah ga bisa mutusin ini langsung! Gimana pun ini mengganjal!" Tukas Raksa.
"Tapi Ayah sudah berusaha," kata Reno bohong. Jujur sebenarnya Reno sudah mendapatkan beberapa bukti tapi ia tidak menceritakannya pada Raksa, karena ini belum pasti.
"Raksa curiga sama om Repto." Ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Raksa berhasil membuat Reno menatapnya tanpa mengeluarkan suara.
"Cih! Kenapa Ayah lama banget?" Kesal Arsha yang sedang bersandar di atas sofa. Dirinya juga sudah pindah sekolah dengan alasan tidak ingin bertemu Dean. "Kenapa gue ngerasa Ayah nyembunyiin sesuatu?"
Arsha masih terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi, namun tidak perlu berpikir sejam anak itu sudah berdiri. "Alah ngapain gue pikirin itu semua," ucapnya pada diri sendiri.
"Kayaknya gue harus keluar, sumpek gue lama-lama di dalam rumah," ucap Arsha dan langsung menuju pintu utama.
Arsha berjalan santai hingga akhirnya ia melihat Raksa yang entah darimana asalnya, Arsha menatap Raksa begitupun sebaliknya. Saat Arsha hendak pergi, Raksa mengeluarkan ucapan yang membuatnya mengurungkan niatnya.
"Ga usah kabur, gue ga akan nyuruh lo pulang."
Gue? Batin Arsha saat Raksa berbicara padanya dengan menyebut dirinya 'gue' bukan 'abang' lagi. Arsha memutar badannya dan kembali menatap Raksa.
Voteee, comment!!
Sorry for typo.
Thank you!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dean Devandra (End)
Teen FictionTentang mereka yang membenci karena sedang terselimuti akan kebencian yang disebabkan oleh salah paham. "Bunda ga ada itu karena lo, dan Ayah pergi itu karena lo juga!" Rayyan Arshaka. "Gue benci ketika harus anggap lo sebagai adik gue sekaligus bag...
