"Kegagalan misi, berarti kematian"
•
•
•
•
•
•
•
Rhea mengelap pedangnya berhati-hati. Dua mata pedang yang tajam seakan-akan siap untuk menebas siapapun yang menghalanginya.
Motel kecil di pusat kota itu terlihat mewah.
Tempat tidur king size, lantai pualam indah, gantungan lampu menyebarkan cahaya kekuningan di ruangan, dua nakas kayu di sebelah kasur dan lemari kayu besar di dekat kasur. Sejenak, Rhea seakan melihat penginapan di dunia aslinya.
"Ck" Rhea mendecak saat pintu kamarnya di ketuk. Dengan malas gadis itu membuka pintu tersebut. Menampilkan sosok Luke dengan kaos putih dan celana bahan selutut. Namun, seperti lelaki itu membawa tas kecil.
"Kau tau? Sebenarnya....." Luke menjeda ucapannya, ia merasa ragu untuk mengatakannya dan juga takut di tebas oleh gadis itu. Luke berbicara berhati-hati. "Sebenarnya, pemimpin menyuruhmu.... untuk menjadi dayang di sana, lalu menikam orang itu " Luke mengecilkan suaranya di akhir kalimat.
Rhea melototkan matanya.
Dengan refleks yang sangat kuat, Luke menyilangkan kedua lengannya membuat tameng.
"Ha-ha-ha, permintaan yang konyol dari pelanggan kita ha-ha-ha " Luke melangkah mundur melihat Rhea yang mengumpulkan tenaganya di buku tangannya.
"Harusnya kau bilang kemarin brengsek"
"Ehem, ketua mengatakan untuk tidak memberi tahu sebelum kau berangkat. Lalu, ini pakaian pelayan yang harus kau kenakan. Melihat keadaan mansion yang sangat tidak di awasi ketat, kau bisa menyelinap dan bunuh Duke Equeit. Tapi sebelum kau bunuh tua bangka itu, kau harus mencuri stampel-nya. Pewaris Duke hanya satu orang, pemuda yang suka mabuk-mabukkan. Dan orang-orang tidak akan heran jika anaknya mencap sesuatu asal-asalan"
"Tentu, curi stampel-nya dan bunuh " Rhea memutar bola matanya malas. "Hanya itu? Tidak perlu membunuh keluarganya?"
"Makanya dengar instruksi ku" Luke melototkan matanya marah. "Bunuh semuanya. Jangan tinggalkan jejak "
"Baiklah"
•
•
•
Rhea melangkahkan kakinya dengan anggun. Rambut panjangnya ia kuncir rapi, manik hijau nya berubah menjadi kecoklatan. Pakaian pelayan melekat di tubuhnya dan kepala yang biasanya terangkat angkuh kini menunduk.
Mansion Duke Equeit sangat besar. Taman bak kebun bunga mawar memanjakan mata, mansion mewah dengan corak keemasan, yang Rhea yakini bahwa itu adalah emas sungguhan, berkilau indah terpantul sinar matahari. Namun, di mansion mewah dan besar tersebut, penjagaannya sangat sedikit.
Rhea yang masuk ke kotak persediaan pangan yang tidak di cek isinya, dengan mudah menyelinap. Mudah. Namun sangat mencurigakan.
"Ah, kau pelayan baru ya?" Wanita paruh baya dengan seragam pelayan menatap Rhea yang baru saja keluar dari kotak persediaan pangan.
Rhea menunduk hormat. "Ya nyonya"
"Masuklah, ada banyak hal yang harus kau pelajari. Dan aku harap kau bisa menguasainya dengan cepat." Wanita itu menjeda ucapannya. "Aku kepala pelayan, kau bisa memanggilnya Nyonya Namira. Lalu, kami tidak butuh pelayan polos yang memasuki rumah ini hanya karena uang"
Namira pikir Rhea adalah gadis lugu yang polos. Penampilan Rhea yang terlihat begitu sederhana mungkin membuat nya berpikir ia adalah gadis yang polos. Mungkin juga, ia tak menyangka gadis itu membawa misi mematikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Knight : Rhea
FantasyNamanya Rhea Zanovya. Gadis berwajah suram dan datar. Namun, ternyata Rhea bukan milik dunia yang ia tinggali selama ini. Gadis itu adalah milik dunia pararel yang tidak akan pernah ia bayangkan. Dunia pararel penuh dengan sihir, misteri dan keku...
