Twenty Four

50 5 0
                                        

"Jangan menilai dengan apa yang kamu lihat"

.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Sudah ku katakan bukan?!?! JANGAN MEMBAKAR RUMAH DUKE EQUEIT!!!!" Sir Daniel memijat pelipisnya.

"Tapi disana ada Putra Mahkota Brian Sir, jika menyingkirkan putra mahkota, urusan kita akan panjang" Luke menunduk sembari memaki Rhea dalam hati.

"Lagi pula Si Resek itu memang ingin menangkap duke Equeit" sambung Rhea sembari berjalan mengelilingi kantor Sir Daniel yang penuh buku.

"Lalu, dimana stempel yang kuminta?"

Rhea mengeluarkan stempel keemasan dari jubahnya. Gadis itu melemparnya ke arah Sir Daniel.

Dengan cepat, Sir Daniel menangkapnya. Ia melihat-lihat bentuk stempel itu.

"Aku sudah menyamarkan kebakaran disitu disebabkan kebocoran gas. "

"Eh? Kapan kau mengambil stempel-nya? Dan kapan kau menyamarkan kebakaran itu?'' Luke memiringkan kepalanya bingung.

Rhea melirik sekilas kearah Luke. "Stempelnya ku ambil tepat setelah menebas kepala lelaki itu, ternyata ia menyimpannya di saku. Dan kebocoran gas... aku memang tidak sengaja merusak gas di dapur tadi pagi. Hanya sedikit, jadi jika aku mengeluarkan bom di kompor, dan bumm!!" Ucap Rhea datar setengah enggan bersuara.

Gadis itu kembali melihat-lihat ruangan Sir Daniel.

Rak buku kayu berjajar menyelimuti seluruh ruangan, buku-buku aneh memenuhi rak itu. Diatas rak buku terdapat koleksi berbagai jenis pedang yang tertempel di dinding.

Sir Daniel terus memperhatikan Rhea yang sedang menyentuh salah satu buku. Buku tersebut keluar dari himpitan buku lainnya. Dan terbang menepuk keras kepala Rhea. Rhea dengan cepat menepisnya. Membuat buku tersebut terhempas keluar dari jendela uang terbuka.

"Lalu, resek itu apa?" Luke mencoba mengalihkan amarah Sir Daniel yang melihat salah satu bukunya hilang di "tepis" Rhea.

Rhea mengangkut bahu tak peduli.

"Selamat tinggal" Rhea menekan tato pedang di lehernya dan menghilang.

"Anak sialan" Luke sepenuhnya menyesal sudah membantu gadis itu.

Luke menatap takut Sir Daniel yang entah mengapa ingin mengamuk.

"Jadi.... hanya kita berdua ya..." Sir Daniel mengelus pedang yang entah muncul dari mana.

Luke menelan ludah.

•••

Rintik Hujan membasahi jubah Rhea, menembus jubah tersebut dan menyisahkan rasa gigil. Hembusan angin terdengar, bercampur dengan gemuruh petir di luar penginapan.

Remang cahaya menembus pelan jendela kaca, Seolah-olah mengetuk jendela tersebut meminta izin. Derit kasur usang yang bercampur dengan debu tercium tajam. Rhea segera merebahkan badannya diatas kasur usang tersebut. Tanpa mempedulikan serpihan debu yang menempel pada jubah hitamnya.

Kepala Rhea terasa berputar, samar-samar terdengar punya dentuman kecil didalam kepalanya. Mengetuk pintu masuk alam bawah sadar gadis itu.

Gadis itu membuka matanya. 

Dark Knight : RheaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang