-Di lain sisi-
"Salam baginda"
Remang cahaya menyinari wajah pria dengan mahkota diatas kepalanya.
Suasana aula tersebut sepi.
Bahkan, sepertinya ayam pun enggan bersuara. Hanya ada ketukan jari diatas singgasana pria bermahkota itu. Dihadapannya terlihat pria muda dengan rambut abu-abu serta manik coklat gelapnya terpantul cahaya matahari. Membuat mata indah itu berbinar.
"Sudah lama tidak berjumpa denganmu. Aku tidak menyangka kau berkunjung melihat orang tua ini." Suara datar itu mengalun, membuat gema di aula yang sunyi. Suara datar yang dapat membuat orang ketakutan. Namun pria berambut abu-abu itu tersenyum kecil.
"Siapapun tidak akan menyangkanya bukan? Kita bukanlah tuhan yang mengetahui segalanya. Kita hanyalah manusia hina yang ingin menyerupai tuhan."
"Pada dasarnya manusia memang tidak pernah puas nak. Kau akan tau itu kelak."
Hening.
"Baginda." Lelaki berambut abu-abu itu bertekuk lutut menatap karpet merah mewah di bawahnya. "Dia..... dia... kembali" suaranya bergetar.
Pria bermahkota itu mengetuk singgasana miliknya lebih cepat. Seakan-akan ikut berpikir.
"Siapa?"
Lelaki berambut abu-abu itu mengangkat kepalanya. Menatap lurus lawan bicaranya. "Kau tau siapa dia" desisnya.
"Sekalipun aku mengetahui siapa dia, apakah itu akan mengubah keadaan?"
"Hingga akhir kau tidak akan mengakui gadis itu ya" lelaki berambut abu-abu tertawa kencang. Tawa yang membungkus tangis.
"Tutup mulutmu" nada datar pria bermahkota itu berubah menjadi tajam.
"Kenapa? Apakah Baginda tidak akan menerima kehadiran gadis yang telah dikorbankan oleh wanita itu? Wanita yang sangat anda cintai"
"Sudahi omong kosongmu"
"Dia tumbuh menjadi gadis yang cantik, kuat, tangguh, berani, jenius, dan dia.." ia menjeda ucapannya. "Dia menjadi gadis yang angkuh dan dingin, sama sepertimu"
"KU KATAKAN PADAMU TUTUP MULUTMU!!" Suara amarah menggelegar.
"DIA KESEPIAN!! HIDUP DI DUNIA ENTAH APA, TANPA SIAPAPUN DI SISINYA!! TANPA MENGENAL KATA 'KELUARGA' DAN HIDUP SEBAGAI KAUM BUMI RENDAHAN!!!"
Kabut asap putih mengepul. Mencekik erat leher lelaki berambut abu-abu. Membuat lelaki itu terengah-engah.
"Aku punya batas kesabaran. Dan cukup disini. Pergilah "
Kepulan asap putih itu menghilang. Lelaki berambut abu-abu itu menghirup udara rakus masuk kedalam paru-parunya.
Hening.
"Malang sekali hidup gadis itu, memiliki seorang ayah seperti kau" seringainya lebar.
"Tutup mulutmu-"
"Vieer."
Vieer tertawa nyaring.
"Saya mengira bahwa anda adalah sosok pahlawan kekaisaran ini, sosok yang di puja rakyat. Menyelamatkan ribuan atau bahkan jutaan rakyat kekaisaran ini!!" Vieer meninggikan suaranya. "Ternyata sosok pahlawan kekaisaran yang di banggakan ini tidak bisa menyelamatkan istrinya dan anaknya sendiri"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Knight : Rhea
FantasyNamanya Rhea Zanovya. Gadis berwajah suram dan datar. Namun, ternyata Rhea bukan milik dunia yang ia tinggali selama ini. Gadis itu adalah milik dunia pararel yang tidak akan pernah ia bayangkan. Dunia pararel penuh dengan sihir, misteri dan keku...
