14

3.4K 304 26
                                    

Happy Reading semuaaa~

...

👶👶👶

"Mengerti? Bukan untuk Ansel dan Arsel saja, kalian semua juga harus adil dengan Attalariick, Arkala dan Arkana, ingat? Kita sudah berjanji pada tante mira untuk menjaga si kembar." peringat Calvin pada para saudaranya, ya setelah kala dan kana mengadu pada calvin dan Althair, malam harinya setelah selesai makan malam, Calvin menceramahi mereka.

"Adek juga harus berbagi ya." Calvin mengelus kepala Attalariick yang saat ini duduk di pangkuan Axel.

Diam-diam kala dan kana merasa bangga karena di bela oleh Calvin, bagaimanapun juga Calvin yang berkuasa di mansion setelah Alger.

"Ya sudah, kalian pergi ke kamar masing-masing." titah Calvin pada para saudaranya.

Axel yang saat itu memang tengah memangku Attalariick, langsung membawa sangat adik ke kamarnya, malam ini ia akan tidur dengan adik kesayangannya itu.

👶👶👶

Kedatangan Arkala dan Arkana mampu menyita perhatian semua orang di mansion, karena tingkah mereka yang menggemaskan. Bahkan para maid pun juga ikut gemas dengan keduanya.

Mungkin saat ini Attalariick masih tenang karena hari-harinya masih berjalan seperti biasanya, tapi ada yang sedikit berbeda, Attalariick lebih menghabiskan waktu bermain bersama ken dan biba, pelayan pribadinya.

Berbeda dengan kala dan kana yang aktif, Attalariick masih suka memandangi para pekerja kebun, karena menurutnya itu sangat menenangkan.

Entah kenapa, Attalariick sudah tidur di kamarnya sendiri, walaupun Albert suka menyelinap untuk tidur di kamarnya.

"Biba, Atta juga mau bantu boleh?"

"Tapi itu kotor tuan kecil, anda pasti tidak di ijinkan untuk membantu oleh para tuan muda." jawab biba.

Attalariick murung, padahal ia hanya mencoba mengusir kebosanannya, jujur saja ia bosan karena tak ada kegiatan, Calvin yang sibuk dengan kantornya, begitupun Althair, padahal sekarang weekend, kalau Axel entah ada dimana, kakak ketiganya itu sudah tidak pulang dari kemarin, mungkin menginap di rumah temannya, sedangkan Ansel dan Arsel lagi di ajak keluar oleh si kembar kala dan kana, dirinya tak ikut karena bangun kesiangan, Albert? Entah, adiknya itu sudah tidak kelihatan sejak pagi.

"Tuan kecil bosan? Saya panggilkan ken, gimana?" tanya biba, ia merasa kasihan pada tuan kecilnya.

"Atta kangen daddy." lirih Attalariick, matanya sudah berkaca-kaca, daddynya itu belum juga datang. Sungguh ia sangat merindukan sosok ayahnya yang selalu perhatian, ia merasa kosong dalam hatinya.

Attalariick sudah terbiasa dengan perhatian semua keluarganya, jadi ketika mereka tak ada disisinya seperti sekarang, Attalariick merasa ada yang kurang, ia merasa hampa.

"Tuan kecil jangan sedih, biba ikutan sedih kalau tuan kecil sedih." biba menggendong Attalariick yang sudah siap untuk menangis, kebiasaan buruk tuan kecilnya itu adalah menangis tanpa suara, jujur itu lebih menyakitkan bagi siapa saja yang melihatnya.

"Hiks mau pulang, mau bundaaaa hiks." gumam Attalariick dalam gendongan biba, tentu biba dapat mendengar nya, hatinya semakin sakit saat tuan kecilnya itu merindukan sosok ibunya.

👶👶👶

"Bayi daddy kenapa nangis hm? Kangen daddy ya?"

Attalariick hanya mengangguk lemah dalam gendongan Ansel, sejak siang tadi, Attalariick terus menangis hingga membuat ken harus melapor pada para tuan mudanya, sedangkan biba menenangkan Attalariick, tapi tak kunjung berhenti, sehingga Ansel harus menelpon Alger.

"Daddy tak akan lama sayang, dua hari lagi daddy pulang, jadi bayinya daddy jangan nangis lagi ya."

Lagi-lagi Attalariick hanya mengangguk saja, belum juga mematikan telpon, Attalariick sudah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ansel.

Mereka tahu adik kecilnya itu sedang dalam suasana hati yang buruk.

"Maafin abang ya adek, abang udah ninggalin adek, kalau aja abang tahu adek bakal sendirian di rumah, abang akan pulang." ucap Axel penuh sesal, sungguh ia benar-benar menyesal sudah tidak pulang kerumah, ia pikir adiknya itu akan sibuk bermain dengan kala dan kana, nyatanya tidak.

"Maafin abang Arsel juga ya, ini salah abang karena udah ninggalin adek sendirian di rumah."

Kala menggandeng tangan Arsel, "ini semua bukan salah abang." ucapnya pada Arsel.

"Iya, lagian kita ninggalin Attalariick kan karena Attalariick masih tidur. Kenapa dia menangis? Padahal dia yang salah, karena enggak bangun pagi." lanjut kana dengan dengusan kesal seperti anak kecil.

"Heh, mulutnya di jaga ya." kesal Albert karena tak Terima kakak kecilnya di salahkan.

"Albert gak boleh bentak kala, kala juga gak boleh gitu sama Attalariick." peringat Calvin yang baru saja datang bersama Althair.

"Kalian gimana sih, kok bisa-bisanya ninggalin Attalariick? Lain kali jangan ninggalin Attalariick lagi, Adek itu sensitif, kalian gak lupa kan?" omel Althair.

"Abang juga ninggalin Attalariick, kita ninggalin Attalariick." ujar Arsel yang merasa berat hati ketika di salahkan oleh Althair.

"Abang memang sibuk, tapi bukankah kau ada di rumah Arsel?" ujar Calvin tajam, seharusnya Arsel dan Ansel yang notebanenya ada di rumah, bisa menjaga adik kecilnya itu.

Merasa semakin buruk, Ansel membawa Attalariick pergi ke kamarnya, agar adiknya itu tak mendengar pertengkaran para saudaranya.

"Iya, bukannya lo sama Ansel di rumah? Kenapa ninggalin dia?"

Arsel menatap tajam pada Axel yang juga ikut memojokkan nya, "lo juga gak pulang dari kemarin, lo jangan nyalahin gue, kalian juga sibuk."

"Albert, bukankah kau juga ada di rumah?" tanya Althair.

"Gue joging tadi pagi-pagi buta."

"Kalian kenapa bertengkar sih? Cuma gara-gara Attalariick kalian mau merusak persaudaraan kalian?" tanya kana dengan kesal, cuma hal sepele mereka sudah ribut.

Mereka yang sedari tadi adu mulut, langsung diam, benar, cuma gara-gara Attalariick di tinggalkan di rumah sendirian, mereka bertengkar, padahal mereka tak pernah bertengkar.

Tapi intinya mereka bertengkar, karena memang mereka menyayangi Attalariick.

Calvin menghela nafas panjang, "sudah-sudah, kita makan malam saja, biarkan Adek sama Ansel dulu."

👶👶👶

Haiiiiiii

Hello everyone 👋👋👋

Sudah nunggu lama ya? Sorry baru update

Semoga kalian suka🥰🥰🥰

Sayang kalian😘

ADEEEEKKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang