17

7.7K 478 75
                                        

Happy Reading semuaaa~

...

👶👶👶

"Maaf daddy."

"Kenapa? Memangnya Attalariick memukulnya?" tanya Alger penasaran, tapi dilihat dari sang anak yang sekarang rasanya tak mungkin si bayi kesayangannya itu bisa melakukan itu.

"Musuhnya Attalariick yang ada di sekolah kita mukulin kana, pasti itu suruhan Attalariick, kan dari dulu Attalariick gak pernah suka sama kita berdua daddy." jelas Arkala.

"Benar Attalariick?"

Attalariick tak menjawab, ia bergetar ketakutan, ia takut dirinya di marahi oleh sang daddy, ingin menyangkal tapi mulutnya seakan tidak bisa di gerakkan, itu mungkin efek dari ketakutannya, bahkan sekarang terdengar suara isakan saja dari mulut kecilnya itu.

Arkana dan Arkala tentu merasa senang karena  berpikir bahwa sebentar lagi Alger akan memarahi Attalariick, atau mungkin menghukumnya, di tambah juga Attalariick tak membantahnya.

"Kok cuman Atta yang di salahin? Kenapa gue enggak? Gue kan juga seperti Atta, kita satu tongkrongan di jalanan, tentu gue juga punya musuh yang sama seperti Atta." sangkal Albert, dulu sebelum Attalariick berubah total seperti sekarang, ia dan Attalariick sering keluar malam bareng, nongkrong bareng dengan teman jalanan mereka.

Arkala dan Arkana tampak diam tak menjawab, sepertinya mereka sedang berfikir.

"Ta-tapi kata mereka, mereka di suruh Attalariick." jawab kana dengan gugup.

"Oh ya? Padahal udah lama loh Atta gak keluar malam lagi, Atta udah berubah."

"Sudah-audah, jangan di bahas lagi, abang kan sudah bilang tadi malam." lerai Calvin.

Alger menghembuskan nafas panjang, "lagian Attalariick sudah lama tidak memegang ponselnya lagi." jawaban Alger menjadi pembukaan keheningan di antara mereka.

Alger meninggalkan mereka yang masih diam, ia hanya ingin menghabiskan waktu dengan sang anak tercintanya.

"Bener juga yak." suara Arsel memecah keheningan.

Calvin menatap tajam Arkala dan Arkana, begitu juga Althair, Albert, Ansel, dan Axel.

"Lain kali jangan menuduh sembarangan, ingat itu." peringat Calvin sebelum pergi, sekarang ia sangat merasa bersalah pada Attalariick karena sudah memarahi sang adik kecilnya tersebut.

"Jangan lakuin itu lagi." sinis Ansel dengan dinginnya, lalu memilih pergi yang di ikuti oleh Althair yang sedang memijit pangkal hidungnya lelah, kemudian Arsel dan Axel juga ikut pergi meninggalkan si dia kembar dan Albert.

"Begok." maki Albert lalu ikut pergi juga.

Arkana menggeram kesal, sedangkan Arkala menghembuskan nafas panjang, "seandainya lo gak terlalu gegabah kana."

"Lo nyalahin gue?" delik Arkana tak Terima.

"Bukan, tapi gue udah nyangka kalau rencana ini bakalan gagal, lain kali kita harus merencanakan yang lebih matang." Arkala pun ikut pergi, kana semakin kesal saja karena merasa bahwa kala menyalahkannya, lalu ia mengikuti Arkala.

👶👶👶

Calvin sedang berlutut di hadapan Attalariick yang sedang duduk di pinggir kasur sang daddy, setelah kepergiannya dari ruang tamu ia langsung menemui sang adik tercinta di kamar daddynya, dengan Alger yang menatap kedua anaknya itu sedari tadi.

Calvin meraih tangan Attalariick dan menggenggam tangan tersebut, "adek, maafin abang yah, maafin abang karena udah marahin adek kemarin." ucapnya yang penuh dengan nada penyesalan, memang ia sangat menyesal demi apapun.

Attalariick diam dengan menatap ke arah Calvin, lalu ia menoleh ke arah sang daddy yang di respon senyuman oleh Alger.

"Iya, Atta maafin, Atta juga minta maaf." jawabnya.

Calvin menggelengkan kepalanya, "enggak adek gak salah, ga usah minta maaf, di sini abang yang salah."

Calvin langsung memeluk Attalariick dengan erat, ia benar-benar merasa bersalah, Alger yang melihat mereka berdua hanya tersenyum hangat.

"Nah gitu dong." ujar Alger seraya berjalan ke arah mereka berdua.

"Udah sana keluar kamu Calvin, daddy mau berduaan sama bayinya daddy." usir Alger pada anak sulungnya yang di respon dengan lirikan tajam oleh si empu.

"Adek bener-bener maafin abang kan?" tanyanya sekali lagi.

Attalariick mengangguk, "iya, Atta udah maafin abang."

Calvin tersenyum senang lalu ia beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari kamar sang daddy.

"Baiknya bayi daddy, maafin daddy yah udah ninggalin adek."

Attalariick menggeleng, "gak papa daddy, gausah minta maaf."

"Baik banget hati kamu sih dek, daddy jadi khawatir sama kamu karena terlalu baik."

👶👶👶

Sedikit ya?

Banyak yang nyuruh double up sih, tapi tangan dan pikiran ini tak bisa menyanggupi.

Maaf kalau ceritanya kurang seru........

Sebenarnya saya sendiri tidak suka konflik berat.

Vote and coment juseyo........

👇

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ADEEEEKKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang