8

6.3K 427 10
                                    

Happy Reading semuaaa~

...

👶👶👶

"Hey twins, rindu daddy?"

"Gak."

"Dih pd."

Alger berdiri dari duduknya dan menghampiri kedua anaknya yang masih berdiri, ah ralat maksudnya ketiga anaknya.

Tanpa aba-aba Alger mengambil alih tubuh Attalariick dari gendongan Arsel, membuat si empu menggerutu.

"Bayinya daddy." ALGER ARKANTARA adalah seorang pengusaha kaya sejak muda, pria yang berumur 39 itu berstatus duda anak 7, Alger selalu sibuk bekerja dan jarang pulang ke mansion, tapi ia tetap memantau kelakuan anak-anaknya, termasuk kelakuan Attalariick yang beberapa minggu ini sedikit berbeda, itulah kenapa ia pulang karena penasaran dengan anak ke 6-nya.

"Daddy kapan kerja lagi." tanya Arsel, sepertinya gawat kalau daddynya itu berlama-lama di mansion, yang ada pasti adiknya itu di monopoli oleh daddynya.

"Sopan kamu nanya gitu je orang tua?"

Arsel cengengesan tanpa rasa bersalah, lalu ia menyempatkan mencium pipi Attalariick sebelum berlari ke kamarnya.

"Jangan kasarin adek lagi kayak biasanya, adek cengeng." ujar Ansel yang memberi tahu, takutnya daddynya itu selalu mengancam atau menghukum Attalariick seperti dulu lagi, meskipun ia tahu kalau daddynya itu pasti sudah memantau Attalariick.

"Daddy tahu."

Ansel mengecup kening, mencium kedua pipi Attalariick, hidung dan terakhir bibir, lalu pergi ke kamarnya.


👶👶

Attalariick terbangun di kamar yang asing, ia sama sekali tak mengenali kamar ini, apa ia pindah jiwa lagi? Mungkinkah?

"Bayinya daddy udah bangun yah." Attalariick terperanjat kaget, siapa pria paruh baya yang muncul tiba-tiba di pintu dan sekarang berjalan menuju ke arahnya, membuat Attalariick beringsut takut.

"Jangan takut sayang, ini daddy." melihat Attalariick yang sepertinya ketakutan, membuat Alger berjalan dengan hati-hati.

Mata Attalariick berkaca-kaca, apa benar ia bertindak raga lagi? Kalau tidak, lalu siapa pria yang mengaku ayahnya ini? Bukankah selama Attalariick berpindah raga ia tak pernah melihat ayahnya?

"No, jangan nangis adek, daddy gak akan nyakitin kamu."

Attalariick mulai tenang, "ayo sekarang cuci muka dulu yah, lalu turun untuk makan." Alger menggendong anaknya dan berjalan menuju kamar mandi.

Setelah selesai mencuci muka, Alger turun dengan Attalariick di gendongannya, kemudian setelah sampai di lantai bawah, Alger berjalan menuju meja makan di mana para anak-anaknya yang lain telah berkumpul.

"Halooo adeeek." sapa Arsel girang setelah melihat Attalariick.

Alger mendudukkan Attalariick pada kursi khusus, dan di dekatkan dengan dirinya, memang banyak menu makanan di meja makan tapi untuk Attalariick, tetap bubur bayi dan segelas susu yang sudah tersedia di meja yang terhubung dengan kursinya.

"Abang kangen adek." ujar Axel dengan nada sedih membuat Attalariick ikutan sedih.

"Kamu lebay." jawab sang daddy, Axel mendengus kesal yang dapat kikikan geli dari Arsel dan Albert.

Sedangkan Calvin yang duduknya agak dekat dengan Attalariick, ia mengusap-usap kepala Attalariick dengan lembut.

"Baiklah, sekarang makan." titah sang kepala keluarga. Semua memakan makanan mereka masing-masing.

Sebenarnya Attalariick ingin protes karena makanannya selalu bubur bayi, tapi ia takut duluan pada keluarganya, apalagi sekarang ada ayah dari pemilik tubuh ini.

Mereka memang memakan makanan mereka masing-masing, tapi mata mereka masih diam-diam memperhatikan Attalariick yang memakan bubur bayi dengan belepotan, membuat mereka gemas sendiri.

Attalariick benar-benar bayi besar, lihat saja dia sekarang, wajahnya sudah cemong dengan bubur bayi yang belepotan nya kemana-mana, tangan kanannya pun juga sudah belepotan, sedangkan tangan kirinya memegang gelas agar isinya tak tumpah.

"Hmmm memmm." selain dentingan sendok dan garpu, juga terdengar suara dari si kecil, suara kunyahan yang lucu menurut mereka.

Setelah mereka selesai makan malam, dan Attalariick sudah di bersihkan juga, mereka semua kini berkumpul di ruang keluarga.

Seperti biasa mereka di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing, Calvin, Althair, dan Alger sedang memantau perusahaan mereka, lalu Axel yang di sibukkan dengan tugas kuliahnya, Ansel sendiri membaca buku pelajaran, nah kalau Arsel sibuk chatan sama ceweknya.

Berbeda dengan mereka, Albert terlentang di sofa panjang dengan Attalariick yang tengkurap di atas perutnya, Albert sibuk scroll haindponenya sedangkan Attalariick meminum susu di botol dot kesayangannya dengan di temana oleh televisi yang menampilkan animasi masha and the bear.

Di rasa susunya sudah habis, Attalariick membuang botolnya begitu saja, membuat mereka mengalihkan pandangannya pada si kecil.

Attalariick menduselkan wajahnya pada dada Albert, "adek ngantuk yah?" tanya Althair.

Attalariick kembali memiringkan kepalanya lalu menghadap ke arah mereka, membuat pipi tembambnya terpenyet.

"Mau tidur sama siapa dek?" tanya Calvin pada Attalariick, dalam hati mereka masing-masing, semoga saja mereka di pilih.

"Sama daddy aja, kan daddy baru pulang, masih kangen sama bayinya daddy." Alger berdiri dari duduknya, lalu berjalan menghampiri Attalariick, kemudian mengangkat Attalariick ke dalam gendongannya.

"Huh, daddy gak adil." ujar si bungsu sinis.

"Daddy jarang di rumah, jadi daddy mau puas-puasin sama adek." jawab Alger membela dirinya sendiri.

"Giliran dad biar adil." sambung Arsel.

"Heh lo udah seharian sama adek, gue gak pernah." sahut Axel yang merasa tidak adil.

"Bukan cuma lo doang yah, kita juga sama, kecuali bang Ansel dan bang Arsel." Albert bangun dari tidurannya.

Alger sudah lebih dulu pergi dari sana karena melihat bayinya yang sudah mengantuk.

"Udah-udah gak usah debat." lerai Althair pada ketiga adiknya yang tak pernah akur.

"Mendingan kalian pergi ke kamar masing-masing, tidur udah malem." titah Calvin yang pergi duluan, di susul oleh Ansel dan Althair, kemudian Axel, Arsel dan Albert yang saling dorong di belakang.

👶👶👶

Hai guys 👋

Pa kabar?

Makasih banget buat yang udah nge vote yah.

Makasih juga sama yang komen😘

Maaf deh ya kalau typo.

Dadah guys👋

ADEEEEKKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang