10

6.4K 480 11
                                    

Happy Reading semuaaa~

...

👶👶👶

"Ini buah untuk tuan kecil." biba meletakkan dua mangkuk kecil yang berisi Strobery dan anggur.

Mata si kecil langsung berbinar lucu, ada perasaan senang saat melihat buah yang begitu ia sukai, smenjak saat itu, Attalariick menyukai dua buah di depannya.

Attalariick berada di ruang keluarga ditemani oleh Albert yang sedari tadi sibuk main game di ponselnya, para saudaranya yang lain entah kemana, daddynya pun masih belum pulang.

"Cok as*h." umpat Albert kesal, beberapa kali ia mengumpat, seakan lupa dengan keberadaan Attalariick yang menatap polos padanya dengan mulut berisi penuh.

"WOI BEGO, NGAPAIN LO KESANA SIALAN."

"Syialan."

Para maid dan bodyguard yang mendengar ucapan tuan kecilnya hanya meringis, ingin sekali mereka menegur Albert, tapi takut.

"Syialan."

Albert yang sedari tadi fokus, langsung mengarahkan pandangannya pada adik—eh maksudnya kakaknya.

"Ngomong apa tadi?" tanya Albert.

"Syialan." jawab Attalariick patuh.

"Heh gak boleh ngomong kayak gitu, itu omongan kotor, anak kecil gak boleh ngomong kasar."

"Tapi Abet ngomong juga, kan Abet adeknya Atta, berarti Abet masih kecil." jelas Attalariick masih dengan tatapan polosnya, sebenarnya ia ingin memebela diri.

"Pengecualian kalo sama gue, pokoknya adek gak boleh ngomong kotor lagi oke? Kalau ada yang ngomong kotor jangan di tiru, mengerti?"

Attalariick mengangguk, "mengerti Abet."

"Kok Abet sih manggilanya?" bingung Albert.

"Kan nama kamu emang Abet."

"Bukan Abet, tapi Albert, A el be er te, Albert." jelas Albert.

"Susah manggilnya, lidah Atta belibet."jawabnya dengan wajah cemberut, lagian namanya pakai Ingris sih, kan Attalariick susah manggilnya.

"Sekarepmu lah." pasrah Albert pada akhirnya, tapi kalau di pikir-pikir lucu juga panggilan Abet dari kakak kecilnya, serasa ada panggilan sayang untuknya, hehe.

"Adek mau tidur sama Abet gak?"

Attalariick tampak berpikir, terlihat dari dahinya yang mengerut, sontak membuat Albert mengangkat Attalariick untuk di duduk kan di pangkuannya.

"Gak usah mikir keras, cukup jawab iya aja." Albert memijit pelan dari Attalariick yang mengkerut dengan kedua jempolnya.

Attalariick nurut-nurut saja, ia kembali memakan buah, tetapi agak terganggu dengan Albert yang mencium pipinya, bahkan sampai menggigit pelan pipi Attalariick yang seperti bakpao.

"Atta abang."

"Iya tahu." jawab Albert yang kini menyatukan keningnya dengan kening Attalariick.

"Tapi kenapa Abet manggil Atta adek?"

"Karena Attalariick lucu kayak mochi, mana ada kakak yang lebih lucu dari adiknya, orang juga pasti ngiranya gue abangnya." jawab Albert dengan jarinya yang menekan kedua pipi Attalariick, membuat mulut kakaknya itu mengerucut lucu seperti anak Bebek.

"Lucu banget sih." ujarnya pelan, lalu mengecup bibir Attalariick beberapa kali, membuat sang empu menjauhkan wajah Albert.

"Jangan cium."

ADEEEEKKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang