Part 46

1.2K 29 3
                                        

Sinar matahari pagi menyinari ruang makan, kiara dan nathan yang tengah asik menyantap makanannya sambil menatap ponsel yang ada di atas meja.

Menghembuskan nafas panjang, nathan melihat kearah kiara dan menatap tepat pada ponsel istrinya. Kiara menoleh dan menatap nathan bingung.

"kenapa? Apa aku salah baju atau ada yang aneh?" tanya kiara bingung.

"nanti pulang ngampus jam brpa, hm?" ucap Nathan.

"kayaknya sore. Ada apa?"

"gapapa sayang, nanti aku mau ketemu client di cafe deket-deket sini. Jadi mungkin pulangnya agak telat." jelas nathan sambil menghabiskan makanannya.

Kiara menjawab dengan anggukan dan membereskan piring kotor yang ada di meja makan menuju kearah westafel. dan nathan menatap kearah ponsel kiara yang sedang berdering.

Sekilas ia mengeja nama yang ada pada layar ponsel kiara dan itu bukan nomer brian, membuat hati nathan lega tanpa di ketahui oleh kiara.

Nathan menghampiri kiara dan mendekap tubuh kiara dari belakang, "ponsel kamu dari tadi berdering,mungkin temen kamu mau bareng berangkat ke kampus."

"Biarin aja. Kamu gak berangkat?" Tanya kiara kepad nathan.

"Ini mau berangkat, aku berangkat duluan ya. Cup!" Ucap nathan sambil mengecup pipi kiara sekilas.

"Hmm."

***

Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, kini nathan sudah sampai ditempat tujuan yang sudah di janjikan oleh brian. Mata yang sedarj tadi melihat kanan kiri mencari keberadaan brian.

Ia pun menemukan letak keberadaan brian saat ini, dengan langkah pelan nathan menghampirinya.

Pelan-pelan wajah Brian mendongak ke arah Nathan dengan wajah kaget, ia sedikit canggung dengan pria dihadapannya saat ini.

"Elo-" dengan wajah datarnya.

"Kenapa? Kaget bukan kiara yang Dateng?" Ucap Nathan dengan wajah seriusnya.

"Jangan salah paham dulu, gue mau ketemu Kiara karna emang pengen ketemu sebagai sahabat aja." Jelas Brian

"Denger ya! Dulu gue udah peringatin Lo. Dan sekarang lo muncul lagi di hadapan Kiara. Inget.. ini peringatan terakhir buat Lo, kalo sampai muncul lagi di depan gue atau Kiara Lo bakal tau akibatnya!!" Ucap Nathan yang tersulut emosi.

"semakin Lo ancem gue, semakin gue pengen ketemu sama dia!" Ucap Brian nantang.

"Si anjj-" ucap Nathan dengan satu pukulan mengarah ke arah pipi Brian.

"Bangsatt!" Ucap Brian membalas pukulan kearah Nathan.
"Kiara gak cinta sama Lo nath! Pernikahan Lo cuma perjodohan! Inget itu!" Sambil nunjuk ke wajah Nathan.

Brian melangkah pergi meninggalkan Nathan yang masih terdiam denger ucapan Brian barusan. Nathan yang membuang pikiran negatif kini ia memilih keluar dari tempat tersebut untuk kembali pulang dengan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.

Dengan mengepal tangan yang sangat erat, Nathan hanya ingin cepat sampai rumah untuk menemui Kiara. Tanpa dia sadari darah yang ada di ujung bibirnya sudah mengering.

pukul 15.00

Nathan sudah sampai di depan pintu rumahnya dan melihat sepatu Kiara berada di rak sepatu menandakan istrinya sudah pulang. Ia pun buru-buru mencari keberadaan istrinya saat ini, yang berada di dalam kamar.

NATHAN [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang