Part 50

1.2K 13 2
                                        

Flashback on

"kau sudah gila?!" ucap brian pada floryn.

"kenapa?! Kau takut?!"

Dengan tatapan tajam

"gue gabisa ikutin ide gila lo kali ini, sorry gue masih punya hati." ucap brian seraya meninggalan tempat.

"bajingan!! Gue lakuin sendiri juga bisa tanpa bantuan lo!" batin floryn sambil meremas gelas ditangannya.

Brian menghela nafas kasar, sambil berjalan keluar dari cafe. Pikirannya dipenuhi dengan ucapan floryn yang memiliki ide untuk mencelakai kiara. Tak henti-hentinya ia meremas rambutnya dengan wajah takut, pasalnya semua yang di ucapkan floryn dengan sungguh-sungguh tanpa ada rasa takut.

"gue harus kasih tau masalah ini pada kiara." gumam brian sambil mencari nomor kiara pada kontak hp nya.

Sudah beberapa kali brian telfon selalu di tolak dan kali ini nomornya tidak aktif, membuat brian semakin takut.

.

.

.

"sorry brian, kali ini gue kecewa sama lo." batin kiara sambil mematikan handphonenya.

"ra? What's wrong?" tanya jesslyn bingung.

"uh? Gapapa, ayo kata lo mau cari barang." sambil mendongak menatap jesslyn kearah samping.

Setelah memasukkan handphone ke dalam tas kiara menarik lengan jesslyn menuju toko yang akan mereka kunjungi.

Setelah setengah jam mereka sibuk memilih barang, kini keduanya pergi dan hendak mampir ke kedai kopi yang ada di seberang jalan.

"gue haus, temenin gue kesitu." ucap kiara sambil menunjuk kearah sebrang jalan.

Sebelum mendapat jawaban dari temannya, kini kiara hendak menyebrang jalan dan memastikan jalanannya sudah sepi.

Entah dari mana tiba-tiba mobil hitam dengan kecepatan tinggi yang hendak menabrak ke arah kiara membuatnya kaget dan berteriak kencang.

Entah dari mana brian berlari dan mendorong kiara.

Flashback off

Brakkk..

"kiaraa!!!!" teriak Nathan berlali menghampirinya.

"nath.." dengan tangan bergetar meraih tangan Nathan.

"it's okey baby, aku disini." Jawab Nathan sambil memeluk kiara erat.

"brian..." gumam kiara sambil menangis gemetar menatap brian yang tergeletak dijalan.

Satu jam kemudian.

Kiara menunggu di depan ruang operasi dan tak henti-hentinya menangis di dada nathan. Dengan wajah khawatir kini Nathan menghubungi keluarganya yang ada di indonesia untuk menyampaikan berita ini kepada keluarga brian.

Sedangkan jesslyn sudah pulang lebih dulu karna sedari tadi sudah di telfon berkali-kali oleh keluarganya. Mau tidak mau ia meninggalkan kiara dengan nathan tanpa menunggu kabar brian.

Namun setelah beberapa jam tiba-tiba pintu terbuka. Kiara dengan gerakan cepat berjalan menghampiri dokter dan menanyakan keadaan brian.

"b-bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya kiara dengan wajah takut.

"syukurlah oprasi berjalan dengan lancar, teman anda sudah melewati masa kritisnya setelah ini pasien akan segera kami pindahkan dan kalian bisa mengunjunginya." jelas dokter kepada nathan dan kiara.

NATHAN [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang