Seperti biasa hari senin adalah hari yang paling membosankan untuk berangkat ke sekolah, dimana harus berangkat pagi-pagi sekali untuk mengikuti Upacara.
Kini Kiara pun sudah siap untuk berangkat kesekolah tanpa ada kata kesiangan dan menerima hukuman lagi. Tetapi berbeda halnya dengan Nathan, ke seialannya di mulai saat bangun kesingan dan ditambah telat mengikuti Upacara yang membuatnya mendapatkan hukuman yang pertama kali ia terima.
Karna memang Nathan dikenal dari dulu kelas 10 sampai kelas 12 ia tidak pernah telat masuk sekolah sampai gerbang ditutup, tetapi hari ini ke sialannya datang disaat waktu yang tidak tepat.
"Kak Nathan nanti selesai Upacara dimohon ikut dengan siswa lain yang telat untuk menerima hukuman sesuai peraturan dari sekolah." Jelas fanny dengan senyum ramah salah satu Anggota Osis.
Tanpa menjawab ucapan yang di lontarkan adik kelasnya, Nathan pun hanya mengangguk dengan raut wajah yang selalu menjadi kebiasaannya yaitu dingin dan datar.
***
30 menit Nathan telat untuk mengikuti pelajaran pertama dikarnakan masih menjalani hukuman dari anak Osis, kini ia pun kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran yang sedikit ketinggalan materinya.
"Tumben kali ini lo telat sampe dapet hukuman? Tanya Dion dengan sifat keponya.
"Tidur jam 3."
"Lah ngapain aja lo sampe tidur jam 3?"
"Ck baru sempet ngerjain tugas." Jelas Nathan malas.
"Oh...sekarang mana tugas lo?" Pinta Dion dengan muka tanpa dosanya.
Tanpa membalas ucapan Dion, Nathan lebih memilih mencatat materi yang ada di papan dan enggan untuk meladeni semua omong kosong dari kedua temennya.
Disaat semua pelajaran telah selesai dan kini bel istirahat pun berbunyi, Nathan dan kedua temannya pergi meninggalkan kelas dan menuju ke kantin untuk mengisi perut yang sedari tadi memberontak.
"Lo pada mau pesen apa?" Tanya Erlang kepada kedua temannya.
"Samain." Jawab Nathan singkat.
"Gue juga kalo gtu." Ucap Dion.
"Oke." Jawab Erlang dan berjalan ke arah bapak siomay.
Dan saat ini pandangannya pun terhenti menatap Kiara yang baru saja masuk ke dalam kantin bersama kedua temannya. Pada saat itu juga Nathan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kearah Kiara.
Dengan raut wajah yang sedikit kaget, Kiara dengan pura-pura bersikap biasa seperti orang tidak kenal ia pun menatap wajah Nathan sekilas dengan tatapan dingin.
"Gue mau ngomong sama lo sebentar." Ucap Nathan langsung keluar dari kantin.
Disusul dengan Kiara yang penuh dengan tanda tanya di pikirannya, ia pun mengikuti langkah Nathan dari belakang menuju tempat yang gak rame.
"Lo kenapa gak bangunin gue?" Tanya Nathan dengan muka serius.
"Lah biasanya bangun sendiri juga." Jawab Kiara menatap Nathan santai.
"Seneng lo?" Singkat Nathan.
"Seneng apa? Kesiangan? Telat berangkat sekolah? Yaaaa seneng lahh, gimana? Enak gak rasanya dihukum?" Tanya Kiara dengan antusias.
Dengan sikap dinginnya, Nathan pun lebih memilih meninggalkan Kiara dan enggan untuk menjawab pertanyaan yang memang disengaja Kiara untuk membalas dendamnya.
***
"Ara!!! lo dari mana aja sama Nathan ?!" Teriak Viola kearah Kiara.
"E-eh b-biasa masalah tetangga." Ucap bohong Kiara.
"Sialan gara-gara lo ngilang jadi makanan lo gue bungkusin takut lo kelaperan." Jelas clay sambil menyodorkan sebungkus siomay.
"Hehehe maaciw yaw tau aja gue laper bgt." Jawab kiara dengan senyum lebar.
"Terima kasih clay udah ganti topik pembicaraan." Batin Kiara menghela nafas lega.
Dengan perasaan lega, kini Kiara kembali memfokuskan dirinya untuk pelajaran Matematika tanpa ingin ada yang mengganggunya.
Lain halnya dengan Nathan, sikap yang dingin tanpa menampilkan sikap yang ramah kini ia berjalan melewati kelas demi kelas dengan pandangan lurus kedepan tanpa menghiraukan sapaan dari siswi kelas 10 dan 11.
Sesampainya di kelas, Nathan di sambut dengan kedua temannya yang kini mempunyai segudang pertanyaan mengenai dirinya dan Kiara.
"Coba jelasin maksud tadi dikantin." Tanya Dioan dan Erlang.
"Apa?!"
"Lo sama Kiara anak 12 IPA 2 tadi."
"Dia tetangga gue." Bohong Nathan kepada kedua temannya.
"Oh begitu... btw Kiara cantik ya Nath? Bismillah Calon Istri." Ucap Erlang dengan seduhang hayalannya.
Hanya sekilas menatapnya dengan tatapan tajam ke arah kedua temannya, kini Nathan lebih memilih diam dan merebahkan kepalanya di atas meja tanpa menjawab ucapan dari Erlang.
Lain halnya dengan sikap Dion yang tiba-tiba kaget saat melihat trending topik yang ia baca saat ini. Dengan segera ia pun menyodorkan handphone yang ia pegang untuk dibaca oleh Nathan.
"Gilaa!! Belom berapa jam lo sama Kiara udah jadi bahan gosip." Ucap Dion kaget.
"Wah wah lagi-lagi lo kena dispatch Nath." Ucap Erlang sama kagetnya.
"Dispatch apaan woy?" Tanya Dion kepada Erlang.
"Mata-mata kek yang di korea-korea." Jelas Erlang.
"Si goblok anak wibu ternyata." Ucap Dion menggelengkan kepala.
"SI ANJING BEDA SERVER WOYY!!" Teriak Erlang dengan kesal.
Tanpa memperdulikan kedua temannya yang sedang adu bacot, kini Ekspresi Nathan sangat sulit untuk di tebak karna sifat dingin dan tak acuhnya dengan foto yang beredar saat ini dan lebih memilih melanjutkan merebahkan kepalanya diatas meja.
***
Jangan lupa untuk vote ya guys ❤️
Selalu jaga kesehatan💋
KAMU SEDANG MEMBACA
NATHAN [SELESAI]
Fiksi Remaja"Ngapain harus pindah sekolah sih mah..pah?!" Ucap kiara sambil memohon agar tetap tinggal dirumah lamanya. "Karna papa dipindah tugaskan di jakarta ara sayang" jawab papa kiara sambil kasih pengertian. "Udh beres semua kan? Ayo kita berangkat ke b...
![NATHAN [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/284374249-64-k272530.jpg)