Pikiran itu terus berkecamuk dikepala Nathan. Sejak sore, hingga malam ini ketika dia mendapati pesan dari nomor tidak ia kenal. Sebetulnya dia sudah tau siapa pemilik nomor itu, tapi Nathan masih dibuat takut ketika istrinya diluar sana sendirian tanpa pengawasan dari dia.
Nathan takut kejadian dulu terulang kembali. Karna floryn tidak segan-segan melukai Kiara.
Saat Kiara baru sampai rumah, ternyata sudah ada Nathan yang menunggu kedatangannya.
"Nathan... Tumben Disini?" Tanya Kiara heran. "Ada apa?"
Nathan buru-buru menggeleng cepat. "Ngga, lagi nunggu kamu aja."
Kiara mengangguk. "Engga biasanya."
Nathan menghembuskan nafas lega. Melihat istrinya. "Kamu udah makan malam, hm?"
Kiara melangkah kearah tangga meninggalkan Nathan di ruang tamu. "Sudah tadi sama jesslyn."
Nathan buru-buru melangkah cepat mengikuti Kiara.
"Kiara?"
Hening.
Tidak ada jawaban. Hanya suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Menandakan istrinya sedang ada di dalam sana.
***
Bel rumah berbunyi
Langkah pelan, Kiara menuruni anak tangga, mendengar suara bel rumahnya berbunyi.
"Ra?"
"Kok... Lo tau ala─aaakhh!" Ucap Kiara terhenti karna tarikan dari Nathan.
Dengan tatapan tajam, Nathan menatap kearah laki-laki didepannya. "Lo!! Ngapain kerumah gue?!!"
Brian menatapnya dengan santai dan tersenyum. "Gue cuma pengen ketemu temen gue, Kiara."
Nathan reflek mendorong, kejengkelannya tak terbendung lagi. Ia pun menarik kerah baju Brian menjauh dari Kiara. "Istri gue sibuk! Jadi Lo pergi dari sini! Dan inget, semakin Lo ingin ngedeketin Kiara. Semakin gue akan buat perhitungan sama Lo!"
Kiara reflek melotot. Menghampiri suaminya. "Nathan..udah lepasin!" Dengan tatapan tajam mengarah Brian. "Dan Lo Brian... Pergi dari sini! Semakin Lo seperti ini, semakin muak gue dengan sikap Lo! Biarin gue hidup dengan tenang. Kita hanya temen Brian jadi Lo gabisa maksain kehendak semua Lo."
Brian tak menjawab. Tatapannya kini mengarah kearah Kiara dengan tatapan sendu. Mencari jawaban kalau memang dirinya sudah tidak ada lagi harapan untuk mendapatkan Kiara.
Hening.
Cengkraman pada baju Nathan kini sudah melemah. Brian mengangguk tersenyum hambar dan melangkah pergi meninggalkan rumah Kiara.
"Ra?"
Kiara menghembuskan nafas pelan. Dia melangkah masuk dan meninggalkan Nathan didepan rumah.
Nathan yang menyadari kalau Kiara hanya diam saja. Segera menatap langkah istrinya memasuki rumah.
"Sayang?"
Kiara yang duduk di samping ranjang, mendongak menatap Nathan. "Ada apa Nath?"
"Are you okay, babe?" Ucap Nathan mendekat kearah Kiara.
Dengan tatapan sendu, kini Kiara memeluk pinggang Nathan yang masih berdiri didepannya."maaf."
Sontak Nathan kaget menatap Kiara. "Hey...kenapa minta maaf, hm?" Dia pun membalas pelukan istrinya. "Justru aku yang harusnya minta maaf, sudah melukai kamu, sudah bicara keras di depan kamu. Maaf ya."
"Maaf sering meragukan kamu. Maaf sering marah dan bentak kamu. Semenjak kehadiran floryn dan Brian kita sering berantem." Ucap Kiara yang masih memeluk dan mencengkram kaos Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
NATHAN [SELESAI]
Ficção Adolescente"Ngapain harus pindah sekolah sih mah..pah?!" Ucap kiara sambil memohon agar tetap tinggal dirumah lamanya. "Karna papa dipindah tugaskan di jakarta ara sayang" jawab papa kiara sambil kasih pengertian. "Udh beres semua kan? Ayo kita berangkat ke b...
![NATHAN [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/284374249-64-k272530.jpg)