"Gak akan gue biarin kejadian yang pernah menimpa adek kandung gue kembali terulang lagi ke Nervia yang sudah gue anggap adek kandung gue sendiri"
~Williams Halilintar Thunderstorms~
"Gak akan pernah gue biarkan siapapun menyakiti atau ngebuat takut kekasih gue. Siapa yang berani ngelakuin itu, dia akan berurusan dengan gue"
~Fire Blaze Erlangga~
🌸Selamat Membaca🌸
.
.
.
.
.
_
___________________________________
Tiga hari telah berlalu, dan saat ini Gempa dan Resly duduk bersama di taman yang ada di rumah sakit.
Entah mengapa sebabnya, yang jelas tadi gadis itu datang ke rumah sakit menemuinya yang tengah menjaga kedua orang tuanya sendiri di ruang rawat.
Tapi tak lama ia mengajak Gempa untuk pergi ke taman. Karena ia bilang ingin bicara, tapi sampai sekarang gadis itu hanya diam duduk di sebelahnya tanpa membuka suara sedikit pun.
Gempa yang melihat itu juga ikutan diam sambil menikmati roti gandum ditangannya.
.
.
.
.
.
Resly pov
Akh! Sialan!!
Kenapa aku malah datang ke rumah sakit dan menemui kak Gempa sambil berkata ingin berbicara suatu hal?
Sekarang aku harus apa?
Aku bahkan tak berani bergerak sedikitpun saat duduk di sebelahnya, rasanya semua tubuhku kaku.
Entah perasaan apa yang aku rasakan saat ini.
Kesal, sedih, gugup, kecewa. Semua bercampur menjadi satu.
Aku ragu untuk bertanya, dan juga aku takut untuk kecewa lagi.
Aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan untuk saat ini...
Resly pov end
.
.
.
.
.
Resly sesekali melirik Gempa di sebelahnya yang tampak asik menikmati roti gandumnya sendiri.
Katanya dia libur, tidak masuk kuliah hari ini jadi dia yang menjaga orang tuanya karena adeknya masuk kuliah hari ini.
Toh ini hari sabtu, jadi SMK libur makanya Resly bisa datang menemui Gempa di rumah sakit.
Gempa: mau bicara apa? (Tanya Gempa setelah selesai menikmati roti gandumnya dan juga meminum air)
Resly terdiam menggenggam sedikit erat bungkus roti gandum yang tadi Gempa belikan untuk keduanya.
*****
Merasa tak ada respon dari gadis di sebelahnya, sontak Gempa langsung mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu yang kini menunduk dengan wajah gugup.
Gempa: kenapa? (Tanya Gempa lagi)
Resly tetap diam tak merespon sebelum ia terkejut saat Gempa memegang dagunya dan mendongakkan kepalanya agar menatap ke atas hingga mata keduanya bertemu.
Disitu lah jantung Resly kembali tak aman saat Gempa menatapnya dalam.
Gempa: kalo lagi bicara itu tatap mata lawan bicara, jangan kebiasaan nunduk
Resly: aku kan tadi belum bicara (bantah Resly dengan ketus dan wajah jutek sebelum menepis tangan Gempa dari dagunya)
Sifat tak sesuai dengan jantungnya yang saat ini tengah maraton.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terhalang Jarak (Season 2)
RomanceCinta bisa ditemukan dimana saja, tapi mampukah mereka bertahan saat jarak memisahkan? Mereka berjuang menjaga rasa di tengah rindu dan waktu, hingga ujian yang tak pernah mereka duga datang menghampiri... Memaksa mereka memilih, bertahan atau mele...
