🌸Selamat Membaca🌸
.
.
.
.
.
_____________________________________
Seperti yang sudah Gempa katakan pada pesan kepada Resly, bahwa ia ingin bertemu dengan gadis itu malam ini.
Dan tepat pada pukul 18.00. Gempa pergi menjemput gadis itu setelah berpamitan pada kedua orang tuanya.
Dan untung saja ayahnya memperbolehkan, tapi ia harus pulang sebelum jam 21.00 atau jam 09.00 malam.
Tanpa membuang waktu, Gempa langsung mengiyakannya dan pergi menjemput gadis itu.
*****
Disinilah mereka berdua sekarang. Mereka berada di sebuah cafe dan menikmati minuman yang sudah mereka pesan.
"Kenapa? Masalah kak Yaya lagi?" tanya gadis yang duduk di depan Gempa itu sembari mengaduk minumannya.
Mendengar pertanyaan itu, Gempa menganggukkan kepalanya dan menatap gadis di depannya.
Gempa: Resly...
Mendengar namanya di sebut, Resly langsung mendongak menatap pemuda di hadapannya.
Gempa: menurut kamu, Yaya itu gimana?
Resly terdiam sembari menatap ke langit-langit cafe, seperti sedang berpikir. Sebelum akhirnya kembali menatap Gempa.
Resly: baik... Tapi setelah aku dengar cerita kak Gempa beberapa hari lalu sebelum kakak kembali ke Malaysia ini. Kayaknya dia gak benar-benar tulus
Gempa: maksudnya gimana? Dia ingin kembali lagi denganku, aku harus apa?
Resly mendengus mendengar ucapan Gempa barusan.
Resly: kakak lebih tua dariku, tapi malah meminta saran dariku yang bahkan tak terlalu ku mengerti (kesal Resly)
Gempa: y-ya aku meminta saranmu karena kita sama. Kita sama-sama di kecewakan oleh pasangan kita. Aku kecewa pada Yaya yang selingkuh dengan Supra. Sedangkan kamu kecewa karena di tinggal tunangan oleh Halilintar
Resly menatap sebal Gempa sebelum memukul lengannya hingga Gempa meringis.
Gempa: kau tau, pukulanmu sakit sekali walaupun badanmu kecil
Resly: diam!
Gempa terbungkam mendengar nada dingin gadis itu.
Aish kenapa dia malah marah?
Gempa kan berkata jujur kalau pukulannya sakit walaupun tubuhnya kecil dan ia juga jujur berkata bahwa mereka sama-sama di duakan.
Lalu kenapa dia kesal dan marah sih?
Apa lagi pms?
Resly: jangan bahas Hali lagi, aku sudah berusaha melupakannya. Aku tak ingin seperti orang gila lagi yang menangis tanpa henti hanya karena mengemis cinta
Gempa tersenyum kikuk menggaruk tekuknya yang tak gatal.
Gempa: jadi aku bagaimana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terhalang Jarak (Season 2)
RomansaCinta bisa ditemukan dimana saja, tapi mampukah mereka bertahan saat jarak memisahkan? Mereka berjuang menjaga rasa di tengah rindu dan waktu, hingga ujian yang tak pernah mereka duga datang menghampiri... Memaksa mereka memilih, bertahan atau mele...
