Pengganti Supra

61 6 3
                                        

🌸Selamat Membaca🌸
.
.
.
.
.
______________________________________

Di taman rumah sakit Taufan akhirnya menemukan sosok suaminya yang tengah duduk di sebuah bangku, tetapi ia dalam kondisi yang tidak baik.

Berjalan mendekat, semakin Taufan mendengarkan suara isak tangis yang keluar dari sang suami.

Memang Halilintar menutup wajahnya dengan lengan sebelah kanannya, tapi Taufan jelas dapat melihat bahwa derasnya air mata yang mengucur turun membasahi kedua pipinya itu.

Taufan: Hali (panggil Taufan dengan pelan dan lembut saat dirinya telah duduk di sebelah sang suami)

Tetapi Halilintar hanya diam, terus menangis tanpa menjawab panggilan sang istri.

Taufan: Hali kenapa? Jangan nangis, Fannie ikut nangis (ucap Taufan dengan suara gemetar menahan tangis)

Halilintar hanya diam dan terus menangis, sebelum ia memiringkan duduknya dan memeluk tubuh Taufan yang sangat mungil untuk dirinya.

Sementara Taufan hanya terdiam, mengusap lembut surai rambut suaminya sembari menyandarkan kepalanya di atas kepala sang suami.

Taufan: Fannie tau Hali sedih karena kepergian Supra... Hali kecewa kan karena sebagai sahabat dekat Supra gak di kasih tau tentang hal ini

Halilintar mengeratkan pelukannya pada tubuh Taufan, tak ia hiraukan pundak istrinya yang kini telah basah oleh air matanya.

Jujur ia kecewa dengan Supra, dan di sisi lain ia sedih saat melihat kondisi Solar saat ini.

Hal itu benar-benar mengingatkan nya dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana saat ia kehilangan orang tuanya beserta adek nya dalam waktu yang dekat.

Ia ingat jelas bagaimana histerisnya ia menangis saat melihat kondisi adek nya yang berada di taman samping rumah dengan keadaan yang sangat mengenaskan, bersimbah darah.

Mengingat bagaimana saat ia telat menyelamatkan adeknya yang bunuh diri dengan melompat dari balkon kamarnya sendiri yang berada di lantai empat.

Kejadian itu kembali menghantuinya, itulah yang membuatnya tak sanggup berada di ruangan Supra cukup lama.

Ia tak ingin ada yang melihatnya menangis, ia dengan cepat keluar. Berharap bisa melupakan kejadian yang membuatnya benar-benar trauma itu.

Tapi ternyata ia tak bisa melawannya, kembali lagi ia menangis sesenggukan, namun kini di hadapan Taufan. Bukan di hadapan Resly lagi!!

.
.
.
.
.

Keesokan paginya mereka pergi memakamkan Supra di sebelah makam milik Sori.

Selama proses pemakaman, Solar tak henti-hentinya menangis, begitu juga dengan Ice yang terus memeluk Blaze.

Suara isak tangis yang memilukan benar-benar menyakiti hati siapa saja yang mendengarnya.

Tentu orang-orang turut meneteskan air mata saat melihat Solar, bundanya dan teman-temannya yang menangis.

Menangis karena kepergian Supra, menangis karena ternyata Sori memang menanti kedatangan pangerannya itu.

Hanya bundanya, Solar dan yang lain lah yang dapat melihat sosok Supra tengah berdiri di sebelah makamnya dan berpegangan tangan dengan Sori.

Dengan senyum lebar Sori melambaikan tangannya kepada mereka membuat Resly dan Masha semakin menangis melihatnya.

Cinta Terhalang Jarak (Season 2) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang