🌸Selamat Membaca🌸
.
.
.
.
.
______________________________________
Tiga tahun telah berlalu, memang Supra sudah mulai merelakan kepergian sang kekasih. Tetapi, ia sudah tak bisa membuka hati lagi untuk perempuan lain.
Setiap perempuan yang menyatakan perasaan padanya ia selalu menolak, bahkan jika ada nomor perempuan ngechatnya. Tanpa ragu saat itu juga ia pasti akan memblokirnya, kecuali mereka teman-temannya...
Resly dan Masha juga sudah menjalani hari-hari seperti biasa, walaupun kadang sering mereka memanggil nama Sori disaat melakukan suatu kegiatan yang dulu sering mereka lakukan bersama gadis imut itu.
Kadang mereka juga sering tiba-tiba menangis, terutama Masha. Karna bagaimana pun Sori itu adalah teman debatnya hanya karna masalah sepele.
Lagian siapa juga yang akan menyangka bahwa seorang gadis yang selalu mereka sebut dengan durian atau putri keperawatan itu telah pergi duluan meninggalkan mereka.
Bahkan saat wisuda perpisahan mereka sewaktu SMK dulu, mereka tak henti-hentinya menangis sembari memegang erat figura yang berisi foto Sori yang juga dinyatakan lulus.
Semua rencana yang mereka susun bersama seketika hancur disaat gadis pintar dari jurusan keperawatan itu pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
Tapi dengan berjalannya waktu, mereka berdua kembali menata jalan yang memang sudah mereka rencana kan bersama itu.
Seperti yang mereka katakan dulu bahwa mereka akan kuliah sambil kerja, dengan Masha mengambil jurusan guru olahraga dan Resly yang tetap mengambil jurusan akuntansi.
Kini keduanya sudah berada di semester 5, begitu juga dengan yang lainnya sudah berada di semester 7 dan tak lama lagi mereka akan berada di semester 8 dan lulus dari universitasnya masing-masing.
Resly: kak, tau kabar kak Supra gak? (Tanya Resly pada Gempa yang saat ini berjalan di sebelahnya)
Gempa: kata Solar sih dia udah baik-baik aja... Tapi kalo dia melihat Thron, kata Solar... Dia jadi murung gitu, mungkin karena Thron yang mirip dengan Sori
Resly mengangguk paham sembari menundukkan kepalanya.
Gempa tersenyum dan mengusap lembut kepala Resly membuat gadis itu mendongakkan kepalanya untuk menatap Gempa yang saat ini juga tengah menatapnya.
Gempa: jangan sedih terus, kasian Sori loh... Udah tiga tahun yang lalu. Belajar merelakan seperti yang Hali katakan
Resly mengusap air matanya yang lagi-lagi jatuh menetes.
Resly: tapi dia sahabatku, dia orang yang selalu ada buatku dan Masha
Gempa: aku tau, dia baik... Tapi gak boleh terpuruk terus dengan masa lalu. Belajar melihat kedepan ya
Resly mengusap matanya yang berkaca-kaca itu. Gempa menghela nafas dan membawa Resly kedalam pelukan hangatnya.
Gempa: ayo jalan... Yang lain pasti sudah kumpul di cafe baru Vio
Resly menganggukkan kepalanya sebelum melepaskan pelukan mereka dan memilih lanjut berjalan.
.
.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terhalang Jarak (Season 2)
RomansaCinta bisa ditemukan dimana saja, tapi mampukah mereka bertahan saat jarak memisahkan? Mereka berjuang menjaga rasa di tengah rindu dan waktu, hingga ujian yang tak pernah mereka duga datang menghampiri... Memaksa mereka memilih, bertahan atau mele...
