Sudah Melupakan Atau Benci?

61 6 0
                                        

"Gue gak tau dengan perasaan gue saat ini. Yang jelas gue paling gak suka kalo ada orang ngebahas tentang masa lalu gue dengan Yaya"
~Andersson Gempa Earquake~

🌸Selamat Membaca🌸
.
.
.
.
.
______________________________________

Sehabis pulang dari SMA Cisnamala tadi, Gempa begitu sibuk membantu ibunya yang menerima banyak orderan.

Bahkan mereka sudah dua jam berkutat dengan dapur. Dan kini mereka membuat pesanan yang terakhir sebelum Gempa pergi mengantarkan pesanan-pesanan itu kepada orang-orang yang memesannya.

Wuyuin: Gempa, ibu boleh nanya gak? (Tanya sang ibu sembari terus mencetak adonan nya)

Gempa: boleh, ibu mau tanya apa? (Tanya Gempa sembari membuat dua gelas minuman cokelat hangat)

Wuyuin: kamu bilang kamu sama Yaya sudah gak ada hubungan selain teman. Dan kamu yang mutusin dia kan?

Gempa terdiam sesaat sebelum menjawab dengan kata "ya".

Wuyuin: Oni bilang sama ibu, Yaya masih ada perasaan sama kamu. Yakin gak mau kasih kesempatan buat dia? Ibu lihat dia anak yang baik

Gempa kembali terdiam sembari meminum minuman yang baru ia buat, sebelum menatap sang ibu.

Gempa: bu, ini gak di antar sekarang aja? Nungguin yang ibu cetak itu selesai di oven? (Tanya Gempa membuat Wuyuin menghela nafas)

Wuyuin: Gempa, jangan coba mengalihkan topik pembicaraan. Ibu berbicara tentang hubunganmu dengan Yaya

Gempa menghela nafas sebelum duduk di kursi depan meja makan yang berada dekat dengan sang ibu.

Wuyuin: setiap hubungan pasti punya masalah. Ayah dan ibu juga begitu, tapi jika rasa sayang lebih besar daripada kemarahan kita. Pasti sehabis bertengkar akan kembali bersama lagi

Gempa: bu... Kalo Yaya masih ada perasaan itu dengan ku. Ya itu terserah dia, yang jelas aku sudah kasih tau dia malam itu. Aku gak mau punya hubungan lebih lagi, aku gak mau melibatkan perasaan lagi sama dia. Sudah cukup temenan aja, aku ngelakuin ini biar aku gak benci sama dia

Wuyuin menghela nafas sebelum memasukkan cetakan kuenya ke dalam oven.

Wuyuin: tapi Yaya anak yang baik, dia tulus mencintaimu nak

Gempa: gak ada yang namanya tulus kalo dia aja berniat selingkuh

Wuyuin: tapi Yaya ingin memperbaiki semuanya, berikan dia kesempatan

Gempa: aku gak mau! Bu... Aku gak ada perasaan apa-apa lagi dengan dia. Jadi kalo dia masih menyimpan perasaan itu padaku... Bukan aku yang merusak pertemanan kami, tapi dia. Dan kalo dia memang tulus mencintaiku, dia gak mungkin menduakan ku saat itu. Aku gak menyesal pindah ke Jepang saat itu (ucap Gempa dengan kesal)

Dan setelah mengucapkan itu, Gempa langsung mengambil beberapa kotak kue yang sudah ia bungkus tadi dan memasukkan ke dalam plastik.

Gempa: aku pergi antar pesanan dulu

Wuyuin menghela nafas setelah kepergian putranya. Lantas ia berbalik dan melihat Gempa sudah keluar dari area dapur.

Cinta Terhalang Jarak (Season 2) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang