🌸Selamat Membaca🌸
.
.
.
.
.
______________________________________
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh semua murid di SMA Cisnamala.
Banyaknya murid-murid di halaman sekolah membuat keadaan bertambah riuh.
Banyaknya bermacam-macam makanan dan jajanan membuat murid-murid bertambah heboh di area sekolah. Apalagi di tambah murid-murid dari sekolah lain yang ikut berdatangan ke acara menambah kesan yang lebih mengasikkan.
Tapi berbeda dengan Halilintar yang hanya duduk diam di kelasnya sembari menatap ke arah lapangan sekolah dimana banyaknya murid-murid sedang menikmati makanan-makanan dari setiap kelas.
Halilintar sama sekali tidak berniat ikut mencoba makanan dari kelas-kelas lain. Ia hanya duduk diam sembari menunggu seorang gadis yang selama ini terus muncul dalam pikirannya.
Apa dia jadi akan datang?
Apa dia akan membenci Halilintar?
Apa setelah kejadian itu mereka akan menjadi asing?
"Haahhh..." helaan nafas keluar dari mulut pemuda tampan itu.
"Halilintar" panggil seseorang membuat Halilintar mengalihkan tatapannya dari jendela ke arah pintu kelasnya dimana ia melihat si ketua OSIS yang berdiri di sana sembari menatapnya dengan senyum ramah.
Ya, itu Gempa yang saat ini menatapnya sembari tersenyum.
Gempa: kok sendiri aja disini? Gak mau nimbrung bareng yang lain, nikmatin bazar loh (ucap Gempa ramah)
Halilintar terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab.
Halilintar: udah mulai acaranya? (Tanya Halilintar dengan dingin)
Gempa: acara tampil perwakilan kelas sih belum, tapi sekarang acara bazar sampai siang nanti. Gak mau ngerasa makanan-makanan kelas lain?
Halilintar: lo sendiri gak ikutan merasa makanan kelas lain?
Bukannya menjawab, Halilintar malah balik bertanya pada pemuda itu.
Gempa: oh gue mau ngerasa jualan kelas lo sih. Adek gue maksa, katanya gue harus pertama nyobain jualan kelas lo pada (senyum Gempa)
Halilintar hanya mengangguk mendengarnya.
Gempa: gak mau ikut? (Tawar Gempa)
Halilintar menghela nafas dan beranjak dari duduknya mendekati Gempa.
Halilintar: gue ikut lo (dinginnya)
Mungkin karena bosan, Halilintar jadi lebih memilih mengikuti si ketos aja.
Lagipula dia bingung mau ngapain di kelas, jadi... Ia lebih baik keluar.
Siapa tau mantan kekasihnya datang kan ಥ_ಥ.
.
.
.
.
.
"Woy Gempa!!" seru seorang pemuda yang langsung bersalaman dengan Gempa.
Tampaknya ia dari sekolah lain dari seragamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terhalang Jarak (Season 2)
RomansaCinta bisa ditemukan dimana saja, tapi mampukah mereka bertahan saat jarak memisahkan? Mereka berjuang menjaga rasa di tengah rindu dan waktu, hingga ujian yang tak pernah mereka duga datang menghampiri... Memaksa mereka memilih, bertahan atau mele...
