PART 21

472 206 15
                                    

Naruto berdiri di depan Mansion Hyuuga, rumah keluarga yang sangat dihormati di Konoha itu. Meskipun ia seorang ninja yang telah melalui banyak pertempuran dan kini menjadi salah satu ninja terbaik di desa, tapi pada hari ini ia merasakan perasaan, cemas. Kepergiannya ke mansion Hyuuga bukanlah tanpa alasan. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya yang sudah ia pendam selama ini, ya tentang hubungan antara Hinata dan Sasuke.

Dengan tekad untuk mencari tahu, Naruto akhirnya memutuskan untuk mengunjungi mansion Hyuuga dan berbicara langsung dengan Hinata, meski ia tahu bahwa pertemuannya dengan Hyuuga Hiashi, ayah dari Hinata, tidak akan mudah. Hiashi dikenal sebagai sosok yang sangat dingin dan penuh kewibawaan, yang tentu saja tidak mudah untuk membuatnya berbicara terbuka tentang perasaan keluarga Hyuuga.

Sejenak tubuh menjulang sang pahlawan perang berdiri di depan pintu besar itu, mengatur napasnya sebelum akhirnya mengetuk pintu.

Lalu, beberapa detik kemudian tampaklah seorang penjaga keluarga Hyuuga membukakan pintu dan langsung mempersilahkan si pirang bergurat untuk masuk. Mereka menuju ruang tamu utama, tempat di mana Hiashi sedang duduk dengan sikap tenang dan penuh kewibawaan.

Hiashi menatap Naruto dengan tatapan tajam, seperti menilai apakah kedatangan sang pria Uzumaki ini datang dengan niat yang baik atau tidak.

"Naruto," ucap Hiashi dengan suara yang dalam dan sedikit dingin, namun ada sedikit penghormatan dalam nada suaranya. "Apa yang membawamu kemari?"

Si kuning yang dipanggil menatap Hiashi dengan tegas, mencoba menyembunyikan kegelisahannya. "Hiashi-sama," sapanya berojigi dengan sopan, "Aku datang ingin berbicara dengan Hinata, aku ingin bertemu dengannya."

Hiashi mengamati Naruto sejenak, lalu mengangguk pelan. "Hm." jawabnya singkat. "Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang ingin kubicarakan"

Naruto merasa sedikit terkejut, katupan bibir coklatnya menganga dengan mata membeliak, namun secepat mungkin ia menghapus ekspresi itu untuk berusaha tetap tenang. "Oh ya, tentu saja, Hiashi-sama. Apa yang ingin anda bicarakan?"

Hiashi menatap mata biru pria bertubuh tegap di hadapannya itu dengan serius "Aku ingin tahu..." sambungnya dengan nada yang lebih dalam, sementara Naruto terlihat sudah tidak sabar ingin segera mendengarkan apa yang akan keluar dari mulut pria paruh baya di hadapannya tersebut.

"Apa yang sebenarnya terjadi antara Hinata dan Sasuke?. Aku tahu dari Hokage-sama jika kalian semua pergi bersama-sama dalam sebuah misi. Dan... Aku melihat pria Uchiha terakhir itu mengantarkan putriku pulang bersama beberapa saat yang lalu. Apa yang terjadi di antara mereka?"

Pertanyaan itu langsung membuat Naruto terdiam. Sasuke dan Hinata? bersama?. Seketika pikiran tidak menyenangkan menyesakkan dada pun melintas dengan cepat dalam benak Naruto, dan ia merasa hatinya teriris. Tentu saja Naruto sudah tahu fakta kedekatan antara Hinata dan Sasuke, meski sulit untuk diterima bahkan dipercaya, tetapi memang begitu adanya, Sasuke dan Hinata sekarang adalah, sepasang kekasih. Tetapi mendengar langsung dari mulut Hiashi bahwa mereka pulang bersama, itu sangat mengejutkan baginya.

Naruto terdiam beberapa detik, berusaha mengumpulkan kata-kata. Ia merasa cemas, marah, dan bingung, semuanya bercampur aduk dalam pikirannya. Namun, daripada menjawab langsung pertanyaan Hiashi, Naruto memilih untuk mengalihkan pembicaraan. Ia tahu bahwa ini bukan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.

"Hiashi-sama," kata Naruto, baritonenya terdengar sedikit gemetar karena menahan emosi, "Aku... aku tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka." Ia mencoba menghindari pertanyaan tersebut, tidak ingin membahasnya lebih lanjut.

Terjadi keheningan selama beberapa saat sehingga suara si pirang kembali memecahkan suasana, "Hiashi-sama, maafkan aku, aku baru saja ingat jika memiliki janji dengan Rokudaime-sama." Naruto tahu bahwa percakapan ini semakin membuatnya bingung, dan ia tidak siap untuk menghadapi lebih banyak pertanyaan.

LOVE STORY ON KONOHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang