Brothership YoonJin
.
⚠Adegan kejahatan dan kekerasan tidak untuk ditiru.⚠
.
Cerita ini sepenuhnya fiktif. Semua nama, karakter, tempat, dan kejadian yang digambarkan merupakan hasil dari imajinasi penulis. Saya meminjam nama serta visual (wajah) an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca.
.
.
.
Kini, Yoongi berada di ruang kerja Seokjin. Ia sibuk menyusun lego berbentuk mobil jeep agar tidak merasa bosan. Sudah beberapa hari ini, Yoongi selalu ikut Seokjin ke kantor karena memaksa ingin bersama hyungnya, meski ia tidak diizinkan berangkat bersama Seokjin karena harus menyelesaikan kelas homeschooling-nya terlebih dahulu. Setelah selesai belajar, ia akan menyusul ke kantor diantar oleh sopir.
Tentu saja, hal ini membuat Seokjin dan orang tuanya menggeleng heran. Kenapa tiba-tiba Yoongi begitu ingin ikut ke kantor, padahal biasanya selalu menolak saat diajak? Namun, mereka sedikit memahami alasannya. Setelah insiden kemarin, Yoongi jadi selalu ingin berada dekat dengan Seokjin, seakan tidak mau jauh dari hyungnya.
Dan begitulah, Yoongi kini bermain lego di ruang kerja Seokjin. Ia tidak mengganggu sama sekali dan membiarkan hyungnya bekerja dengan tenang.
'Tok tok'
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu ruangan Seokjin. Seketika, Yoongi langsung beranjak dan berlari ke bawah meja kerja Seokjin, bersembunyi di dekat kaki hyungnya.
Seokjin tertawa kecil melihat tingkah adiknya. "Kenapa...?"
"Ssshuutt!" balas Yoongi sambil meletakkan telunjuknya di bibir, memberi isyarat agar Seokjin tetap diam dan mempersilakan tamu masuk.
Seokjin hanya bisa menahan tawanya, dan mempersilakan tamu masuk.
"Masuk." Katanya.
Tak lama, seorang karyawan pria memasuki ruangan dengan membawa dokumen di tangannya.
"Permisi, Tuan. Saya ingin meminta tanda tangan Anda untuk laporan proyek peluncuran produk baru," kata karyawan itu sambil menyerahkan dokumen.
Seokjin mengangguk, menerima laporan tersebut, lalu membacanya dengan saksama. Cukup membutuhkan waktu untuk membaca laporan itu sehingga membuat Yoongi menunggu dengan menyandarkan kepalanya pada paha sang hyung di bawah meja.
Setelah membaca laporan tersebut, Seokjin mengangkat kepalanya dan menatap karyawan itu.
"Bagus, kelihatannya semua sudah dipersiapkan dengan baik. Apa ada hal lain yang perlu saya ketahui sebelum saya tanda tangani?" tanya seokjin.
Karyawan itu mengangguk pelan. "Iya, Tuan. Tim pemasaran meminta persetujuan tambahan untuk kampanye iklan di media sosial. Kami juga ingin memastikan bahwa jadwal peluncuran tetap sesuai rencana meskipun ada sedikit penyesuaian pada lini produksi."
Seokjin berpikir sejenak. "Hmm, berapa besar penyesuaian itu memengaruhi waktu peluncuran?"
"Hanya satu atau dua hari, Tuan. Tapi tim produksi sudah menjamin bahwa ini tidak akan memengaruhi kualitas produk," jawab karyawan itu dengan hati-hati.